Palembang, Sumsel 23 Januari 2019 – Sejak tahun 2013 sampai saat ini pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya percepatan perubahan perilaku masyarakat salah satunya pilarnya tidak buang air besar sembarangan, sedikit banyak sudah membuahkan hasil, hal ini terbukti dimana dari 3.191 desa/ kelurahan yang ada di Provinsi Sumatera Selatan secara kumulatif 1.682 desa yang melaksanakan STBM da n sebanyak 514 Desa/Kelurahan yang Stop Buang Air Besa Sembarangan (SBS), dengan demikian capaian akses sanitasi di Provinsi Sumatera Selatan saat ini baru mencapai 70,2%, dan 29,8% lagi masyarakat yang belum  mengakses sanitasi yang layak dan merupakan tanggung jawab kita bersama, diharapkan pada tahun 2019 semua penduduk Provinsi Sumatera Selatan sudah mengakses sanitasi yang layak.

Sempitnya waktu yang tersisa untuk menuju pemenuhan  target Universal Akses 2019 dengan merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor: 001/Munas IX/ MUI/2015 tentang pendayagunaan harta Zakat, infaq, sedekah dan wakaf untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi , salah satu strategi yang dilakukan  Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan adalah “Penandatangan Nota Kesepakatan Bersama/Memorandum Of Understanding (MoU) Antara Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan” tentang pengelolaan zakat, infaq dan shadaqoh untuk kegiatan pelayanan kesehatan dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dimana BAZNAS juga mempunyai Program SUMSEL SEHAT program karitas yaitu memberikan bantuan yang bersifat sesaat dalam hal menunjang program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Acara Penadatangan Nota Kesepakatan Bersama/MoU tersebut di hadiri undangan sebanyak 60 orang dari berbagai  lintas sector yaitu Bappeda, PU Perkim, PMD, Dikpora, Kawil Kemenag, TNI, Rektor Perguruan tinggi UNSRI dan IAIN PalembangDirektur RSMH Palembang, RS Mata, RS Gigi dan Mulut,, Rektor Universitasi Sriwijaya Palembang, Rektor Universitasi Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Bank Sumsel Syariah, PC,LGS Program PAMSIMAS III Provinsi Sumatera Selatan, serta Konsultan Program USDP Pusat dan Provinsi yang juga sempat hadir.

Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan Drs. H. Najib Haitami, M.M dalam sambutannya mengatakan bahwa “Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan berzakat melalui BAZNAS sejak tahun 2015 dengan zakat yang dikeluarkan perbulannya sebesar Rp 12.000.000, (Dua Belas Juta Rupiah) dari zakat tersebut salah satunya akan kita pergunakan untuk Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu jambanisasi di masyarakat dan sekolah lebih kurang 100 Unit jamban  yang di lokasikan di Kabupaten Banyuasin, sebelum kerjasama ini dilakukan  BAZNAS juga telah  membangun sarana air bersih di dua lokasi yaitu Desa Mendah Kabupaten Oku Timur dan Desa Teluk Payo Kabupaten Banyuasin’, tak lupa ketua BAZNAS mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi kepada seluruh pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang telah berzakat melalui BAZNAS dan  menghimbau  kepada instansi/dinas yang lainnya untuk berzakat melalui BAZNAS, karena BAZNAS merupakan lembaga resmi yang tunjuk oleh Negara

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan  H. Trisnawarman, M. Kes  mengatakan  “Penandatangan  Nota Kesepakatan Bersama/MoU tersebut  merupakan salah satu  bentuk kerjasama  lintas sektor dan strategi percepatan dalam  meningkatkan capaian akses sanitasi Provinsi Sumatera Selatan guna mewujudkan Universal Akses tahun 2019, dan  kepada seluruh undangan/ instansi yang hadir agar ikut berperan aktif  untuk mendukung Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan  tak lupa kami Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengucapakan terima kasih kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan yang bersedia untuk berperan aktif dalam menuntaskan masalah sanitasi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan”. (Suriyanita, SKM Koorprov STBM Sumatera Selatan;Deddy S-WDA NMC)