Sumedang, Jawa Barat – Setiap orang yang mau berusaha pasti akan menemukan kesuksesan.  Cerita inspiratif mengenai kegigihan pun datang dari seorang wanita bernama Ai Kuraesin, warga Dusun Cimuruy RT 04 RW 01 Desa Mekarmulya Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat.

Desa Mekarmulya merupakan penerima program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2020 untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat desa.  Sarana air minum dan sanitasi yang dibangun terdiri dari 1 unit reservoir, 4 Sarana Cuci Tangan (SCT) di sekolah dan 1 SCT ditempatkan di area publik (Posyandu), dan sambungan rumah (SR) sebanyak 141 unit, serta mengadakan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat seperti pelatihan administrasi KKM, kesehatan masyarakat dan pelatihan disabilitas.  Kini sarana yang dibangun tersebut dikelola oleh masyarakat dengan membentuk Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) ‘Tirta Mulya’ Desa Mekarmulya.

Ai Kuraesin merupakan seorang wanita pekerja keras yang mumpuni dalam bidang usaha (wiraswasta).  Di tengah kesibukannya yang luar biasa ia tetap berusaha untuk menyisihkan waktu dan perhatiannya untuk mengabdikan diri bagi masyarakat di desanya.    Ai merupakan sosok perempuan yang tegas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugasnya.  Orangnya sederhana dengan karakter tegas, dermawan dan peduli, sehingga warga setempat memilihnya menjadi Ketua KPSPAMS ‘Tirta Mulya.’

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya dimuka bumi.  Ketersediaan air bersih maupun air minum merupakan faktor penting untuk memenuhi kebutuhan manusia.  Derajat kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kualitas air minum dan  sanitasi yang tercermin dari ketersedian sarana yang mudah diakses masyarakat.

Ai Kuraesin menganggap pentingnya air minum dan sanitasi yang baik bagi warga di desanya.   Ia melakukan berbagai pendekatan dan sosialisasi kepada Kadus, RW, RT, dan tokoh masyarakat terkait tujuan program Pamsimas agar masyarakat lebih paham dan tidak  terjadi salah tafsir dalam tata laksana pelaksanaan dan pengelolaan air minum di desa.

Namun bukan jaminan 100% dengan adanya sosialisasi secara luas kepada berbagai kelompok masyarakat, ada saja pro dan kontra.  Pro dan kontra dalam kehidupan apalagi dalam program di masyarakat akan tetap ada, tergantung bagaimana kita mensikapinya dengan bijak.

“Pro dan kontra terjadi itu hal yang wajar karena dalam kehidupan ini selalu bergulir dengan dua sisi yang berbeda, itulah aneka warna romantika kehidupan,” tutur Ai Kuraesin.  “Bagi pihak yang pro, merupakan wujud dukungan dalam pelaksanaan program Pamsimas, sedangkan bagi pihak yang berseberangan pendapat atau pihak yang kontra merupakan tantangan yang tidak membuat langkah terhenti karena tantangan adalah harapan yang akan digapai dengan gemilang,” tambahnya.

Ai Kuraesin menceritakan pengalaman yang membanggakan  dan mengecewakan dalam pelaksanaan program Pamsimas.  Hal yang menimbulkan kekecewaan baginya ketika ‘tupoksi’ setiap pelaku dan pelaksana program tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya.  Sebaliknya, hal yang sangat membanggakan baginya ketika setiap pelaksana program menunjukkan kekompakan,  bekerjasama dengan suasana penuh semangat, saling membantu, saling mensupport, bekerja sesuai tupoksi, dan sama-sama beritikad untuk menjalankan tugas dan amanah sesuai koridor dan aturan yang harus dipatuhi serta didukung oleh masyarakat pada umumnya.

Ai Kuraesin juga mengungkapkan kebahagiaannya dimana sebelum program Pamsimas masyarakat sulit mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kini kesulitan tersebut sudah mulai teratasi berkat program Pamsimas.

Ai Kuraesin menaruh harapan besar dengan kemudahan mendapatkan akses air minum dan sanitasi diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat di kalangan masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.    Sarana yang telah dibangun melalui program Pamsimas akan dijaga dan dipelihara sehingga terus memberikan manfaat bagi masyarakat.  Sebagai Ketua KPSPAMS, Ai  beriktikad untuk menjadi pengurus yang jujur, transparan, amanah dan bertanggung jawab, serta akan berjuang keras untuk mengurus dan mengembangkan sarana sehingga betul-betul memnberi manfaat untuk masyarakat.

Tidak lupa Ai menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, dan tenaga penadamping fasilitator yang telah banyak membimbing dan mendampingi masyarakat sehingga sarana air minum yang dibangun tetap dan terus dapat dinikmati warga Desa Mekarmulya. (Elvan Jutrisa YoliaFM CD Kab Sumedang/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).