Melawi, Kalimantan Barat – Desa Semadin Lengkong Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, di Kalimantan Barat merupakan salah satu desa yang mendapatkan program Pamsimas tahun anggaran 2017. Kabupaten Melawi mengikuti program Pamsimas sejak tahun 2014, berlanjut sampai sekarang.

Pada umumnya masyarakat di daerah pinggiran Kabupaten Malawi memiliki masalah terhadap ketersediaan air bersih. Kondisi geografisnya yang berbukit-bukit dengan keterbatasan akses jalan darat terutama saat musim hujan, cukup menyulitkan warga. Sungai besar yang merupakan sumber air baku masyarakat sudah tercemari limbah dampak kegiatan tambang emas secara liar  sehingga akses terhadap air bersih sangatlah minim. Masuknya program Pamsimas memberikan harapan baru bagi masyarakat desa setempat.

Sebelum Pamsimas masuk ke desa ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat mengambil air dari mata air yang letaknya jauh dari pemukiman warga dengan cara berjalan kaki. Sebagian warga yang mampu membuat sumur gali di rumah masing-masing. Setelah program Pamsimas masuk di akhir tahun 2016, masyarakat maupun pemerintah desa antusias dan sangat aktif mengikuti tahapan-tahapan kegiatan Pamsimas Dimulai dari sosialisasi kabupaten dan dilanjutkan sosialisasi di tingkat desa dengan menggelar pertemuan-pertemuan dalam rangka perumusan kegiatan.  Seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan dengan antusias tinggi.

KKM Lobak Poring sebagai pengelola kegiatan Pamsimas sangat aktif, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan. Pada pelaksanaan kegiatan, masyarakat juga ikut bergotong royong dalam penyambungan pipa yang akan melalui permukiman warga.  Pemerintah Desa menyediakan anggaran melalui dana desa sebesar 10% dari nilai usulan masyarakat untuk pengadaan sambungan rumah (SR).  Masyarakat juga menyepakati peraturan yang dibuat secara bersama-sama untuk mengatur penggunaan air hasil kegiatan Pamsimas.  Seperti pembagian waktu untuk menghidupkan kran di rumah masing-masing mengingat sumber air di bak penampung yang terbatas. Menghidupkan kran di rumah  dibuat secara bergiliran. Besaran iuran yang harus dibayar warga disesuaikan dengan jumlah pemakaian air.

Setelah pengelolaan air berjalan beberapa bulan yang dilakukan oleh KKM, sarana hasil kegiatan Pamsimas tersebut diserahterimakan kepada Pemerintah Desa dilengkapi laporan keuangannya. Selanjutnya Pemerintah Desa menetapkan sarana tersebut menjadi salah satu kegiatan BUMDes di Desa Semadin Lengkong dengan pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Pengelola KP-SPAMS Lobak Poring.

Pengelolaan KP-SPAMS Lobak Poring masih berjalan dengan baik hingga sekarang. Pengurus KP-SPAMS secara aktif mengkoordinir iuran dari masyarakat dan dibukukan secara baik. Sarana tersebut dipelihara dengan baik dan tetap berfungsi, serta akan terus ditingkatkan lagi di tahun-tahun yang akan datang melalui BUMDes dan juga dana lain dari pemerintah. Masyarakat menyampaikan terima kasih pada program Pamsimas atas kemudahan dalam mendapatkan air bersih dekat permukiman warga untuk mencukup kebutuhan sehari-hari. Semoga sarana tersebut terus berfungsi dan semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkannya. (Mas Eti Mariant-FM-WSS Kab Melawi /Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC).