Morowali, Sulteng – Senin, 16 Januari 2018 bertempat di Balai Desa Wata Kec. Bungku Barat dilaksanakan Deklarasi Desa SBS diwilayah Kab. Morowali Propinsi Sulawesi Tengah yang sekaligus bertindak sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Deklarasi Desa SBS, dimana desa yang di deklarasi sebanyak 28 Desa dan 9 diantaranya merupakan desa pasca Program Pamsimas. Pelaksanaan deklarasi ini dihadiri oleh perwakilan Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Bupati Morowali, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, para Kepala OPD di lingkungan Pemda Kab. Morowali, Camat dan Kepala Puskesmas se Kab. Morowali, serta Kepala Desa yang mengikuti deklarasi.

Calvin Watimena yang mewakili Direktur Kesling Kemenkes RI dalam sambutannya mengatakan, bahwa outcome dari pelaksanaan deklarasi ini adalah penurunan kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Lanjut Calvin, untuk dapat mendorong hal tersebut diharapkan setiap daerah dapat mendukung sepenuhnya program STBM serta Program Pamsimas yang merupakan program Pemerintah Pusat yang bertujuan sebagai penyedia prasarana dan sarana air minum dan sanitasi yang layak. “Sehingga diharapkan dapat memberi dampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta waktu yang dapat dihemat dari usaha untuk mendapatkan air minum dan sanitasi yang layak”, tegas Calvin sekaligus menutup sambutannya.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Morowali Anwar Hafid mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali siap menuju Deklarasi SBS se-Kabupaten Morowali pada Mei 2018 dan beliau juga mengatakan bahwa dia tidak suka menggunakan kata Stop pada istilah SBS karena menurut Bupati masyarakatnya kurang paham dengan penggunaan bahasa Inggris sehingga dia menggati kata tersebut menjadi kata “BERHENTI” sekaligus mencanangkan 28 Desa yang telah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

Bupati berharap dengan adanya program STBM dan Pamsimas di Kab. Morowali dapat meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban). Selain itu, kiranya masyarakat, pemerintah desa sampai kecamatan dapat mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan membangun model penyediaan prasarana dan sarana air minum, serta sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ashar Ma’ruf selaku Kepala Dinas Kesehatan dalam laporannya mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali khususnya Seksi Kesehatan Lingkungan siap melaksanakan instruksi Bupati Morowali untuk mendorong pelaksanaan Deklarasi Kabupaten SBS pada Mei 2018 dapat terlaksana sesuai target waktu yang diberikan oleh Bupati.

Dalam kesempatan ini pula, Muh. Danial Syafei selaku PC Pamsimas Sulawesi Tengah tak lupa mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Morowali, Kabid Bina Kesmas Dinkes serta Kasi Kesling Dinkes Kab. Morowali beserta seluruh jajarannya, Camat se-Kabupaten Morowali serta para Kepala Desa peserta deklarasi dan teristimewa teman-teman ROMS 16 dan FM Kab. Morowali atas kerjasamanya dalam mensukseskan pelaksanaan deklarasi ini dan Bagi 9 desa pasca Pamsimas yang hari ini telah dicanangkan sebagai desa yang telah SBS untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi apa yang telah didapatkan dari Program Pamsimas sehingga nantinya dapat menyebarkan virus SBS bagi desa-desa yang lain baik desa yang telah menjadi sasaran Pamsimas maupun yang belum”.

Acara Deklarasi ini di tutup dengan pembacaan ikrar dan foto bersama serta pemberian sertifikat sebagai penghargaan atas pencapaian desa mereka menjadi Desa SBS/ODF.(Abd. Gafur, Co.DC Kab.Morowali:Deddy S-Web Admin NMC)