Workshop RAD AMPL yang dilaksanakan oleh Pokja AMPL Kabupaten Bolaang Mongondow Timur , Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 04 April 2017 mendapatkan respon yang sangat baik dari segenap unsur Pemerintah Kabupaten.

Sulawesi Utara – Acara dibuka oleh Bapak Ir. H. Muhamad Assagaf (Sekretaris Daerah Kab. Bolaang Mongondow Timur), dihadiri oleh beberapa Unsur SKPD antara lain Bappeda, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Infokom, Ka. Bagian Keuangan Daerah, Kabag. Hukum Setda, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembagunan, Seluruh Camat, Provincial Coordinator Pamsimas Sulut, Tim ROMS Kabupaten, Seluruh Fasilitator Pamsimas.

Workshop berlangsung sangat menarik dan antusias dari peserta untuk mengetahui lebih banyak tentang upaya yang dapat dilakukan dalam mendukung pencapaian target Universal Access 100 – 0 – 100. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sekda Ir. H. Muhamad Assagaf mengatakan bahwa “jangan bangun fasilitas dan sarana air minum sepotong – sepotong, harus tuntas, lebih baik kita mengeluarkan dana yang besar tapi tuntas dari pada hanya mengeluarkan dana sedikit dan tidak tuntas. Masyarakat harus menjaga dan melestarikan sumber – sumber air, serta pengelolaan nya akan diserahkan ke desa dan akan kita buatkan Peraturan Bupati untuk pengelolaan air minum di desa, “ungkap Bapak Sekda yang disambut dengan baik oleh seluruh peserta workshop.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman sebagai Provincial Coordinator Pamsimas Sulawesi Utara dan sekaligus menjadi narasumber menyampaikan beberapa hal antara lain Kebijakan dan Strategi Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat, Fungsi dan Kedudukan RAD AMPL, Peran Pemerintah Daerah dalam RAD AMPL, Proses Integrasi RAD AMPL ke dalam kebijakan Daerah, serta langkah-langkah dalam penyusunan RAD AMPL.

Dari materi yang dipaparkan tersebut, memancing peserta untuk melakukan diskusi yang cukup menarik dengan muncul beberapa alternatif kerjasama dalam pembangunan AMPL di wilayah Kabupaten dan antara Kabupaten, seperti halnya yang disampaikan oleh salah satu Camat (Camat Nuangan) yang mengatakan bahwa perlunya pengelolaan air minum yang terintegrasi dengan Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow karena selama ini sumber air diambil di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sementara belum ada aturan kerjasama yang mengatur tentang pengelolaan air minum tersebut. Hal menarik lainnya disampaikan oleh Sri Olivia Hirawati Mamonto dari Dinas Lingkungan Hidup yang menyampaikan bahwa perlunya dilakukan pemetaan di 7 wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur untuk dapat mengetahui potensi dan permasalahan terkait dengan pemenuhan kebutuhan akan air minum dan perlunya dilakukan koordinasi secara intens lintas sektor.

Antusiasme dari Pemerintah Daerah dan masyakarat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam mendukung pencapaian target universal access perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Pemerintah Provinsi dan pusat.  (Sudirman – Provincial Coordinator ROMS-14 Sulawesi Utara; Deddy Setiawan-Asst.MIS/Web Admin CMAC)