Pemalang, Jawa Tengah – Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi lokasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).  Sampai akhir tahun 2020 sebanyak 169 desa yang tersebar di 14 kecamatan diintervensi melalui program Pamsimas.  Sarana air minum yang dibangun melalui program Pamsimas selanjutnya dikelola oleh masyarakat dengan membentuk Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi, atau KPSPAMS.

Saat ini seluruh KPSPAMS se-Kabupaten Pemalang bergabung dalam wadah pembinaan di Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan ‘Banyu Lestari’ Kabupaten Pemalang (untuk selanjutnya disebut Asosiasi).  Berbagai kegiatan dilakukan Asosiasi sebagai wadah komunikasi, pembinaan, dan sharing berbagi pengalaman, termasuk melakukan pertemuan rutin yang dihadiri para anggotanya (KPSPAMS).

Berbagai kendala dihadapi Asosiasi dalam melakukan pembinaan kepada para anggotanya (KPSPAMS) yang ada di tingkat desa, diantaranya keterbatasan dana, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.  Namun hal tersebut bagi perempuan Nur Inayah dijadikan sebagai sebuah tantangan.  Bagi Nur Inayah, Asosiasi dapat dioptimalkan sebagai wadah informasi dan edukasi bagi KPSPAMS untuk mewujudkan target akses universal air minum dan sanitasi  di Kabupaten Pemalang.

Berbagai upaya dilakukan Nur Inayah bersama Asosiasi yang kini diketuai Wahyudi Samong. Untuk memudahkan monitoring, pembinaan dan penguatan kapasitas KPSPAMS, wilayah kerja Asosiasi dibagi kedalam 12 korwil (Koordinator Wilayah).  Dengan pembagian wilayah koordinasi ini kendala dan permasalahan yang terjadi di KPSPAMS dapat diketahui dengan segera sehingga dapat direspon lebih cepat.  Pendekatan organisasi seperti ini dinilai efektif. Untuk mendukung operasional Asosiasi dalam menjalankan perannya, anggota Asosiasi, dalam hal ini KPSPAMS rela menyisihkan dana Rp 100 ribu per bulan, termasuk digunakan untuk pertemuan rutin dengan Asosiasi.

Di tingkat kabupaten Nur Inayah bersama Asosiasi terus melakukan advokasi kepada pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas kesekretariatan dan biaya operasional Asosiasi.  Harapannya, pemerintah daerah melalui APBD memberikan dukungan biaya operasional sebagai bentuk dukungan/pembinaan kepada lembaga masyarakat.  Program Pamsimas sendiri mulai tahun 2021 memberikan bantuan biaya operasional kepada Asosiasi sebesar Rp 65 juta per tahun selama 3 tahun kedepan.

Asosiasi Kabupaten Pemalang telah berhasil membuat aplikasi pembukuan untuk  memudahkan KPSPAMS dalam mengelola pembukuan.  Aplikasi terdiri dari  9 jenis pembukuan, antara lain pembukuan aset, buku harian, kas bulanan, sampai kepada laporan tahunan.  Semua anggota dapat melihat dan memonitor posisi saldo, pemasukan, dan pengeluaran, serta  pelanggan air bisa melihat tagihan dan pembayaran secara online.  Aplikasi ini jelas sangat membantu para petugas/bagian keuangan.

Aplikasi pembukuan yang dikembangkan  Asosiasi ‘Banyu Lestari’ menarik minat Asosiasi kabupaten lainnya  untuk belajar.  Beberapa kabupaten di Jawa Tengah telah mengadopsi aplikasi ini, diantaranya Kabupaten Batang, Pekalongan, Demak dan Semarang.  Ini salah satu bukti Asosiasi menjadi forum saling belajar dan memberikan edukasi bagi para anggotanya.  Aplikasi ini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Asosiasi Kabupaten Pemalang.

Asosiasi bersama Pemda/Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga melakukan pembinaan kapasitas kepada anggotanya/KPSPAMS.  Kegiatan ini dilakukan secara swadaya.  KPSPAMS yang telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas akan diberikan sertifikat yang menjadi persyaratan bagi pemerintah daerah untuk mengucurkan bantuan kepada KPSPAMS.

Setiap tiga bulan sekali Asosiasi mengadakan pertemuan rutin (rapat), antara lain membahas updating data, pemetaan sambungan rumah (SR), iuran, hingga membahas isu-isu strategis.  Terkait kerjasama KPSPAMS dengan BUMDes, dengan kelebihan dan kekurangannya, juga tidak luput menjadi bahasan dan merumuskan solusinya.

Pada tahun 2019 Asosiasi melakukan studi banding ke Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah untuk menimba pengalaman terkait pola kolaborasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah untuk ditiru dan diterapkan di Kabupaten Pemalang.

Untuk pengembangan sarana dan peningkatan pelayanan, Asosiasi  aktif mensosialisaikan dan memfasilitasi anggotanya (KPSPAMS) untuk mengakses sumber pendanaan dari lembaga keuangan mikro.  Pembiayaan dari lembaga keuangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat sumur bor baru dan perluasan jaringan distribusi sehingga jangkauan pelayanan semakin luas, termasuk untuk membangun jamban keluarga.  Pemanfaatkan sumber pendanaan dari luar ini sebagai strategi untuk percepatan akses universal air minum dan sanitasi.

Selama pademi COVID-19 Asosiasi Kabupaten Pemalang melakukan berbagai langkah simpatik, antara lain droping air bersih ke desa-desa yang mengalami kesulitan air, membagikan masker kepada masyarakat, dan kegiatan lainnya.   Untuk kegiatan ini Asosiasi melakukan penggalangan dana secara swadaya yang bersumber dari anggota (KPSPAMS) se-Kabupaten Pemalang.

Banyak usaha yang telah dilakukan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan ‘Banyu Lestari’ Kabupaten Pemalang dalam upaya mewujudkan 100% akses air minum dan sanitasi di Kabupaten Pemalang, termasuk bersama dengan Nur Inayah.   (Julie Eka/Sri Yuliati-Assosiation Institutional Strengthening/Hartono).