Uang muka merupakan hak dari penyedia barang/jasa dan diberikan bila dirasakan perlu. Uang muka dapat diberikan kepada penyedia barang/jasa setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak dan pihak Penyedia barang/jasa harus menyerahkan jaminan uang muka dari Bank dengan nilai minimal 100% (seratus persen) dari besarnya uang muka.

Uang muka, maksimal 14 hari kalender setelah diterima dipergunakan/dibelanjakan dengan dibuktikan barang/material diterima dilokasi (desa) atau dibuktikan dengan mobilisasi peralatan/tenaga kerja sesuai rencana penggunaan uang muka dan jadwal pengiriman/pelaksanaan yang telah disetujui Satlak (PIHAK PERTAMA).