Aceh Besar, Prov. Aceh  – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa, PDTT) memilih Desa Lamreh Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar sebagai bakal lokasi Pelatihan KP-SPAMS Program Pamsimas Se-Provinsi Aceh.  Hal tersebut disampaikan Kasubdit Lingkungan Hidup Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna (SDA & TTG) Ditjen Pembangunna dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, PDTT, Dra. Eny Kusumastuti, M.Si. di Banda Aceh, Kamis (28/06/2018). 

Lebih lanjut Eny Kusumastuti mengatakan bahwa dipilihnya Desa Lamreh sebagai lokasi praktek  KP-SPAMS karena desa pasca Pamsimas tahun 2014 tersebut dinilai berhasil melayani air minum bagi masyarakatnya, iuran berjalan dengan baik, dan adanya keterlibatan pemerintah desa dalam mensukseskan program Pamsimas di desa.

Dalam kunjungannya ke Desa Lamreh, tim dari Direktorat SDA & PDTT didampingi oleh Provincial Leader (PC) Pamsimas Prov. Aceh, Petrizal dan District Coordinator (DC) Kab. Aceh Besar,  Effendi serta Co-DC Kab. Aceh Besar, Bahagia Ishak.  Rombongan dari Pemerintah Pusat dengan didampingi Konsultan Pamsimas di Aceh tersebut diterima oleh  Kepala Desa Lamreh Helmi, Ketua KP-SPAMS Lamreh Aiyub, dan perangkat desa lainnya. Eny Kusumastuti mengatakan bahwa Kementerian Desa PDTT  akan melakukan pelatihan KP-SPAMS dan praktek di Desa Lamreh pada sekitar Agustus atau September 2018 nanti.

“Kita telah meminta kepada Kepala Desa dan KP-SPAMS Desa Lamreh untuk membantu terlaksananya pelatihan dan praktek Pelatihan KP-SPAMS se-Provinsi Aceh,” ucap Eny Kusumastuti yang ditemani oleh dua orang stafnya.

Pada pelatihan nanti kepada pengelola  KP-SPAMS Desa Lamreh diminta untuk mengisi empat  materi dan sharing pengalaman dihadapan peserta pelatihan, yaitu materi  penyusunan RKM (Rencana Kerja Masyarakat), PJM Pro-Aksi, Jasa Pelelangan dan IMAS (Identifikasi Masalah dan Analisisa Situasi). Peserta yang diundang terdiri 18 Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten, 18 Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Tingkat Kabupaten,  dengan jumlah peserta sekitar 70 orang.

Helmi, Kepala Desa Lamreh Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar sangat mendukung keberlanjutan Program Pamsimas. “Tingkat konstribusi masyarakat Lamreh sangat besar, dimana masyarakat mau membayar iuran dan memelihara  sarana yang terbangun serta mengelola keberlanjutan program Pamsimas melalui peran KP-SPAMS yang ada di desa,” ucap Kepala Desa.

Desa Lamreh merupakan Desa Pamsimas Teladan di Aceh Besar yang telah menjadikan KP-SPAMS  Lamreh sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  “Untuk mendukung keberlanjutan sarana air minum yang telah dibangun pemerintah, Kepala Desa mengharapkan adanya penguatan lembaga KP-SPAMS dimasa mendatang”, ucap Helmi.

Petrizal, PC Pamsimas Aceh dalam kesempatan tersebut mengatakan salut kepada partisipatisi masyarakat Desa Lamreh terhadap kebelerlanjutan Program Pamsimas. “Untuk mendukung kekurangan biaya operasional SPAMS dilakukan sharing dana dari sumber lain berupa  sewa traktor, sewa toko, sewa tenda, dan usaha penggemukan  sapi yang dikelola oleh BUMDes”, ucap Petrizal dengan senang hati.  (Bahagia Ishak, Co-DC Aceh Besar/ Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC).