“Data tahun 2014 yang tertuang dalam Jakstrada Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Bali menunjukkan bahwa akses air minum aman bagi masyarakat di Provinsi Bali mencapai 64,95%; lebih rendah dari capaian Nasional yang mencapai 67,73%. Kita harus ber-‘gotong royong’, melakukan upaya bersama secara serius dan terintegrasi mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah desa, masyarakat, termasuk donor dan swasta (CSR) sebagai strategi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi yang aman bagi masyarakat di tahun 2019”.

Hal ini disampaikan oleh Ir. I Nengah Riba, MT., Kepala Bidang Cipta Karya yang mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali ketika membuka Rapat Koordinasi Pamsimas III Tahun Anggaran 2017 Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 30 Mei 2017 sampai dengan 1 Juni 2017 di Hotel Made Bali, Kabupaten Badung. Rakor ini dirangkaikan dengan Pembahasan Laporan Pendahuluan ROMS 10 dan FAS yang menjadi agenda Satker PSPAM Provinsi Bali.

BaliRakor hari pertama diikuti oleh seluruh tim ROMS 10 Provinsi dan Kabupaten, dengan agenda Desk CD, Co DC dan DFMA serta DEAO mendiskusikan lingkup tugas dan akuntabilitasnya serta strategi pengelolaan tim ROMS Kabupaten untuk pencapaian KPI. Rakor hari kedua diikuti oleh 103 orang peserta yang terdiri dari unsur Satker PSPAM Provinsi Bali, Satker PIP dan DPMU Pamsimas dari Kabupaten Jembrana, Buleleng, Tabanan, Bangli dan Gianyar yang menjadi lokasi Pamsimas III di provinsi Bali, Tim ROMS Provinsi Bali, Tim ROMS Kabupaten dan seluruh fasilitator program Pamsimas III di Provinsi Bali.

Agenda Rakor hari kedua diawali dengan pemaparan materi PPK Pembinaan Pelaksanaan Wilayah II, Satker PAM-BM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR tentang Peran Para Pelaku Program Pamsimas yang disampaikan oleh Didik Wahyudi, ST., Kepala Satker PSPAM Provinsi Bali dan dilanjutkan dengan presentasi tentang Pengelolaan Keuangan Program Pamsimas III oleh tim BPKP Provinsi Bali. Presentasi Tim BPKP dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada peserta tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan program. Pemaparan juga disertai dengan berbagai contoh temuan dalam pemeriksaan yang pernah dilakukan oleh BPKP Provinsi Bali. Sebagai moderator dalam sesi panel ini adalah Ir. I Kadek Sutika, MT., anggota PPMU Pamsimas Provinsi Bali.

Sesi selanjutnya adalah panel pemaparan Inception Report oleh Ir. Effendi Taher, Provincial Coordinator ROMS 10 Provinsi Bali dan Nurul Diasmarani, Laission Officer Facilitator Administration Services (FAS) Provinsi Bali, dengan moderator Purnama Sidhi, TA LGS Provinsi Bali. Agenda hari kedua diakhiri dengan diskusi tim Kabupaten untuk menyepakati  RKTL Penyelesaian Fisik 100% dan Serah Terima Desa TA 2017 dan RKTL Usulan Penetapan Desa Sasaran oleh Bupati TA.2018. Khusus untuk tim Kabupaten Tabanan juga mendiskusikan dan menyepakati Tambahan Jiwa Pemanfaat Air Minum Hasil Kolaborasi dengan Dana Lain (Desa Pasca) Target Tahun 2017. RKTL hasil kesepakatan kemudian ditandatangani oleh Satker PIP dan DPMU Kabupaten, Tim ROMS Kabupaten, Satker PSPAM Provinsi dan PPMU Provinsi Bali. (Muslich Basri, CDS-CBC Provinsi Bali:Deddy S Asst.MIS/Web Admin CMAC)