Anambas, Kepri – Judul di atas mengingatkan kita pada perjuangan tokoh emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini.  Hal tersebut dialami oleh Desa Air Sena di Kabupaten Kepulauan Anabas Provinsi Kepulauan Riau melalui hadirnya program Pamsimas TA 2017 di desa tersebut.  Program Pamsimas memberikan harapan baru pada masyarakat desa dalam mewuudkan infrastruktur dasar air bersih yang menjadi dambaan masyarakat.

Kabupaten Anambas terbagi dalam beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Tengah, Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Jemaja Timur, dan Kecamatan Jemaja. Di Kecamatan Palmatak, terdapat sebuah desa yang berada di tepi pantai dengan bentuk rumah-rumah panggung.   Desa Air Sena namanya. Banyak penduduk di desa tersebut merupakan ‘suku laut’. Kapan mereka datang dan menempati desa tersebut, tidak diketahui secara pasti. Mereka sudah lama menetap di sana dan beranak pinak.  Walaupun mereka adalah ‘suku laut’, yang hidup bermata pencaharian sebagai nelayan, mereka memiliki prospek hidup ke masa depan. Mereka berjuang supaya hidup mereka lebih baik lagi, baik melalui dunia pendidikan, ekonomi dan berjuang untuk memperbaiki kesehatannya melalui pembangunan sarana air minum/ air bersih.

Desa Air Sena berpenduduk sekitar 735 KK.  Melalui program Pamsimas diharapkan sebanyak 213 KK dapat terlayani kebutuhan air bersih atau air minum.  Sebelum Pamsimas hadir di desa ini sebagian  besar masyarakat masih sulit mengakses air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti minum, memasak, mencuci dan mandi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Air Sena sudah beberapa kali mendapatkan bantuan pemerintah terkait air bersih dan sanitasi baik melalui dana APBD maupun APBN, tetapi tidak ada hasil yang nyata.

Hingga kemudian program Pamsimas masuk ke desa tersebut pada Tahun Anggaran 2017.  Sebenarnya masyarakat masih trauma dan ragu untuk menerima program Pamsimas.  Keraguan ditambah dengan kewajiban masyarakat untuk menyediakan kontribusi sebesar 20%,  yang terdiri dari 4 % in cash dan 16 % in kind. Jangan sampai bantuan dana yang sudah dikucurkan untuk Desa Air Sena akan sia-sia, sementara masyarakat terlanjur berharap penuh air bersih akan mengalir ke desanya.

Di satu sisi masyarakat sangat membutuhkan air bersih, namun ada keraguan di masyarakat karena pengalaman sejenis pada program sebelumnya.  Selamat, Kepala Desa tersebut terus memotivasi dan meyakinkan kepada warganya untuk tidak pantang menyerah bahwa air pasti akan datang ke rumah bila warga bersungguh-sungguh dan menginginkannya.

Kepala Desa terus melakukan sosialisasi program Pamsimas kepada warganya dan meyakinkan masyarakat untuk mendukung program tersebut.  Kepala Desa meminta warga desa untuk berpartisipasi aktif dalam program Pamsimas, karena program tidak mungkin dapat berjalan dengan lancar tanpa dukungan dari masyarakat.  Apalagi Pamsimas merupakan program nasional yang berbasis masyarakat dimana menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan.

Setelah masyarakat dapat menerima program Pamsimas maka dilakukan sosialisasi ulang sekaligus dilakukan rembug warga. Kepala Desa mengundang sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, masing-masing Kepala Lingkungan, RT/RW dan seluruh masyarakat Desa Air Sena.  Hasil rembug warga menyepakati untuk menerima program Pamsimas dengan segala konsekwensinya.  Berkat kegigihan Kepala Desa dan dukungan penuh dari seluruh warganya, serta upaya Kepala Desa meyakinkan pihak  Pakem dan Satker Kabupaten,  akhirnya Desa Air Sena diberi kesempatan untuk tetap mengikuti program Pamsimas.

Setelah serangkaian Siklus Pamsimas diikuti masyarakat, perjuangan belum usai sebab setelah Serah Terima Kegiatan dari KKM ke KP-SPAMS masih ada pekerjaan rumah yang menanti. Karena Pamsimas adalah program yang berkelanjutan maka KP-SPAMS harus bekerja lebih keras lagi.  KP-SPAMS berperan dan bertanggung jawab dalam pengelolaan SPAMS terbangun dan melakukan promosi penyehatan lingkungan di tingkat desa/kelurahan, memelihara dan merawat semua sarana SPAMS yang sudah terbangun.

Pemda Kabupaten Anambas melalui Tim Pusat dan Tim Propinsi berharap agar semua desa (52 desa) yang sebagian besar merupakan desa rawan air, mendapatkan program Pamsimas.  Pemerintah Daerah menegaskan dan siap menyediakan dana sharing yang merupakan kewajiban daerah.  Dengan adanya program Pamsimas akan mendukung dan mensukseskan program kerja pemerintah daerah untuk mencapai akses universal.

Wakil Bupati Kep. Anambas Wan Zuhendra berharap program Pamsimas di daerahnya akan berjalan dengan baik.  Bila ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan di tingkat desa maupun kabupaten, ia siap untuk membantunya.

Ternyata membangun optimisme di masyarakat memerlukan kesabaran, ketabahan dan keterampilan, yang pada akhirnya masyarakat bergerak sendiri setelah tahu dan paham untuk merealisasikan impiannya selama ini, yakni mendapatkan akses air minum dan sanitasi di desa mereka. (Tim DC Kab Kep Anambas/ Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)