Bangka Tengah, Babel – Pelayanan air minum dan sanitasi merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Prioritas penyediaan layanan dasar tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat rawan air bersih di 6 kecamatan yang minim akan sumber air baku untuk meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas masyarakat.

Ada dua pola pembangunan infrastruktur sarana air bersih bagi masyarakat rawan akses air bersih, yaitu melalui pengolahan air baku dengan menggunakan teknologi pengolahan air baku, atau memanfaatkan sumber air baku di wilayah lain dengan mengalirkan/pipanisasi ke wilayah rawan air bersih. Kedua alternatif pembangunan SPAMS perdesaan tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit.  Penyediaan layanan dasar sektor air minum tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat pedesaan yang rawan air.

Desa Cambai di Kabupaten Bangka Tengah merupakan salah satu desa yang mendapatkan program Pamsimas pada tahun 2015 dengan opsi sumber air adalah sumur bor.  Pada perencanaan awal program Pamsimas ditujukan untuk melayani masyarakat Dusun 2 di RT. 08 bagi  ± 64 KK. Untuk itu dibangun 2 (dua) buah kran umum.  Melalui kran umum ini selanjutnya dilakukan distribusi air ke rumah-rumah warga di Dusun 2 RT. 08.

Pasca serah terima aset Pamsimas dari Pemerintahan Desa ke KP-SPAMS setempat dilakukan pengembangan jaringan.  Sopan Sopian selaku Ketua KP-SPSMS setempat dengan dibantu Sederhana Makmur selaku Ketua Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Kab. Bangka Tengah,  melakukan pengembangan jaringan dengan pemasangan meteran air (Sambungan Rumah/SR) ke rumah penduduk.  Untuk pemasangan SR warga dikenakan biaya sebesar ± Rp.750.000,-   Selanjutnya KP-SPAMS menerapkan tarif penggunaan air sebesar Rp.3.500/m³.  Bila di awal jumlah SR hanya 20 unit, kini telah bertambah menjadi 40 Unit SR.  Untuk masyarakat kurang/tidak mampu, Pengelola KP-SPAMS memberlakukan  pengecualian  dengan membayar iuran sesuai kemampuan warga dengan minimal Rp.5.000,-.  Pengurus KP-SPAMS juga membebaskan dari membayar iuran kepada warga yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan tower Pamsimas.  Itulah beberapa langkah awal yang telah dilakukan Pengelola KP-SPAMS dalam mengelola keberlanjutan sarana pasca Pamsimas.

Administrasi keuangan dalam bentuk pembukuan uang masuk-keluar dicatat oleh Bendahara KP-SPAMS.  Mereka memiliki Buku daftar catatan  tagihan iuaran masyarakat.  Tim DC Kab. Bangka Tengah bersama Dinas Sosial serta Dinas PMD Kab. Bangka Tengah juga melakukan pembinaan kepada pengurus melalui couching pembukuan terutama kepada Ketua dan Bendahara KP-SPAMS, memfasilitasi  pertemuan/rembuk untuk revitalisasi kepengurusan dan pembentukan BUMDes baru.  Rencananya KP-SPAMS akan dileburkan ke dalam BUMDes.

Kini,  warga Dusun 2 RT 08 telah mendapatkan kemudahan dalam mengakses air minum untuk kebutuhan memasak, minum dan mandi.  KP-SPAMS selaku pengelola SPAMS Perdesaan juga dipercaya warga untuk mengelola iuran dan mengembangkan jaringan lebih lanjut.  Kenyamanan yang didapatkan warga Dusun 2 dan kepercayaan pada Pengelola KP-SPAMS, mendorong warga di RT lainnya untuk mengembangkan jaringan dan memasang SR.  Inilah buah dari kredibiltas Pengurus di tingkat komunitas yang mampu membangun kepercayaan dan berdampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Tunggu karya kami selanjutnya……..”di Negeri Selawang Segantang”. (Tim DC Bangka Tengah/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)