S Jawa Timur – Expert Group Meeting tingkat Provinsi Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 6 Oktober 2017 bertempat di hotel Grand Darmo Suite yang dihadiri oleh Sekretaris PPMU Zainal, Kasatker PSPAM Provinsi Jawa Timur Sopan, dari pusat hadir PPK Wilayah II Diah Prameswhari serta dari CMAC di wakili oleh Kukuh. Tim ROMS-9 selaku panitia Penyelenggara diantaranya PC dan seluruh Tenaga Ahli ROMS Provinsi dan ROMS Kabupaten ada 27 terdiri dari (DC, Co-DC/DFMA dan DEAO) serta Koorprov STBM Jawa Timur. EGM ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris PPMU Provinsi Jawa Timur. Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan pembacaan doa.

Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan bahwa Program Pamsimas bukan satu-satunya program dalam pencapaian universal akses tersebut, sehingga perlu untuk bersinergi yang salah satunya adalah pembangunan SPAM perdesaan. Payung hukum bagi pemerintah daerah sudah jelas termaktub dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pelayanan air minum dan sanitasi telah menjadi urusan wajib Pemerintah Daerah. Juga PP No. 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum; Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN Tahun 2015-2019; Perpres No. 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi; PMK 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga; Permen PUPR No. 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum. Lebih lanjut Zainal selaku Sekretaris PPMU Jawa Timur, mengharapkan peran Tim ROMS Provinsi dan Tim Kabupaten untuk advokasi ke Pemerintah Daerah masing-masing dan meyakinkan Pemerintah Kabupaten dalam percepatan menuju universal akses air minum dan sanitasi pada tahun 2019. Dan mengharapkan kepada seluruh peserta EGM untuk menjalankan tugas menggunakan pelaksanaan EGM ini semaksimal mungkin agar setelah pulang dari kegiatan EGM dan perannya dengan maksimal dalam memberikan dukungan dalam pelaksanaan Program Pamsimas baik di tingkat desa, Kabupaten hingga tingkat Provinsi dengan penuh tanggungjawab dan berintegritas.

Sesuai modul 7.3., bagaimana desa-desa yang tidak berfungsi dan berfungsi sebagian menjadi berfungsi baik dan berkelanjutan, termasuk desa-desa yang berstatus berfungsi baik agar tetap terjaga dan berkembang menjadi lebih baik, sehingga mampu dalam pemenuhan akses air minum dan sanitasi 100% pada tahun 2019. Terkait dengan pelaksanaan, desa HKP di tahun 2017 di Jawa Timur ada di 2 Kabupaten yaitu Sidoarjo dan Mojokerto dengan jumlah 3 desa. Sedangkan desa yang mendapat Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) di Jawa Timur sebanyak 25 desa di 6 kabupaten, serta desa yang dibiayai dari Loan IBRD sebanyak 26 desa sesuai dengan SK Dirjen Cipta Karya No 91/KPTS/DC/2017 tentang Penetapan Desa Sasaran Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2017 Tahap II.

Pada hari pertama EGM ini diakhir dengan tanya jawab dari CMAC yang diwakili oleh Kukuh dan PPK Wilayah II, Diah Prameswari.terkait progres pelaksanaan, perencanaan 2018 dan keberlanjutan kepada masing-masing pelaku di tingkat kabupaten (DC).

Pada hari kedua kegiatan EGM ini, fokus kepada masing-masing bidang yang terbagi dalam 3 desk. Desk Pertama Untuk Desk DC terkait Target capaian KPI setiap tahun hingga tahun 2019 per-kabupaten sesuai target provinsi Jawa Timur; Konstruksi WSS; Menyusun target  terkait RAD AMPL (Penyusunan, Expose dan Penerbitan Perbup); Penyusunan strategi pendampingan di masing-masing kabupaten untuk pencapaian target KPI ; Mereview terhadap realisasi dari target jumlah desa dampingan sampai tahun 2019 yaitu dampingan desa baru dan desa lama sesuai target provinsi ; Desk Kedua untuk Desk Co DC/DFMA dan DFMA terkait pengelolaan keuangan, Pengukuran Kinerja pembukuan KKM, progress E Mon dan QS, serta Desk Ketiga terkait pengelolaan Data SIM, dan Menyusun rencana pelaksanaan dan Evaluasi Pelaksanaan MIS Day dan CB Day; Analisa Data SIM, Anomaly Data, dan Penyajian Laporan secara tepat waktu dan berkualitas dengan berbasis SIM.perencanaan 2018.

Diah Prameswari selaku PPK Pembinaan Teknis Wilayah II menggarisbawahi kegiatan EGM ini agar lebih fokus mengawal pelaksanaan Pamsimas III; Inisiatif bertanya dan proaktif apabila ada permasalahan segera disampaikan ke provinsi untuk segera ditindaklanjuti penyelesainnya. Lebih lanjut menurut Diah, DC sebagai LG kabupaten yang dibantu LGs Provinsi dan Kinerja DC yang berprestasi akan dipromosikan sebagai bentuk apresiasi. Terkait pencairan BLM diharapkan segera melakukan Update QS dan E Mon setelah pencairan serta perlunya kolaborasi pendanaan dalam pencapaian Universal Akses 100%.  

Akhir dari kegiatan EGM ini  ditutup oleh Teguh Budijono selaku PPK PSPAM Provinsi Jawa Timur. Semoga melalui kegiatan EGM ini masing-masing personil atau Tenaga Ahli ROMS provinsi dan kabupaten lebih memahami peran dan fungsinya serta adanya inovasi atau langkah-langkah yang strategis dalam pencapaian Universal Access tahun 2019 semua desa sudah bisa terakses 100%. (Agus Subiyantoro, SE., M.Si – FMS Provinsi Jatim: Deddy S – Asst.MIS/Web Admin CMAC)