Berbagi dan melayani merupakan sebuah kewajiban yang harus ditunaikan demi kebutuhan hak   dasar  (air bersih)  yang  lebih layak. Penerapan teknologi  pengelolaan air  oleh KPSPAMS  memberikan kualitas air semakin jernih.

Demak, Jawa Tengah – Jauh sebelum Pamsimas masuk di desa, kebutuhan akan air bersih yang digunakan  sebelum  tahun 2008  adalah  sumur  dangkal  dengan  kedalaman kurang  dari  10  m dengan debit air yang tidak terlalu besar dengan jumlah pemakai yang tidak lebih dari 4 KK.  Apabila dipergunakan lebih dari itu maka air akan habis dan harus menunggu lagi pada pagi harinya.

Sumber lain yang bisa digunakan yaitu dari Sungai Sidowayah, dimana airnya keruh dan kondisi pada saat kemarau kering. Air dari sungai ini digunakan untuk kegiatan MCK dengan pengambilan secara langsung ke sungai dengan bantuan pompa sanyo.

Sumber lain adalah Sungai Kalijajar, yang airnya mengalir terus menerus sepanjang tahun.  Di musim kemaraupun air tersedia berlimpah.  Warga mengambil air dengan dirigen.  Ada juga warga yang  mengambil keuntungan ekonomis dengan menjual  air sungai tersebut seharga  Rp. 3.000/derigen.

Desa Kedungori  berada  di sebelah  selatan  wilayah Kabupaten Demak, tepatnya di Kecamatan Dempet.

Akses sanitasi yang buruk karena aliran air yang tidak  lancar  semakin memperparah  kondisi  warga desa.

Bagaimana dengan Pamsimas

Saat desa tersebut memperoleh bantuan program Pamsimas tahun 2009,   muncul optimisme dari masyarakat bahwa sarana air yang lebih baik akan segera hadir.   Bukan hanya Pamsimas, tahun 2012 mendapatkan  Program Hibah  Insentif  Desa  (HID), tahun 2015 mendapat HIK tahun 2015, dan pada tahun 2017 kemarin mendapat program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP).  Melalui berbagai bantuan tersebut, terbangun 1 unit sumur dalam, menara air kapasitas 18 m2, pipa transmisi dan distribusi sepanjang 10 Km, dan IPAS (Istalasi Pengolah Air Sederhana) sebanyak 3 unit.

Rasa syukur masyarakat terhadap apa yang sudah diberikan pemerintah dengan memberikan fasilitas air bersih, sehingga terpenuhinya keadilan sosial khususnya hak dasar yang diterima. Sampai dengan tahun 2017 pelayanan air bersih sudah mencapai 100%,  dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 3.056 jiwa, dengan jumlah sambungan 872 SR dan peningkatan akses sanitasi 100% (JSP 853 buah dan JSSP 163 buah).  Pengelola SPAMS Perdesaan tinggal mengelola keberlanjutan dengan  melakukan perawatan, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

Apa yang diperoleh

Sesuai visi yang ingin dicapai “Terwujudnya masyarakat yang hidup bersih, sehat, dan sejahtera,”  maka sistem pengelolaan yang diterapkan dengan tetap menanamkan rasa memiliki dan keiklasan dalam mewujudkan pelayanan masyarakat. Salah satu wujud pelayanan  KP-SPAMS Kedung Tirto adalah mampu menyediakan kualitas air yang layak dengan penerapan teknologi tepat guna.

Tahun demi tahun belajar untuk menyempurnakan kualitas air yang akan disalurkan kepada masyarakat, baik dengan sistem yang ada sejak tahun 2009 dengan sistem IPAS yang  masih harus dilakukan pengolahan secara sederhana, belajar merawat sumur bor, dan yang terbaru adalah penerapan PAC (Poly Aluminium Chloride) pada pengolahan air sungai.

PAC adalah produk perawatan air yang sangat efektif dan efisien,  merupakan koagulan (zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif partikel di dalam suspensi) yang bisa membantu untuk menjernihkan air.  Manfaat dari penerapan teknologi ini adalah kualitas air yang dihasilkan lebih jernih.

Tahapan teknologi pengolahan air dengan PAC yaitu koagulasi (pengadukan cepat), flokulasi (pengadukan lambat), sedimentasi (pengendapan), filtrasi (penyaringan), dan desinfeksi. Ngatmin, Ketua KP-SPAMS Kedung Tirto menjelaskan, dosis PAC dalam proses pengadukan cepat membutuhkan bahan sebanyak 6 kg yang dilarutkan dengan 600 lt air dan dapat digunakan untuk satu hari. Sehingga kebutuhan PAC dalam satu bulan sebanyak 180 kg PAC.

Bagaimana dengan Kualitas Pelayanan

Pengguna pelayanan air bersih (customer’s expectation) adalah tersedianya air terutama setiap saat dibutuhkan, serta jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan air bersih harian, sehingga kuantitas dan kontinuitas aliran air bersih menjadi hal yang utama dalam penentuan tingkat kepuasan bagi masyarakat pengguna layanan.

Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah pengguna air bersih melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan KP-SPAMS dalam pelayanan memenuhi harapan pengguna.

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air. Ditinjau dari segi kualitas (mutu) air secara langsung  atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air bersih, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh masyarakat sebagai air bersih sudah sesuai dengan standar kualitas air apalagi dengan penerapan teknologi pemurnian air sudah dilakukan oleh KP-SPAMS, dimana merencanakan sistem dan proses dilakukan terhadap sumber daya air.  Persepsi terhadap kualitas air dalam penelitian ini hanya parameter fisik.  Parameter ini diambil karena parameter fisik yang meliputi bau, rasa, warna, dan kekeruhan dapat diterjemahkan oleh indera manusia.  Seperti indera penciuman (bau), indera penglihatan (warna dan kekeruhan), dan indera pengecap (rasa) sehingga responden dapat memberikan penilaian.  Air yang berkualitas baik akan dinilai secara fisik menunjukkan kondisi tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna dan tidak keruh. Dari identifikasi yang dilakukan oleh KP-SPAMS terdapat 100% pengguna air atau 887 KK menyatakan kualitas air bagus dan jernih.

Kontinuitas pengaliran paling ideal adalah 24 jam non-stop mengingat kebutuhan akan ketersediaan air tidak tergantung waktu. Kontinuitas sangat berkaitan dengan kebiasaan pemakaian air.

Kepuasan masyarakat akan pelayanan KP-SPAMS serta adanya penerapan teknologi tepat guna tersebut, pengguna air merasa sangat puas dan semua pelayanan dalam satu desa dapat dilayani Pamsimas. (Ngatmin-Ketua KP-SPAMS Kedung Tirto & Subandriyo-DC Demak/Hartono Katyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)