Jakarta, 9 Juli 2018 Aktor, produser film dan sekaligus penulis skenario terkenal dari Amerika Serikat, Matt Damon, berkunjung ke Indonesia. Dengan ditemani Gary White, ia melakukan “blusukan” ke desa-desa di Kabupaten Kendal di Jawa Tengah, 3-5 Juli 2018.

Kunjungan Matt Damon ke Indonesia kali ini tidak ada kaitannya dengan pembuatan film.  Mereka datang ke Indonesia untuk melihat secara langsung kemajuan program Water.org di Indonesia dengan melakukan kunjungan ke lembaga keuangan mikro dan penyedia layanan air mitra Water.org serta mengetahui dampak positif langsung dari orang-orang yang diuntungkan oleh program tersebut, sebagaimana rilis yang disampaikan Water.org Perwakilan Indonesia, Senin (09/07/2018).

Matt Damon selain membintangi sejumlah film yang juga beredar di Indonesia, diantaranya Interstellar (2014), The Martian (2015), Jason Bourne (2016), Dead Pool (2018), bersama Gary White (kini, CEO Water.org) merupakan pendiri organisasi Water.org, yang telah memelopori solusi keuangan yang didorong oleh krisis air global selama lebih dari 25 tahun, memberi harapan kepada perempuan, kesehatan anak dan komunitas masa depan. Water.org merupakan organisasi nonprofit internasional yang berbasis di Kansas City, Missouri, AS yang telah mengubah secara positif lebih dari 12 juta jiwa penduduk di seluruh dunia melalui akses ke air bersih dan sanitasi. Water.org beroperasi di 13 negara di tiga benua di seluruh dunia.

Water.org mulai beroperasi di Indonesia pada awal 2014 dan berusaha membangun hubungan dengan berbagai lembaga keuangan dan penyedia layanan air dan sanitasi melalui tiga program utama : WaterCredit, Community-Based Organization (CBO), dan WaterConnect. Water.org sendiri telah menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PU-PR selaku pengelola program Pamsimas, Agustus 2017 lalu.

Selama berada di Kabupaten Kendal mereka mengunjungi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) “Tirto Lestari” di Desa Kalirandugede Kecamatan Cepiring dan KP-SPAMS “Kartika Tirta” di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon. Desa Kalirandugede merupakan penerima program Pamsimas TA 2009, sedangkan Desa Kartikajaya menerima program Pamsimas TA 2011. KP-SPAMS sendiri merupakan kelembagaan desa bentukan masyarakat untuk mengelola, mengoperasikan, dan mengembangkan SPAMS perdesaan yang dibangun melalui program Pamsimas.

Mereka menyempatkan menemui Mundolin, Direktur PD BPR BKK Kendal, dan membahas tentang produk pinjaman CBO (Communities-Base Organisation), termasuk yang disalurkan kepada KP-SPAMS di Kabupaten Kendal. Sebuah program yang diusung Water.org guna membantu penyediaan akses pembiayaan bagi KP-SPAMS untuk memperluas jaringan air bersih kepada warga yang membutuhkan terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

PD BPR BKK Kendal telah memberikan pinjaman kepada lima KP-SPAMS dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp 50 juta. KP-SPAMS “Tirto Lestari” Desa Kalirandugede dan KP-SPAMS “Kartika Tirta” Desa Kartikajaya adalah contoh penerima produk pinjaman CBO dari PD BPR BKK Kendal yang digunakan untuk mengembangkan jaringan pelayanan air minum sehingga dapat menjangkau seluruh warga desa.

Dalam kunjungan ke pengelola KP-SPAMS, kesempatan tersebut mereka gunakan tidak hanya untuk melihat sistem air CBO berjalan, tetapi juga untuk berbicara dengan penduduk desa yang diuntungkan oleh koneksi air CBO. Keduanya terlibat asyik berbicara dengan Hadi, pemilik toko kecil di rumahnya, dan Atik, seorang guru kelompok bermain, menceritakan perjuangan mereka untuk mendapatkan air sebelum mendapat koneksi air CBO. Minum air asin, menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga, dan depresiasi air sumur, hanya sedikit dari begitu banyak kesulitan yang dihadapi oleh warga Desa Kaliradugede dan Desa Kartikajaya. Kini warga kedua desa tersebut tidak lagi mengalami kesulitan air. Berkat produk pinjaman CBO, kini KP-SPAMS setempat telah dapat menyediakan layanan air 24 jam yang menjangkau langsung ke rumah-rumah warga.

Secara umum, kunjungan tiga hari di Indonesia telah memberi Damon dan White tentang program water.org di Indonesia lebih mendalam. Terutama tentang kondisi akses air bersih dan sanitasi yang sesungguhnya di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal dan Batang. Mereka juga bisa melihat pentingnya melakukan kolaborasi dan menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan dan perusahaan air untuk mempercepat tujuan universal  air dan sanitasi ke rumah tangga terutama  bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. PAMSIMAS)