Tanjung Selor-Bulungan, Kaltara – Dukungan diberikan Bupati Bulungan Kalimantan Utara, H Sudjati, dengan membuka acara sekaligus menyampaikan arahannya pada kegiatan Pelatihan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) se-Kabupaten Bulungan, yang dilaksanakan di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (9/11). Pelatihan selama empat hari ini diikuti oleh sepuluh KP-SPAMS se-Kabupaten Bulungan yang dibentuk melalui program Pamsimas yang dilaksanakan di Kabupaten Bulungan pada tahun anggaran 2017.

Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Bulungan menyampaikan betapa pentingnya air sebagai kebutuhan dasar manusia. Melalui program Pamsimas diharapkan kepada Pengurus KP-SPAMS se-Kabupaten Bulungan agar berupaya memelihara dan mengembangkan sarana yang telah dihasilkan melalui program Pamsimas. Pemeliharaan sarana terbangun tersebut penting dan wajib dilakukan oleh masyarakat, sehingga dana yang telah digelontorkan secara bersama-sama (kolaborasi) oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat, tidak mubazir dengan terpeliharanya sarana sehingga memberikan manfaat secara terus-menerus khususnya bagi desa-desa yang mendapatkan alokasi kegiatan Pamsimas III di Kabupaten Bulungan.

Bupati juga mengingatkan kepada jajaran Pemerintah Daerah untuk memikirkan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk melakukan peningkatan dan pengembangan sarana lebih lanjut sehingga masyarakat desa dapat menikmati air bersih yang terjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya.

Sebagaimana disampaikan Aris Ma’mun Riyadie, yang merupakan Koordinator Pamsimas Kabupaten Bulungan, pelaksanaan Pelatihan KP-SPAMS merupakan bagian dari Program Pamsimas III di Kabupaten Bulungan untuk desa-desa yang telah melaksanakan kegiatan fisik di tahun 2017. Pada tahun 2017 sebanyak 10 desa telah menyelesaikan kegiatan fisik dengan baik, dan telah dibentuk Pengurus KP-SPAMS di desa tersebut. Saat ini terdapat 20 KP-SPAMS di Kabupaten Bulungan, sepuluh diantaranya dibentuk pada kegiatan Pamsimas Tahun 2018 yang saat ini pembangunan fisiknya tengah berlangsung. Pelatihan kali ini diikuti oleh pengurus KP-SPAMS yang telah menyelesaikam kegiatan fisik pada tahun 2017, setiap KP-SPAMS diwakili oleh dua orang yaitu Ketua KP-SPAMS dan Unit Teknis.

Kegiatan Pelatihan bagi KP-SPAMS yang baru dibentuk ini melibatkan semua instansi terkait yang ada di Kabupaten Bulungan, yaitu Bappeda, Litbang, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Tim Pamsimas Kabupaten Bulungan termasuk Fasilitator Senior dan Fasilitator Masyarakat lainnya.

Melalui pelatihan diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan KP-SPAMS di tingkat desa yang mampu mengelola sarana yang dibangun melalui Program Pamsimas sehingga bisa bermanfaat bagi warga dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk memenuhi pelayanan air minum dan sanitasi secara maksimal bagi warga.

Setelah pelatihan KP-SPAMS selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Keberlanjutan KP-SPAMS dan Pengembangan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Kabupaten Bulungan. Melalui Workshop diharapankan sarana yang dibangun melalui Pamsimas dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat secara terus menerus bagi masyarakat perdesaan.

Pada akhir pelatihan yang dilanjutkan Workshop Keberlanjutan, dilakukan musyawarah oleh seluruh pengurus KP-SPAMS yang hadir untuk membentuk wadah di tingkat kabupaten guna menaungi KP-SPAMS di tingkat desa. Untuk itu seluruh pengurus KP-SPAMS tingkat desa sepakat membentuk Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan “Sungai Kayan Mandiri” Kabupaten Bulungan, dan sekaligus menunjuk kepengurusan. Kepengurusan pertama Asosiasi SPAMS Perdesaan “Sungai Kayan Mandiri” dipimpin oleh Hengky Aan Lesmana (Ketua), Marvendi Ebo (Sekretaris), dan Purneli (Bendahara), dengan dibantu beberapa pengurus lainnya. Diharapkan para pengelola Asosiasi dapat menjadi mediator antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pihak lainnya sehingga masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan dasar air minum aman dan sanitasi yang layak secara berkelanjutan.

Sebagaimana disampaikan Ketua Asosiasi terpilih, kegiatan Pelatihan dan Workshop Keberlanjutan KP-SPAMS dapat menjadi momentum awal untuk mendorong peran aktif KP-SPAMS untuk lebih intens melakukan pendekatan kepada Pemerintah Desa.  KP-SPAMS perlu mendorong upaya pengintegrasian PJM Pro-AKSi kedalam dokumen perencanaan pembangunan desa yaitu dokumen RPJM Desa dan RKP Desa untuk memastikan keberlanjutan dan dapat meningkatkan layanan secara mandiri melalui pengelolaan sarana dan iuran (tarif pelayanan air minum). Keberadaan dana desa yang menjadi kewenangan Pemerintah Desa dapat dialokasikan dalam rencana pembangunan desa melalui dokumen RPJMDesa dan RKP Desa. (Gamal M Taiyeb-TA CD CB KALTARA/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp)