Yogyakarta, 28 Juli 2017 – CPMU Program PAMSIMAS selaku pengelola program tingkat pusat menyelenggarakan Lokakarya peningkatan kualitas bidang infrastruktur air minum dan sanitasi serta pengelolaan Program Pamsimas TA 20017 di Yogyakarta (26-29 Juli).  Penyelenggaraan lokakarya ini dimaksudkan untuk peningkatan kualitas pengelolaan program terutama untuk bidang infrastruktur.

Lokakarya yang dibuka secara resmi oleh Agus Ahyar selaku Ketua CPMU Program Pamsimas, dihadiri oleh Fitri Peranginangin (Kepala Satker PPMB Pamsimas), dan Henny Wardhani Simarmata, Diah Prameshwari, Diah Suryaningtyas, masing-masing sebagai PPK Wilayah I, II dan III.  Lokakarya dengan fokus bahasan untuk peningkatan kualitas infrastruktur air minum dan sanitasi tersebut, juga menghadirkan Tenaga Ahli Water Supply and Sanitation (TA WSS)  dan Provincial Coordinator (PC) dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, Program Suistainability Advisor Pamsimas – Danny Sutjiono, serta  Trimo Pamudji Al Djono perwakilan Bank Dunia.

Lokakarya diawali dengan paparan progress Pamsimas secara keseluruhan yang disampaikan oleh Ketua CPMU Agus Ahyar. Dalam paparannya,  Agus Ahyar menyampaikan capaian kegiatan Pamsimas untuk pelaksanaan Desa tahun 2017 dan status desa keberlanjutan.  Selanjutnya dilakukan diskusi oleh TA WSS dengan materi bahasan terkait penetapan target  kinerja ROMS dan penyusunan longlist calon desa sasaran sesuai dengan ketersediaan air baku di masing-masing kabupaten, serta penyusunan kegiatan teknis peningkatan keberlanjutan untuk “menghijaukan” desa merah dan kuning serta mempertahankan desa hijau.  Istilah “desa hijau” menggambarkan desa Pamsimas dimana sarana air minum dan sanitasi yang dibangun berfungsi secara baik.  Sedangkan “desa kuning” dan “desa merah” menggambarkan sarana yang dibangun berfungsi sebagian dan tidak berfungsi.

Disadari bahwa perlu dilakukan pembinaan teknis tambahan dalam pelaksanaan opsi teknis kepada para tenaga fasilitator bidang teknik (WSS) yang akan menjadi pendamping masyarakat di lapangan.  Melalui lokakarya ini diharapkan mampu merumuskan berbagai isue dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program PAMSIMAS terutama terkait opsi teknis, untuk  selanjutnya melakukan upaya percepatan pelaksanaan kegiatan di lapangan.  Dengan adanya pembekalan melalui lokakarya ini diharapkan TA WSS yang ada di provinsi dapat melakukan pembinaan dan couching kepada TA WSS di kabupaten dan para fasilitator bidang teknik (WSS) yang menjadi pendamping langsung masyarakat di lapangan.

Dalam Lokakarya tersebut, Danny Sutjiono selaku Program Suistainability Advisor Pamsimas, secara khusus berpesan kepada seluruh peserta yang hadir untuk disampaikan kepada Ka. Satker PIP di kabupaten masing-masing, mengenai perubahan BLM dari bansos menjadi belanja barang.  Disamping itu, Danny juga memberi penekanan untuk memastikan keberfungsian SPAMS pada pelaksanaan program di tahun 2017 dan memperhatikan proses pengeboran mengikuti kaidah teknis.

Pada akhir lokakarya dilakukan kunjungan lapangan ke desa yang menjadi lokasi Program Pamsimas.Untuk itu peserta lokakarya dibagi beberapa kelompok untuk melakukan kunjungan ke tiga  desa yang menjadi lokasi program Pamsimas, yaitu: desa Temuwuh, desa Trimurti, dan desa Poncosari di kabupaten Bantul,  Hasil kunjungan lapangan tersebut dijadikan bahan diskusi dan sharing pengalaman terkait  pelaksanaan sumur bor, sistem perpipaan dan grafitasi,  universal design, dan pengadaan barang dan jasa dengan opsi sumur bor dan pompa.  Hasil kunjungan yang kemudian didiskusikan bersama dijadikan sebagai bahan pembelajaran bersama guna peningkatan kualitas infrastruktur sarana air minum dan sanitasi yang akan dibangun masyarakat melalui program Pamsimas. (AT Pulungan-DG/ Hartono Karyatin-SosMed Communications Sp.)