Bogor, Jawa Barat – Untuk meningkatkan kapasitas dan peran kader AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) dalam mendukung keberlanjutan program Pamsimas, sejumlah kader AMPL se-Kabupaten Bogor digempleng selama tiga hari dalam suatu pelatihan di Puncak Bogor. Pelatihan yang yang difasilitasi program Pamsimas TA 2019, dilaksanakan akhir Juli lalu dan diikuti oleh 40 orang peserta, terdiri dari 15 orang kader AMPL dari desa Pamsimas tahun 2017 dan 30 orang dari desa Pamsimas 2018.

Pelatihan dibuka secara resmi Ketua District Project Management Unit (DPMU)Kabupaten Bogor, Raya Al Fajar, ST MM. Dalam arahannya, Ketua DPMU mengingatkan amanat RPJMN 2015 – 2019, yaitu pencapaian universal access 100% pada tahun 2019.  Memperhatian capaian saat ini dengan target waktu yang tersisa, rasanya masih diperlukan proses, kerja keras dan kerja bersama dari semua pihak, terutama dalam kolaborasi pendanaan.

Terkait dengan dana desa, Ketua DPMU mengingatkan para kader AMPL untuk mengawal dan mendorong pemerintah desa dalam mengalokasikan dana desa untuk pembangunan air minum dan sanitasi. “Tolang kawal dan pastikan PJM Pro-Aksi dan RKM masuk kedalam perencanaan dan penganggaran desa,” pinta Al Fajar yang juga menjabat selaku Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Saat ini capaian akses air minum nasional baru sekitar 72% dan akses sanitasi sekitar 76%. Untuk Kabupaten Bogor, akses air minum sekitar 71% dan akses sanitasi sekitar 68%, sehingga masih ada ‘gap’ sekitar 29% untuk air minum dan 32% untuk sanitasi.

Dalam upaya mewujudkan akses 100% air minum dan 100% akses sanitasi, diperlukan komitmen dan gerakan bersama dari para stakeholders. Itu artinya, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi juga peran serta pihak swasta/LSM, dunia usaha, akademisi bahkan masyarakat dan seluruh stakeholders. Diharapkan para kader AMPL ikut terpanggil untuk mewujudkan cita-cita bersama mengingat air minum dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia.

Muh Tahir LD, District Coordinator (DC) Pamsimas Kabupaten Bogor menguraikan peran penting kader AMPL sehingga perlunya dilakukan pelatihan. Kader AMPL memiliki peran penting di desa sejak awal peminatan desa untuk ikut program Pamsimas, membantu melakukan identifikasi masalah dan analisis situasi (IMAS), penyusunan proposal, hingga penyampaian surat minat dan pengajuan proposal. Bahkan, keberadaan kader AMPL menjadi salah satu syarat desa ikut dalam program Pamsimas.

Meskipun program Pamsimas sudah selesai, dalam artian pembangunan sarana selesai dibangun, kehadiran kader AMPL masih sangat diperlukan. Pada tahap pelaksanaan kegiatan Pamsimas, kader AMPL diperlukan dalam menggerakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif melalui perencanaan program Pamsimas. Pasca Pamsimas, kader AMPL diharapkan perannya dalam mengawal keberlanjutan di tingkat masyarakat dan mengawal isu-isu AMPL dalam proses perencanaan program pembangunan AMPL berbasis masyarakat.

“Kader AMPL berperan dari hulu sampai hilir, dari proses peminatan desa, perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pengawasan dan monitoring keberlanjutan sarana,” tandas Muh Tahir. Karena itu pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kader AMPL untuk dapat berperan secara maksimal. Itulah sebabnya pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para kader AMPL untuk mendukung keberlanjutan program Pamsimas. (Muh Tahir LD-DC Kab Bogor/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS)