Karanganyar, Jateng – Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah layak mendapatkan ajungan jempol.  Pimpinan daerahnya patut diapresiasi karena mampu menggerakkan warganya hingga mampu mewujudkan akses aman air minum 100% bagi warganya di sejumlah desa.  Pemerintah Desa, masyarakat, dan pihak-pihak lain yang terkait pencapaian tersebut perlu diberikan apresiasi juga.  Apa yang telah dicapai merupakan hasil kolaborasi program dan pendanaan yang melibatkan Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, stakeholders strategis dalam mewujudkan pemenuhan ketersediaan sumber dan akses air minum yang merata dan berkelanjutan.

Adalah Desa Pendem (2015),  Buntar (2012), Gentungan (2013), dan  Ngadirejo (2013) di Kecamatan Mojogedang; Desa Gantiwarno (2011) di Kecamatan Matesih; Desa Ploso (2015) di Kecamatan Jumapolo;  Desa Sambirejo (2009) dan Sukosari (2010) di Kecamatan Jumantono; Desa Jatipuro (2012) dan Ngepungsari (2012) di kecamatan Jatipuro; Desa Puntukrejo (2015) dan Ngargoyoso (2012) di Kecamatan Ngargoyoso;  Desa Sidomukti (2011), Gumeng (2009), dan Anggrasmanis (2008) di kecamatan Jenawi; desa Ganten (2014) di Kecamatan Kerjo; dan Desa Dayu (2014) di Kecamatan Karangpandan.  Ke 17 Desa tersebut (total 177 desa se-Kabupaten Karanganyar) merupakan Desa Pamsimas dari tahun 2008 sampai dengan 2015, yang dinyatakan sebagai Desa Pamsimas dengan akses aman air minum telah mencapai 100%.

Bupati Karanganyar mengukuhkan 17 Desa tersebut dan memberikan Sertifikat 100% Akses Air Minum Dasar, Desember lalu.  Dalam kesempatan penyerahan Sertifikat tersebut, Bupati Karanganyar H. Juliatmono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan air dengan bijak, memelihara sarana yang dibangun, dan menjaga sumber air serta melestarikannya.  Bupati  mengingatkan, dalam rangka pemenuhan akses aman air minum 100% harus didasari pada kehidupan yang harmoni baik kepada Tuhan sebagai Pencipta alam dan isinya,   harmoni kepada sesama manusia dengan saling bekerjasama dan tolong menolong, serta harmoni dengan alam.

Bupati berharap kepada 17 Desa tersebut untuk menjadi pionir dan dapat memicu desa-desa lainnya.  ”Tahun 2018 semua masyarakat se-Kabupaten Karanganyar harus sudah bisa menikmati air minum yang aman tanpa adanya pengecualian,” imbuh  Bupati untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung program Pemerintah dalam mewujudkan Universal Access di daerahnya.

Dalam mewujudkan “Karanganyar Sejahtera”, Pemda giat melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya terutama pelayanan air minum dan sanitasi dasar.  November lalu Kabupaten Karanganyar sudah menyatakan diri “ODF” atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan.

Kini, mereka menggenjot untuk meningkatkan akses air minum.  Penyediaan air minum yang aman menjadi prioritas pembangunan mengingat air merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Pemda melalui Dinas PU-PR bersama pengelola Pamsimas Kabupaten Karanganyar menggelar sarasehan “Membangun Gerakan 100% Akses Air Minum”,  Desember lalu.    Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Karanganyar Edi Sriyatno selaku penyelenggara menyampaikan, sarasehan dilakukan untuk mengetahui hambatan dan persoalan terkait dengan pemenuhan air bersih.  Penyelenggaraan kegiatan sebagai upaya percepatan pencapaian Universal Access 100% bidang air minum dan pelestariannya, serta mendorong komitmen Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, OPD terkait serta stakeholders strategis lainnya guna terpenuhinya ketersediaan sumber  dan akses air minum yang merata dan berkelanjutan. Turut hadir dalam sarasehan seluruh Kepala Desa, BP-SPAMS dan Asosiasi BP-SPAMS, OPD dalam Pokja AMPL, Tim Pamsimas, Pakem, Asisten II Pembangunan, Sesda, Baperlitbang, PDAM, DPRD, dan Baznas,   yang selama ini telah terlibat aktif dalam memfasilitasi penyediaan air bersih di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sarasehan tersebut ada masukan dan usulan dari BP-SPAMS, para Kepala Desa dan Asosiasi BP-SPAMS terkait kondisi dan persoalan yang dihadapi dalam mewujudkan 100% akses air minum, yang kemudian ditanggapi DPMU, PDAM, Bapermasdes  dan Tim ROMS 8 Jawa Tengah.  Hal-hal yang mengemuka dalam sarasehan antara lain,  pentingnya dukungan Pemda  untuk meningkatkan kapasitas bagi pengelola SPAMS, dukungan teknologi pengolahan air dengan kandungan zat besi tinggi, pemberian tarif listrik sosial untuk BP-SPAMS, kebutuhan alat penguras sumur supaya kualitas air terjaga, perlunya koordinasi antar berbagai pihak dalam pencapaian 100% akses air minum, maupun penguatan kelembagaan desa.

Terhadap usulan-usulan tersebut Ketua DPMU berjanji akan mengupayakannya dengan melakukan koordinasi dengan OPD terkait.  Sedangkan dari ROMS 8 Jateng yang di wakili oleh Tony Subrata-TA LGS dan Sri Wahyuni-TA CD CB menyampaikan pentingnya menjalin kerjasama dan kolaborasi yang solid dari semua stakeholders yang ada di Kabupaten Karanganyar baik di level Pemda, Pemdes, masyarakat, Asosiasi SPAM, dan swasta untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya 100% akses aman air minum.  Dengan adanya sarasehan tersebut diharapkan semua desa bisa memaksimalkan potensi yang ada baik dari potensi anggaran (Dana Desa, CSR maupun swadaya masyarakat) dan potensi alam beserta infrastrukturnya sehingga masyarakat dengan mudah bisa mengakses air minum yang aman.

Akhir sarasehan dilakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Percepatan Pencapaian 100% Air Minum bagi Kabupaten Karanganyar, yang berisi:  [i] Mendukung dan memprioritaskan program-program yang berhubungan dengan penyediaan air minum layak, [ii] Membangun sinergitas semua stakeholders (OPD terkait, CSR dan masyarakat) dalam rangka memfasilitasi  pencapaian 100% akses air minum, [iii] Pemerintah Desa bersedia untuk memprioritaskan penggunaan APBDes/ Dana Desa untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, serta mengkonsolidasikan pengelolaan SPAM di desa, [iv] Mendorong  masyarakat ikut serta  bertanggungjawab terhadap pelestarian dan keberlanjutan sarana layanan air minum perdesaan, dan [v] Mendorong semua pihak untuk menjamin dalam rangka menjaga kantong-kantong air, supaya ketersediaan pasokan air bersih bisa terjaga, sehingga kehidupan masyarakat Karanganyar terjamin kesejahteraannya. Deklarasi ditandatangani seluruh peserta dan akan ditindaklanjuti dalam aksi sesuai dengan porsi dan kewenangan masing-masing (Rini Yuliasning-DC Karanganyar/Sri Wahyuni-TA CD-CB Jateng/ Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)