Bangka Barat, Bangka – Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Tritip Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan lokasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2018. Desa berpenduduk 530 KK atau 2.059 jiwa, berjarak ± 109,2 kilometer dari ibukota provinsi dan 70 kilometer dari ibu kota Kabupaten Bangka Barat.

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun melalui program Pamsimas memanfaatkan sumber air permukaan yang kemudian dipompa dialirkan ke permukiman penduduk. Untuk tahap awal air minum Pamsimas baru mampu melayani kebutuhan air bagi satu dusun. Wilayah yang luas dengan pemukiman penduduk yang tersebar dengan jarak antarrumah membuat pengembangan ke dusun lain sedikit terkendala. Mekipun demikian KKM bersama KPSPAMS setempat tetap berusaha menggali berbagai sumber pendanaan agar air Pamsimas dapat menjangkau semua dusun.

Untuk mendukung operasional pengelolaan sarana air minum Pamsimas, KPSPAMS sebagai pengelola memberlakukan tarif air secara flat (pukul rata) sebesar Rp 35.000/sambungan rumah/bulan. Saat ini jumlah sambungan rumah (SR) sebanyak 97 SR.

Akses sanitasi relatif bagus dengan cakupan sanitasi 92,07%, tinggal selangkah lagi menuju desa ODF (Open Defecation Free) atau bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Pada tahun 2019 desa mendapat program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dari Kementerian Kesehatan karena masuk ke dalam lokus stunting Indonesia tahun 2019. Melalui Program PKTD dibangun 20 jamban dan 20 tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) di rumah warga yang memiliki balita stunting dan ibu hamil.

Pada masa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), KKM bersama KPSPAMS membnagun sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan Posko COVID-19. Aji Gondo, Koordinator KKM ‘Air Banyu Lestari’ Desa Simpang Tiga menuturkan, apa yang dilakukannya merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah desa dalam memerangi penyebaran COVID-19. “Sarana CTPS tersebut menadapt pasokan air melalui jaringan yang dibangun dalam program Pamsimas,” tutur Santri, Ketua KPSPAMS Desa Simpang Tiga.

Tim Satgas COVID-19 yang didalamnya terdapat pengurus KPSPAMS, aktif melakukan pemeriksaan kesehatan di batas desa dan gerbang masuk desa untuk meminimalisasikan penyebaran COVID-19 ke desa. Masyarakat yang akan masuk ke desa dilakukan pengukuran suhu badan dan diharuskan melakukan cuci tangan pakai sabun. Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat banyaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Bangka Barat dan maraknya para pendatang dari luar desa/kabupaten yang datang ke Desa Simpang Tiga. KPSPAMS tidak henti-hentinya menyerukan agar masyarakat melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin melakukan CTPS menggunakan air mengalir.

Pengelola program Pamsimas melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (Balai PPW) Provinsi Kepulauan Babel, terus berusaha mendorong KPSPAMS untuk meningkatkan pelayanan air minum dan mendorong masyarakat terlibat aktif untuk keberlanjutan pelayanan air minum.

Sebagaimana disampaikan PPK Tata Laksana Balai PPW Provinsi Kepulauan Babel, Dedy Prawira Nugraha, saat ini pihaknya tengah menyiapkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Dedy bersama Tim Publikasi saat mengambilan gambar iklan (shooting) di Desa Simpang Tiga, Minggu (07/06). ILM bercerita tentang pemanfaatan sarana air minum dilengkapi testimoni penerima manfaat yang telah memiliki sambungan rumah (SR). Iklan tersebut selain ditayangkan di media cetak lokal setempat, juga ditayangkan di media sosial seperti istagram, facebook, youtube, dan twitter yang dikelola Balai PPW. Melalui penayangan iklan diberbagai platform media diharapkan dapat mendorong masyarakat penerima manfaat program Pamsimas untuk memasang sambungan rumah (SR) dan lebih disiplin dalam membayar iuran air.  Apa yang dilakukan Balai PPW ini merupakan wujud nyata peran Balai PPW dalam mensukseskan program Pamsimas di Kepulauan Babel. (Hanifah, SKM-TA STBM Kep. Babel/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).