Home/Tentang Program

Bagaimana pola pembiayaan dari program ini?

Sharing program APBN dan APBD dimana dana APBN membiayai BLM untuk sejumlah 80% dari kebutuhan pendanaan desa sasaran, dan APBD wjib membiayai BLM minimal 20% kebutuhan pendanaan desa sasaran.

Seperti apa pendanaan program Pamsimas ?

Pendanaan program Pamsimas melalui sumber dana pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) dari Bank Dunia, rupiah murni dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota serta dana kontribusi swadaya masyarakat dan sumber dana lain yang tidak mengikat.

Ada berapa komponen dalam program Pamsimas ini ?

Penyaluran bantuan teknis dan pendanaan tersebut, di tingkat masyarakat dilakukan melalui 5 (lima) komponen program yaitu : a. Komponen 1: Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Daerah, Penanggungjawab tingkat Pusat: Ditjen Bina Pembangunan Daerah dan Ditjen PMD. Penanggungjawab tingkat Daerah: Bappeda dan BPMD/Bapermas b. Komponen 2: Peningkatan Perilaku Higienis dan Pelayanan Sanitasi. Penanggungjawab tingkat Pusat :

Siapa pelaksana program Pamsimas?

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Pera selaku Executing Agency (EA) bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program secara menyeluruh. Sementara Implementing Agency (IA) adalah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda), Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pemmberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan dan Direktorat Jenderal Cipta

Apa kriteria desa sasaran Pamsimas?

Secara umum kriteria desa sasaran Pamsimas adalah: • Belum pernah mendapatkan program Pamsimas. • Cakupan akses air minum aman masih rendah. • Cakupan akses sanitasi aman masih rendah. • Prevalensi penyakit diare (atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan) tergolong tinggi berdasarkan data Puskesmas. • Memenuhi biaya per penerima manfaat yang efektif dan efesien.

Siapa yang menjadi sasaran dan penerima manfaat dari program ini?

Kelompok miskin di perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang memiliki prevalensi penyakit terkait air yang tinggi dan belum mendapatkan akses layanan air minum dan sanitasi. Penerima manfaat dari program Pamsimas adalah warga desa/kelurahan yang belum mempunyai akses terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak terutama kelompok miskin, dan masyarakat terpinggirkan (indigenous people) atau disebut

Go to Top