Parigi Moutong Sulteng – Desa Sama Bahari adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Bolano yang terletak di pesisir pantai dengan Jumlah Jiwa 1.171 dan jumlah KK sebanyak 256 KK. Sekitar 90% penghidupan mereka dari usaha melaut dan 10% lainnya adalah berdagang dan menjadi Pegawai pemerintahan. Sebagian besar masyarakatnya tinggal di atas permukaan air laut. Dalam kesehariannya masyarakat Desa Sama Bahari mendapatkan kebutuhan air melalui sumur yang dibangun oleh Badan Geologi pada tahun 2014 dan juga sumur bor yang di danai melalui  dana APBDesa serta sumur-sumur pribadi masyarakat. Kondisi air dari sarana yang ada kurang layak untuk di konsumsi, warna air kekuning-kuningan dan kadang berbau.

Proyek pembangunan Sarana Air Minum oleh Badan Geologi lebih tragis lagi, karena masyarakat hanya menggunakan selama kurang lebih 8 bulan di sebabkan air yang keluar sudah bercampur lumpur.  Oleh karena itu, untuk kebutuhan mandi dan cuci saja tidak layak digunakan, selain itu sarana yang cukup jauh dari pemukiman memaksa masyarakat untuk setiap pagi dan sore hari harus mengantri untuk mendapatkan air. “Kalau begini terus, setiap hari angkat air lama kelamaan tangan kami bisa panjang”sambil tersenyum berkata ibu Nita salah satu ibu yang selalu mengantri.

Pada Tahun 2016, Pemerintah Desa Sama Bahari mengajukan proposal usulan untuk mendapatkan Program Pamsimas kepada Pakem Kab. Parigi Moutong. Proposal tersebut disetujui pada tahun 2017, Desa Sama Bahari menjadi salah satu desa yang di usulkan dalam penganggaran Program Pamsimas TA. 2017 melalui anggaran APBN. Namun, dalam pada saat penetapan desa-desa yang akan di anggarkan Desa Sama Bahari tidak termasuk dalam Surat Penetapan Desa. Hal ini di akibatkan karena pihak Pmerintah Pusat menganggap desa Sama Bahari tidak memiliki sumber air baku yang cukup untuk melaksanakan Program Pamsimas. “Hal ini membuat kami selaku pemerintah desa merasakan kekecawaan, karena persiapan untuk pelaksanaan program tersebut sudah terlaksana. Mulai dari pengumpulan in-cash sampai pada pembebasan lahan yang akan di gunakan untuk sarana yang akan di bangun. Namun, harapan kami selaku Pemerintah Desa dan KKM tidak pernah luntur untuk dapat membantu masyarakat mendaptkan air minum yang layak kepada masyarakat” ujar Kepala Desa Sama Bahari.

Terhitung sejak bulan juli 2017 pada saat penetapan desa, kami Pemerintah Desa dan KKM desa Sama Bahari selalu intens berkomunikasi dengan pihak Bappelitbangda dalam hal ini PUPRP dalam hal ini Satker Pamsimas dan DPMU serta Fasilitator Masyarakat dan Tim Roms 16 Kab. Parigi Moutong untuk mendaptkan air minum yang layak untuk masyarakat Desa Sama Bahari.

Alhamdulilah perjuangan kami tidak sia-sia, kabar baik itu akhirnya datang juga. Pada bulan November 2017 Surat Keputusan Pelaksanaan kegiatan melalui penganggaran APBD terbit. Anggaran untuk pelaksanaan pekerjaan sarana air minum kami dapatkan sebesar Rp 400.000.000,- yang dibagi atas dua tahapan. Tahap pertama yang dilaksanakan sejak Desember 2017- Januari 2018 sebesar Rp 200.000.000,- dan sisanya pada bulan berikutnya yaitu Maret 2018 “ ujar Ishak selaku  Koordinator KKM.

Kabar ini menjadi kabar bahagia bagi kami selaku Pemerintah Desa dan KKM Desa Sama Bahari. Akhirnya air yang layak bagi masyarakat Desa Sama Bahari dapat kami nikmati. Walaupun jarak pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang sangat mepet hanya sekitar 2 bulan pelaksanaan namun dengan semangat dan gotong royong pekerjaan tahap I tersebut dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang diberikan.

Oleh karena itu, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Bupati Kabupaten Parigi Moutong atas perhatiannya kepada masyarakat Desa Sama Bahari, terkait penyediaan air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat desa. Saat ini, masyarakat desa sudah bisa mendapatkan air bersih yang layak dan bukan hanya mimpi saja” ucap Koordinator KKM Ishak.

Melalui sambutannya pada peresmian tahap I, H. Samsurizal Tombolotutu Bupati Parigi Moutong mengharapkan semoga sarana yang terbangun ini bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Sama Bahari serta sarana tersebut dapat terjaga keberlanjutannya yang salah satu pointnya adalah dengan penerapan iuran air minum. Agar sarana yang telah dibangun dapat selalu terawat. Melalui sambutannya juga, Beliau menegaskan bahwa air minum dan sanitasi harus menjadi prioritas utama yang ada di dalam desa, olehnya Beliau mengharapkan penggunaan dana desa untuk 2 hal tersebut harus di dahulukan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Sama Bahari melalui Kepala Desa berjanji akan menjaga sarana yang terbangun agar tetap optimal serta berkelanjutan sehingga anak cucu kami dapat menikmati juga sarana ini. Lanjut beliau, desa telah menganggarkan untuk setiap rumah mendapatkan sambungan rumah, agar masyarakat tidak perlu lagi mengantri umtuk mendapatkan air bersih. Selain itu, komitmen kami untuk melaksanakan pungutan iuran kepada setiap masyarakat yang akan tertuang pada Peraturan Desa (Perdes).

Hal ini menjadi kebahagiaan bagi kami masyarakat desa sambahari, kami tidak perlu lagi mengangkat air jauh-jauh dan tangan kami tidak akan panjang lagi karena setiap hari angkat air. Untuk iuaran, berapapun kami akan bayarkan asalkan air tidak susah lagi” berkata Usman warga desa samabahari. (Muhammad Alim Bahri -DC Parigi Moutong-Sulteng; Deddy S-WDA NMC)