Uang muka merupakan hak dari penyedia barang/jasa dan diberikan bila dirasakan perlu. Uang muka dapat diberikan kepada penyedia barang/jasa setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak dan pihak Penyedia barang/jasa harus menyerahkan jaminan uang muka dari Bank dengan nilai minimal 100% (seratus persen) dari besarnya uang muka.