Banjarmasin, 2 Agustus 2017 – CPMU Program PAMSIMAS selaku pengelola program tingkat pusat menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Kualitas Implementasi Bidang Pengelolaan  Pemberdayaan Masyarakat, Sistem Informasi Manajemen dan Keuangan, di Banjarmasin (2-5 Agustus).  Lokakarya ini dimaksudkan untuk melakukan penguatan bagi tenaga pendamping program di tingkat provinsi dalam peningkatan kualitas pengelolaan pekerjaan di wilayah provinsi masing-masing terkait dengan pemahaman peran dan akuntabilitasnya.

Peserta lokakarya merupakan tenaga pendamping program di tingkat provinsi, yang terdiri dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (CD), Tenaga Ahli SIM (DMA), dan Tenaga Ahli Keuangan (FMS) yang berasal dari 33 Provinsi wilayah kerja program Pamsimas.  Adapun sebagai narasumber  lokakarya adalah Ketua CPMU Program Pamsimas, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMBM)-Ditjen Cipta Karya Kemeterian PUPR, PPK Pembinaan Pelaksanaan-Satker PAMBM (wilayah 1, 2, 3)-Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, dan Bank Dunia,  serta CMAC sebagai pemandu lokakarya.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Ketua CPMU Program Pamsimas, Agus Ahyar dan sekaligus menyampaikan arahannya.  Dalam arahannya, Agus Ahyar yang merupakan orang nomor satu dalam pengelolaan program Pamsimas memberikan motivasi dan dorongan semangat kepada peserta Lokakarya untuk lebih meningkatkan kinerja Pamsimas III.  Target desa sasaran  rata-rata 5.000 desa per tahun merupakan tugas berat dan diperlukan kerja keras.  Tugas berat tersebut harus dibarengi dengan keikhlasan yang tinggi karena secara moral merupakan tugas mulia dalam membantu masyarakat miskin di perdesaan.  Tugas kian komplek karena harus mengerjakan dua pekerjaan sekaligus, yaitu mendampingi masyarakat menyelesaikan fisik (infrastruktur) desa sasaran tahun 2017 dan sekaligus menyiapkan desa sasaran tahun 2018 yang harus sudah ditetapkan akhir November 2017.

Dalam arahan lainnya, Agus Ahyar menyoroti masalah turunnya kinerja Pamsimas II dibandingkan Pamsimas I yang antara lain disebabkan kinerja SIM, rendahnya tingkat penyerapan dana BLM Pamsimas III (tingkat penyerapan 20%), pentingnya keberlanjutan program dikaitkan dengan kewajiban membayar iuran SPAMS, dan belum tercapainya sejumlah indikator seperti tertuang pada Key Performance Indicator (KPI) terutama dalam pemenuhan target penerima manfaat (tambahan akses air minum dan sanitasi yang layak).

Sementara itu, Fitri Peranginangin selaku Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum Berbasis Masyarakat, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, menyampaikan pesan untuk menjaga kekompakan Team Work, mulai dari fasilitator hingga CMAC, dan dari DPMU sampai dengan CPMU, serta sinkronisasi dan koordinasi dari Kementerian/lembaga  yang terlibat dalam program.  Tim Pamsimas diibaratkan sebagai  satu keluarga yang utuh, sehingga padu dan harmonis dalam mengemban tugas mulia membantu masyarakat.  Terkait perubahan BLM dari bansos menjadi belanja barang, Ka. Satker PAMBM mengingatkan agar semua kegiatan pengadaan barang harus dipastikan didukung  bukti pengeluaran yang kuat dan didukung foto fisik, jumlah pengeluaran harus sebanding dengan progress fisik.  Terkait dengan temuan Auditor BPKP, Fitri Peranginangin meminta untuk segera ditindaklanjuti sesuai deadline yang diberikan.  Kepada Tenaga Ahli SIM (DMA) yang hadir, ia berpesan agar input data SIM dilakukan secara akurat (valid) sehingga keputusan yang diambil berbasis data SIM (website) dapat dilakukan secara benar dan tepat.

Lokakarya diawali dengan pemaparan Key Performance Indicator (KPI) oleh Ari Alam, Co-Team Leader CMAC, terkait indikator pencapaian kinerja program Pamsimas III hingga akhir tahun 2020.  Selanjutnya peserta Lokakarya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelas Pemberdayaan Masyarakat (CD), kelas Sistem Informasi Manajemen (DMA), dan kelas Keuangan (FMS).  Masing-masing kelompok berdiskusi dan melakukan pendalaman terhadap berbagai isu dan permasalahan yang dihadapi di lapangan dengan dipandu Tenaga Ahi CMAC.  Setelah kunjungan lapangan ke desa Pamsimas, setiap peserta lokakarya diminta untuk menyusun strategi pelaksanaan kegiatan yang dirinci ke dalam  rencana kerja (activity) dengan merujuk KPI dan  TOR masing-masing Tenaga Ahli.  Pada akhir lokakarya perwakilan dari setiap kelompok tenaga ahli melakukan presentasi dalam forum pleno dan peserta lainnya menyampaikan tanggapan.  Dari presentasi rencana kerja dan pembahasan bersama tersebut, maka dapat dilakukan pembelajaran bersama sehingga setiap peserta dapat menyempurnakan kembali rencana kerja yang dibuatnya disesuaikan dengan kondisi lapangan di wilayah kerja masing-masing.

Kunjungan ke Desa

Sebelum lokakarya diakhiri dengan mewajibkan setiap peserta untuk menyusun strategi pelaksanaan kegiatan yang dilengkapi dengan rencana kerja (activity), terlebih dulu dilakukan kunjungan lapangan ke desa Pamsimas (desa pasca dan desa baru).  Untuk itu kelompok SIM (DMA) dan Keuangan (FMS) melakukan kunjungan lapangan ke desa, sedangkan kelompok Pemberdayaan Masyarakat melakukan simulasi CB Day di Kantor Bappeda Kabupaten Banjar.  Desa yang dikunjungi adalah desa Benua Anyar Sungai Tuan (tahun 2012) dan desa Pekauman Ulu (tahun 2015) di kec. Astambul kab. Banjar, mewakili desa lama, serta desa Sungai Rangas Ulu dan Sungai Batang Ilir di kec. Martapura Barat kab. Banjar mewakili desa baru (tahun 2017).  Dalam kunjungan tersebut dilakukan pertemuan dan diskusi dengan Camat, Kepala Desa, KKM/Satlak,  dan Pengurus BPSPAMS serta pengecekan sarana air minum dan sanitasi terbangun dan  pembukuan masyarakat.   Turut menyertai kunjungan lapangan Fitri Peranginangin, Kasatker PAMBM Ditjen Cipta Karya didampingi PPK Pembinaan Wilayah III Diah Suryaningtyas.

Hasil kunjungan ke desa yang kemudian didiskusikan bersama dijadikan sebagai bahan pembelajaran bersama guna peningkatan kualitas implementasi bidang pengelolaan  pemberdayaan masyarakat,  SIM dan keuangan dalam program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. (Hartono Karyatin-SosMed Communications Sp.)