1. Klarifikasi dapat dilakukan oleh Calon Penyedia Barang/Jasa apabila ada keraguan/ketidakjelasan dalam dokumen pengadaan yang diterima. Klarifikasi dilakukan beberapa waktu yang cukup sebelum memasukkan penawaran (untuk kemudian dibuatkan amandemen dokumen pengadaan). Perubahan dokumen pengadaan (Amandemen dokumen pengadaan) dapat dilakukan dan disampaikan secara tertulis kepada seluruh calon peserta pengadaan dalamwaktu memadai sebelum pemasukan penawaran.
  2. Klarifikasi wajib dilakukan bila ada ketidak jelasan/ketidak lengkapan dokumen atau meragukan dalam rangka evaluasi penawaran, tidak boleh tatap muka dan hasil klarifikasi tidak boleh mengubah harga maupun substansi penawaran. Klarifikasi dilakukan secara adil (tidak diskriminatif) untuk seluruh peserta pengadaan (calon penyedia barang/jasa).
  3. Klarifikasi dapat dilakukan untuk memastikan terhadap (1) Nilai PenawaranTerkoreksi, (2) Spesifikasi teknis yang ditawarkan, (3) Jadwal Pengiriman Barang atau Jadwal Pelaksanaan/mobilisasi (untuk penyedia Jasa). Proses klarifikasi ini dilakukan sebelum dilakukan penetapan pemenang dan tanda tangan kontrak (SPK). Dibuatkan Berita Acara Klarifikasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara Evaluasi dan Penetapan Pemenang.