Tapin, Kalimantan Selatan – Desa Pulau Pinang di Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan merupakan lokasi program Pamsimas III tahun 2017. Desa berada di dataran rendah perbukitan, dengan sebagian besar warganya bekerja sebagai petani karet. Luas desa sekitar 43,57 Km2 terbagi ke dalam 6 RT dan 3 RW dengan jumlah penduduk 810 KK atau 2.432 jiwa.

Sebelum Pamsimas masuk di desa tahun 2017, warga di RT. 01 dan RT. 02 masih kesulitan mendapatkan akses air minum untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saat musim kemarau tiba warga harus rela merogok kocek untuk membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk memasak dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kondisi itulah yang mendorong masyarakat menyambut dengan antusias saat dilakukan sosialisasi program Pamsimas di tingkat desa pada tahun 2016. Tahap demi tahap kegiatan persiapan Pamsimas dilakukan dan diikuti partisipasi masyarakat secara luas. Akbar Hariman yang dipercaya menjadi Koordinator Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) menjadi motor penggerak pelibatan berbagai kelompok masyarakat. Hasil rembug masyarakat dengan didampingi Tim Fasilitator Masyarakat menyepakati untuk memilih opsi pembuatan sumur bor dalam dengan dilengkapi pompa dan menara air serta jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga RT. 01 dan RT. 02.

Pada tahun 2017 konstruksi pembangunan system penyediaan air minum perdesaan (SPAM Perdesaan) dimulai. Biaya yang diperlukan sekitar Rp 350 juta, berasal dari BLM (APBN), dana sharing APBDesa sebesar 10%, dan sisanya sekitar 20% berasal dari kontribusi masyarakat (in-kind dan in-cash). Sarana yang dibangun meliputi sumur bor dalam, menara air, pengadaan pompa, dan jaringan perpipaan hingga ke wilayah RT. 01 dan RT. 02.

Pada Desember 2017 pekerjaan konstruksi selesai, kemudian dilakukan uji-fungsi dengan pemasangan 5 unit sambungan rumah (SR). Hasil uji-fungsi berjalan dengan baik, air mengalir dengan lancar tanpa kendala di 5 rumah warga tersebut. Tiga bulan kemudian KKM bersama dengan Pemerintah Desa menambah lagi SR sebanyak 50 unit.

Berkat Pamsims, kini, warga Desa Pulau Pinang terutama warga RT. 01 dan RT. 02 tidak lagi mengalami kesulitan air, termasuk di kala musim kemarau. Warga tidak perlu lagi merogoh kocek untuk membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Keberhasilan program Pamsimas di RT.01 dan RT. 02 menginspirasi Gupran, sang Kepala Desa untuk membangun sistem yang sama untuk memenuhi kebutuhan air di warga RT. 06 yang dihuni sekitar 318 jiwa atau 106 KK. Wilayah RT. 06 merupakan dataran tinggi, sehingga menara air Pamsimas yang ada tidak memungkinkan dapat mengaliri sampai ke wilayah tersebut.

Dengan didampingi Tim Fasilitator, KKM dan Pengurus KPSPAMS Desa Pulau Pinang melakukan perhitungan jarak dan elevasi (ketinggian), kapasitas sumber dan kapasitas sistem dari bangunan yang ada. Hasil perhitungan Tim menyimpulkan, akan lebih efektif menambah bangunan baru sumur bor dalam dan menara air serta jaringan perpipaan di wilayah RT.6.

Konsep Sarana Air Minum (SAM) di RT.6 mengadopsi secara penuh dari Pamsimas, mulai dari pembangunan sumur bor dalam, pembangunan menara air, jaringan perpipaan, dan sambungan rumah. SAM tersebut dibiayai secara penuh dari APBDesa TA. 2018 sebesar Rp. 189.262.215. Terkait dengan pengelolaan sarana air minum yang dikembangkan oleh desa, KPSPAMS tetap diberi kepercayaan selaku pengelola.

Kualitas dan intensitas pendampingan oleh Tim Fasilitator kepada KKM, KPSPAMS, Pemerintah Desa, dan adanya dukungan penuh masyarakat baik sebagai pengguna maupun pemanfaat, merupakan faktor keberhasilan dalam pengembangan sarana air minum dan sanitasi di Desa Pulau Pinang. (Tim Fasilitator-Pamsimas Kabupaten Tapin/Zulkifli-TA CDCB Kalsel/Hartono Karyatin-Adv & Media Pamsimas).