Mamuju Tengah, Sulbar 02 Agustus 2017 – Untuk mencapai target Universal Access 100 0 100 dan mendukung program PAMSIMAS pelaksanaan tahun 2018 di Kabupaten Mamuju Tengah, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) mengadakan Sosialisasi Kabupaten di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, 02 Agustus 2017. Sosialisasi Kabupaten dihadiri Bupati Mamuju Tengah yang diwakili oleh Asisten II, Bappeda Mamuju Tengah, Dinas PU dan Tata Ruang Mamuju Tengah, Dinas Kesehatan Mamuju Tengah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Tim District Coordinator Mamuju Tengah, Tim Fasilitator Pamsimas Mamuju Tengah, dan Camat se Kabupaten Mamuju Tengah serta 42 Kepala Desa yang menjadi sasaran desa tahun 2018. Turut hadir dalam sosialisasi kabupaten tersebut Hasan Husain selaku Tenaga Ahli LG ROMS 15 Sulawesi Barat, Arkham Zainuddin selaku Tenaga Ahli WSS ROMS 15 Sulawesi Barat dan didampingi Agung Tenaga Ahli OM ROMS 15 Sulawesi Barat.

Sosialisasi kabupaten diawali dengan paparan mengenai Pamsimas dan keadaan akses air minum dan sanitasi di Mamuju Tengah yang disampaikan oleh Drs. Sigit Dwihastono selaku Kepala Bappeda Mamuju Tengah. Dalam paparannya, Sigit menyampaikan, Cakupan layanan air minum perkotaan di Kabupaten Mamuju Tengah baru mencapai 29,46% sedangkan perdesaan baru mencapai 16,13%. Melihat dari cakupan tersebut masih terdapat wilayah yang belum terlayani air minum.  Sigit menambahkan, Pamsimas merupakan pelaksana 2 agenda nasional meliputi peningkatan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak dan berkelanjutan, yaitu air bersih untuk rakyat dan sanitasi total berbasis masyarakat. Tahun 2018-2019 masih terdapat 23 desa di Kabupaten Mamuju Tengah yang akan menjadi desa sasaran baru program Pamsimas III. Lebih lanjut pada kesempatan ini, Sigit menghimbau kepada seluruh yang camat dan kepala desa, tahun 2019 diharapkan mampu meningkatkan target capaian air minum dan sanitasi masyarakat dan harapan kami seluruh masyarakat agar dapat berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut. Di sela-sela waktu juga dilakukan pengenalan terhadap Tim Konsultan Kabupaten Mamuju Tengah. Idrus, ST selaku District Coordinator (DC). Ilyas, SE selaku District Financial Management Asistant (DFMA). M. Arham Amullah, S.Pd selaku Data Entry Administration dan Officer (DEAO). Ini adalah Tim Konsultan Kabupaten Mamuju Tengah. Semoga kita semua bisa menjalin komunikasi dan kerja sama untuk kesuksesan Pamsimas III, tambah Sigit.

Setelah pemaparan oleh Drs. Sigit Dwihastono selaku Kepala Bappeda Mamuju Tengah, dilanjutkan penayangan dokumentasi kegiatan Desa Pasca Pamsimas I Tahun 2011 oleh Idrus, ST selaku District Coordinator Mamuju Tengah. Dalam tayangan tersebut, Desa Kayu Calla, Kecamatan Karossa merupakan salah satu desa yang sampai saat ini masih berfungsi baik. Dilanjutkan bahwa desa tersebut telah akses 100%. Ini adalah bentuk komitmen masyarakat di desa Kayu Calla dalam menjaga sarana dan mengawal proses keberlanjutannya. Diakhir penjelasannya, Idrus memberi penguatan bahwa kontribusi masyarakat adalah kunci kesuksesan Pamsimas.

Hasan Husain selaku Tenaga Ahli LG ROMS 15 Sulawesi Barat, sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dalam komitmennya terkait layanan air minum dan sanitasi,  hal ini terlihat dengan adanya dukungan baik kebijakan maupun dari sisi keuangan daerah. Disini saya melihat ada optimisme dari pemerintah daerah untuk melihat bagaimana semua desa yang ada di Mamuju Tengah ini bisa terakses sanitasi sesuai dengan program nasional yaitu Universal Access tahun 2019 semua desa sudah bisa terakses 100%. Beliau menambahkan, terlihat juga dalam sosialisasi ini ada komitmen dari pemerintah desa dimana pemerintah desa sangat antusias. Kepala Desa dan masyarakat mau berbagi informasi tentang kondisi di desa mereka dan mau terlibat dalam hal peningkatan layanan air minum. Itu didukung dengan adanya komitmen minat oleh seluruh kepala desa yang hadir untuk ikut terlibat dalam program Pamsimas III ini.

Hasan Husain juga menyebutkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bagaimana bisa diadvokasi agar mereka dapat informasi dari Kementerian karena PU lebih ke leading sector disana. Ada 25 titik embung yang direncanakan akan dibuat di 33 provinsi dari program Pamsimas. Jika tidak bisa 3 titik dari 25 titik itu, ya 1 titik juga tidak apa-apa. Tambah Hasan sambil tersenyum.

Pada sosialisasi kabupaten ini, Ciman, S.Pd., M.H selaku Kepala Bidang Pengembangan Fisik dan Prasarana menjelaskan bahwa cuma ada 15 desa yang yang nantinya akan diberikan bantuan program ini, tetapi kita mengupayakan 15 desa ini nantinya kita dorong untuk bisa dapat bantuan dana dari pusat. Ada beberapa desa misalnya Desa Sulobaja, air disana sangat susah sedangkan Desa Bambadaru ada air tetapi sarananya rusak dan iurannya pun tidak jalan. Kabid Pengembangan Fisik dan Prasarana ini juga mengungkapkan ada embung di Desa Sejati. Embung ini didapatkan dari Kementerian Daerah Tertinggal. Menambahkan penjelasannya, SR 100 di daerah tobadak bisa semuanya. Desa Sulobaja, desa Palongaan, desa Mahahe, dan desa Bambadaru ada SR dana desanya menurut kepala desanya ada kas 3 juta setiap bulannya. Beliau mengakhiri.

Diakhir sosialisasi, dibagikan contoh proposal desa untuk program Pamsimas III. Seluruh Kepala Desa mempelajarinya dan dilakukan tanya jawab. Arkham Zainuddin selaku Tenaga Ahli WSS ROMS 15 Sulawesi Barat membantu menjawab pertanyaan terkait teknik-teknik dilapangan. Kegiatan ditutup setelah tidak ada lagi pertanyaan dari peserta. (M. Arham Amullah (DEAO Mamuju Tengah;Deddy S-Asst.MIS/Web Admin)