Bangka Barat , Babel– Akses yang saat ini memilik akses sanitasi 81,66% (sumber SMART STBM, April 2017) dengan Jumlah penduduk Desa Limbung 846 , dengan kompoisi  laki-laki sebanyak 469, dan sebanyak 377 perempuan, Jumlah rumah 204, dan terdiri dari 241 KK. Kabupaten Bangka Barat memiliki Desa yang sudah ODF sebanyak 6 Desa, pada hari Jumat,7 April 2017 bertempat di halaman SDN 4 Limbung, Desa Limbung Kecamatan Jebus melaksanakan Deklarasi ODF, sehingga sampai saat ini total keseluruhan berjumlah 7 Desa.

Pada acara Deklarasi tersebut hadir , Wakil Bupati Bangka Barat Markus,  SH, Asisten II H.  Rozali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kep. Bangka Belitung drg. Mulyono Susanto, MHSM, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kasnetty,  S. Sos, Kepala Bidang Binkesmas Kabupaten Achmad Nursyandi S. Far.,  Apt.,  MPH (Kabid Yankes) beserta seluruh Kepala Puskesmas dan Camat serta Kepala Desa Limbung dan masyarakat yang hadir.

Kegiatan diisi dengan Pembacaan Deklarasi bersama dibacakan oleh Kades Limbung diikuti oleh seluruh Kadus, Ketua RT, Ketua RW, Kader, Perangkat Desa diikuti oleh seluruh Peserta yang hadir khususnya masyarakat Desa Limbung.

Pada sambutan, Wakil Bupati berpesan, “Kami atas nama pemerintah mengapresiasikan kinerja dan Kader Desa Limbung sehingga menjadi Desa ODF, kami harap prestasi ini bisa ditiru desa lain, sehingga kedepan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka Barat meningkat secara signifikan”.  Selanjutnya Wakil Bupati menyerahkan Piagam ODF kepada Kades Limbung Bpk Zulkifli yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Jebus Bpk.  Yudistira Panjaitan, S.KM.

Senada hal tersebut, Kasi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja & Olah Raga  Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sujari,SKM.M.Kes menyampaikan kepada Faskab STBM,setelah tuntas Pilar 1 Stop BABS, maka dilanjutkan dengan Pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun yaitu : Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit kedalam tubuh manusia, salah satu metode yang murah dan bisa dilaksanakan oleh masyarakat adalah membiasakan cuci tangan pakai sabun. Mencuci tangan pakai sabun sebaiknya dilakukan setelah buang air besar, setelah memagang binatang peliharaan, setelah memegang banda-benda yang kotor, sebelum makan, setelah makan, sebelum menyusui, dan lain-lain.

Diakhir kegiatan Wakil Bupati bersama dengan seluruh peserta yang hadir bergoyang Senam CTPS. (Bely Triana Sari, SKM, Faskab STBM Kab. Bangka Barat;Deddy Setiawan,Web Admin/Asst.MIS CMAC).