Blitar, Jatim – Program Pamsimas merupakan program air minum dan sanitasi dengan target pencapaian akses universal air minum dan sanitasi pada tahun 2019. Sasaran sosialisasi Program Pamsimas III Kabupaten Blitar pada TA. 2018n ini adalah seluruh desa dan kecamatan yang berada dalam wilayah kabupaten terutama yang akses air minumnya masih rendah, termasuk desa-desa yang pernah mendapatkan bantuan Pamsimas yang masih mempunyai kebutuhan untuk perbaikan kinerja dan pengembangan layanan untuk mencapai akses 100% air minum dan sanitasi di tingkat desa.

Sosialisasi Tingkat Kabupaten Program Pamsimas III ini dilaksanakan pada Selasa, 10 April 2018 dengan mengambil tema “ Kabupaten Blitar Menuju Akses Air Minum Layak dan Sanitasi yang Berkelanjutan” dengan maksud di tahun 2019 Kabupaten Blitar dapat mencapai tujuan yang di amanahkan oleh program dan masyarakat dapat secara mandiri dan berkelanjutan mengelola kegiatan – kegiatan yang sudah di laksanakan di desa, jangan sampai kegiatan yang sudah dilaksanakan akhirnya akan menjadi monument yang tidak berharga karena kegiatan ini sudah menghabiskan dana APBN/D yang cukup besar.

Mewakil Pokja AMPL dan ketua DPMU Program Pamsimas III Kab.Blitar, Kadis Perkim PUPR Kab. Blitar Agus Santoso S.Sos.M.Si. membuka acara tersebut.  Beliau menekankan tentang sharing Pendanaan pada program Pamsimas III, baik dari APBN dan APBD dengan pembagian sharing 80% dan 20% serta sharing dari kontribusi masyarakat dengan besaran alokasi 20% dari RKM dan APBDes dengan alokasi dana  minimal 10% dari dana RKM.

Tujuan sosialisasi di tingkat Kabupaten sendiri dijelaskan oleh ketua Pakem Heri Widyatmoko, S.Pt. Kabupaten Blitar adalah: 1). Menginformasikan pelaksanaan program pamsimas dan program air minum serta sanitasi lainnya yang dikelola atau dilaksanakan di wilayah kabupaten yang dapat mendukung pencapaian akses universal air minum dan sanitasi; 2). Menjaring peminatan tentang kebutuhan bantuan program air minum dan sanitasi: jumlah dan target pemanfaat untuk desa baru, desa peningkatan dan desa perluasan; 3). Menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencapaian akses universal air minum dan sanitasi merupakan program bersama yang membutuhkan kerjasama antara pemerintah (pusat sampai dengan desa), pelaku lainnya dan masyarakat.

Mekanisme tentang Tahapan program Pamsimas III dijelaskan oleh Pakem selaku mitra dari Pemerintah daerah dalam pemilihan desa pada Program Pamsimas III. Heri berharap peminatan desa pada Program Pamsimas ini cukup bayak sehingga masyarakat Kabupaten Blitar dapat memanfaatkan dana – dana alokasi air minum untuk mencapai target air minum layak dan sanitasi aman, begitupun kepada kepala desa untuk dapat bisa mengalokasikan dana yang bersumber dari APBdes untuk kegiatan air minum dan sanitasi. Bagi desa – desa pasca Pamsimas yang akses air minum layaknya blm 100% dan sanitasinya belum aman maka bisa mengajukan pendanaan lagi untuk peningkatan dan pengembangan dari sistem yang sudah ada didesa sehingga desa bisa terlayani air bersih layak 100%.

Program Pamsimas sebagai platform dari program2 lainya dengan tujuan agar perencanaan yang sudah di susun tidak sia sia, karena rencana kerja yang dibuat oleh KKM/Satlak didesa dengan pendampingan Fasilitator dapat mengakses dana dana untuk alokasi air minum baik dana APBN,APBD. DAK Reguler air Minum, DAK Penugasan Air Minum dan program Hibah Air Minum Perdesaan, untuk lebih jelasnya akan dipaparkan nanti oleh narasumber.

Sementara Pakem yang berasal dari Dinas Kesehatan Wiwien Dwi Sulanjari,M.M. memberikan penjelasan tentang pentingnya air bersih bagi kesehatan masyarakat. Wiwien juga menyampaikan alur penyebaran yang membuat pertumbuhan manusia menjadi stunting,semua ini disampaikan agar masyarakat target desa sasaran Pamsimas bisa SBS setelah Pasca kegiatan Pamsimas III didesa masing masing.

Saat Soskab ini juga turut disosialisasikan Program HAMP yang disampaikan oleh PC Jawa Timur Program Pamsimas III Ir. Agustono Puji Utama. Agustono menjelaskan untuk desa – desa pasca Pamsimas III di Kabupaten Blitar agar bisa memanfaatkan Program HAMP dengan syarat  masyarakat yang berpanghasilan rendah dan belum terakses air minum.  Hal ini sangat diapresiasi oleh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Blitar. Pemerintah Daerah berharap sekali Kabupaten Blitar dapat mencapai Universal Acces di tahun 2019. (Rodiah Astuti-DC Blitar;Deddy S-WDA NMC)