Bireuen, Aceh – Kabupaten Bireuen, salah satu kabupaten penerima Pamsimas di Provinsi Aceh yang mempunyai komitmen kuat dalam mewujudkan akses universal, dan tentu saja banyak agenda terkait pencapaian akses ini dilaksanakan.

Menindaklanjuti komitmen tersebut Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (PMGPKB) mengadakan acara “Persiapan dan Pembinaan Masyarakat Pamsimas Kabupaten Bireuen”, di Bireuen (2/05/2018).  Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bireuen  Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH, M.Si.

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, Muzakkar menegaskan, air dan sanitasi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.  Pemerintah kabupaten akan berusaha sekuat tenaga agar warga Bireuen bisa menikmati akses aman air minum dan sanitasi yang layak.  Pemerintah Daerah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pengelola sarana air minum.   Sarana air minum yang dibangun  harus dapat berfungsi secara baik dan bahkan mendatangkan nilai ekonomi.   Pada akhir sambutan,  Muzakkar tidak lupa mengingatkan bahwa air dan sanitasi erat hubungannya dengan kesehatan masyarakat.

Pada acara tersebut Dinas PMGPKB menghadirkan tiga nara sumber yaitu, Kepala Dinas PMGPKB Bob Miswar, anggota Panitia Kemitraan (Pakem) Pamsimas Kabupaten Bireuen Syaiful, dan District Coordinator (DC) Pamsimas Kabupaten Bireuen Novaliadi Jamil.

Pada paparannya Bob menyampaikan, kolaborasi dana desa dalam kegiatan Pamsimas diharapkan dapat mempercepat dalam pencapaian 100% akses.  Sejak program Pamsimas III digulirkan,  sebanyak 15 desa sudah menikmati hasil kolaborasi tersebut.   Untuk tahun anggaran 2018 ini, sebanyak 15 desa baru telah ditetapkan sebagai lokasi program Pamsimas.

Pada kesempatan itu, anggota Panitia Kemitraan Kabupaten Bireuen Syaiful menyampaikan,  saat ini Pemkab Bireuen terus mengawal output hasil review dokumen Rencana Aksi Daerah-Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL).  Dokumen RAD AMPL tersebut akan digunakan sebagai acuan utama bagi Kabupaten Bireuen dalam mewujudkan akses universal.  Dalam uraiannya beliau juga menambahkan dalam menilai kelayakan penerima Pamsimas, pihak Pakem sangat selektif dan melakukan kajian secara detail.

Pada sesi lain, Novaliadi – DC Kabupaten Bireuen berbicara tentang arti penting keberlanjutan, dengan membahas aspek keberlanjutan untuk pondasi berfungsinya sarana dan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS)  yang mandiri serta berdaya guna.  Dengan menggunakan tayangan grafik keberfungsian sarana, Novaliadi mengharapkan sarana yang terbangun dapat berfungsi dengan baik, jangan sampai ada yang berfungsi sebagian atau malah tidak berfungsi.

Acara yang diikuti geuchik (kepala desa) dan KP-SPAMS desa penerima Pamsimas III tersebut ditutup dengan kesepakatan peserta untuk menjadikan Pamsimas sebagai platform demi segera mungkin menggapai akses universal  (Novaliadi-DC Bireuen & Wiendra-CoPC Aceh/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)