Tulang Bawang, Lampung – Pelayanan air minum dan sanitasi merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang, hal tersebut menjadi prioritas dan penting dikarenakan dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan dan produktivitas masyarakat yang lebih baik. Masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat rawan air bersih karena minim sumber air baku yang bermukim di 5 kecamatan, perlu mendapatkan prioritas bantuan. Ada dua hal yang dapat dilakukan untuk masyarakat rawan akses air bersih dalam pola pembangunan infrastruktur sarana air bersih, yaitu, pengolahan air baku dengan menggunakan teknologi pengolahan air baku atau memanfaatkan sumber air baku di wilayah lain dengan mengalirkan/pipanisasi ke wilayah rawan air bersih. Kedua alternatif pembangunan tersebut membutuhkan investasi yang besar, bagaimanapun ini menjadi tanggungjawab pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air. Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah sulit air bersih, 30 persen penghasilan mereka digunakan hanya untuk membeli air bersih. dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berterima kasih kepada tim penyusun yang telah berhasil menyusun dokumen RAD AMPL Kabupaten Tulang Bawang.

Pernyataan tersebut di atas dikemukakan oleh Bupati Tulang Bawang dalam sambutanya yang diwakili oleh Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dalam acara “Lokakarya Ekspose RAD AMPL Kabupaten Tulang Bawang”.

Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 April 2018 bertempat di Aula Kantor Bappedalitbang Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan Lokakarya ekspose RAD AMPL Kabupaten Tulang  Provinsi Lampung, dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Bappedalitbang Kab. Tulang Bawang Dicky Soerachman, S.E. yang memberikan sambutan, arahan dan sekaligus membuka acara secara resmi, mewakili Bupati Tulang Bawang.

Acara ekspose RAD AMPL Kabupaten Tulang bawang dihadiri 40 orang peserta, perwakilan dari DPRD Tulang Bawang, 5 SKPD di Lingkungan Pemkab Tulang Bawang, perwakilan dari 15 Kecamatan, pewakilan dari PDAM Way Tulang Bawang, perwakilan dari BPS Tulang Bawang, dan Fasilitator Masyarakat Roms 6 Tulang Bawang Lampung dan juga perwakilan media. Sedangkan narasumber kegiatan ekspose RAD AMPL Tulang Bawang ini Adalah Aria Ganesa, S.T., M.TP. selaku ketua tim penyusun dokumen RAD AMPL Kabupaten Tulang Bawang. Dalam paparannya Aria Ganesa, S.T., M.T. M.IP. menjelaskan tentang isi dokumen RAD AMPL Kabupaten Tulang Bawang. Dokumen RAD AMPL tersebut disusun untuk periode 5 tahun (2018-2022), berdasarkan hasil studi tim penyusun RAD AMPL Kabupaten Tulang Bawang butuh investasi sebesar Rp40.096.080.000 bidang air minum dan investasi sebesar Rp36.794.400.000, untuk bidang sanitasi. Jadi total dana yang dibutuhkan untuk menuju universal akses air minum dan sanitasi sebesar Rp76.890.480.000,atau rata-rata pertahun dibutuhkan anggaran sebesar Rp15.378.096.000. Sedangkan rata-rata anggaran air minum dan sanitasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulang Bawang baru mencapai Rp.9.529.729.000,per tahun anggaran. Sessi paparan materi tersebut dipandu oleh moderator Asminto Burniat, S.Psi., M.M. selaku District Coordinator Pamsimas Tulang Bawang.

Kegiatan Lokakarya ekspose RAD AMPL tersebut mendapat sambutan yang antusias dari peserta, khususnya peserta dari kecamatan yang sangat berharap daerah atau kecamatannya mendapatkan prioritas pembangunan sarana air minum  dan sarana sanitasi, terutama di wilayah pesisir yang rawan akses air minum dan minim sumber air baku, meliputi 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Rawa Pitu, Rawa Jitu Selatan dan rawa Jitu Timur, Gedung Meneng dan Dente Teladas. (Asminto DC Tulang Bawang;Deddy S-WDA NMC)