Mataram, NTB – Menyadari bahwa fasilitator masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program Pamsimas di NTB dimana mereka menjadi ujung tombak keberhasilan program karena mereka berada di garis terdepan. Maka dengan belajar dari pelaksanaan yang sudah dimulai sejak tahun 2014 yang lalu; Tim PPMU, Satker dan Tim Roms provinsi memandang perlu untuk menghitung berapa kebutuhan fasilitator masyarakat dan kriteria yang dibutuhkan program sehingga mereka bisa mengerjakan setiap siklus kegiatan Pamsimas secara efektif dan efisien dengan hasil yang maksimal.

Berdasarkan jumlah desa lama dan baru yang didampingi maka diketahui kebutuhan fasilitator masyarakat per kabupaten, dari data desa dampingan yang ada pada delapan (8) kabupaten di NTB diketahui bahwa jumlah minimal tenaga fasilitator yang diperlukan adalah sebanyak 102 orang sedangkan jumlah yang ada pada saat ini baru mencapai 66 orang terdiri dari 22 orang bidang teknis dan 44 orang bidang pemberdayaan sehingga masih diperlukan penambahan sebanyak 36 orang lagi, yaitu tenaga fasilitator masyarakat regular dan fasilitator masyarakat stunting.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari dua (2) pulau besar yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dimana pada masing-masing pulau terdapat gunung berapi yang tingginya mencapai 3.726 m, maka struktur wilayah pedesaan di NTB ada yang di dataran dan pegunungan. Untuk desa-desa di pegunungan dengan sarana transpotasi yang masih belum baik tentu menjadi tantangan sendiri bagi fasilitator masyarakat, mereka dituntut memilik tenaga yang cukup kuat dan keberanian yang cukup pula untuk mendaki pegunungan dan melintasi jalan yang sepi dan menembus hutan, sawah atau ladang masyarakat. Mempertimbangkan topografi, jarak tempuh, sebaran mata air, sebaran penduduk dan kondisi jalan maka untuk pengadaan fasilitator masyarakat pada saat ini PPMU, Satker dan Tim Roms provinsi berpendapat untuk memperbanyak jumlah tenaga tehnik yang akan direkrut sehingga lebih mudah mengatur tim dan diharapkan akan lebih produktif dalam pendampingan perencanaan, pelaksanaan desa baru dan pada desa pasca.

aya untuk mencapai hasil yang baik maka pada tanggal 3 Mei 2018, Tim PPMU dengan tim Roms sepakat membentuk Panitia seleksi terdiri dari; PPMU, Satker PSPAM dan ROMS provinsi  dimana tugas panitia ini adalah: 1). Merumuskan kriteria fasilitator yang lulus seleksi pasif (administrasi) dan seleksi aktif (test tulis dan wawancara;. 2). Membuat pengumuman pendaftaran calon fasilitator; 3). Membuat jadwal pelaksanaan seleksi pasif dan seleksi aktif; 4). Membentuk tim asesor; 5). Menyelenggarakan pembekalan bagi tim asesor; 6). Menyelenggarakan pelaksanaan seleksi pasif dan aktif; 6). Menyelenggarakan rapat pleno penetapan yang lulus seleksi pasif dan seleksi aktif; 7). Mengumumkan hasil seleksi pasif dan seleksi aktif.

Kriteria calon fasilitator disepakati sebagai berikut: 1). Batas umur calon fasilitator saat mendaftar adalah 40 tahun untuk WSS dan 35 tahun untuk CD; 2). Lokasi penempatan diupayakan berdasarkan tempat tinggal/domisili; 3). Yang pernah mundur boleh mengikuti seleksi dengan catatan tidak pernah mendapat masalah etika/dikeluarkan karena pelanggaran aturan/norma; 4). Bagi yang terkontrak sanggup menyerahkan jaminan berupa ijasah asli; 5). Yang mengundurkan diri secara sepihak pada masa kontrak mendapatkan sanksi berupa mengembalikan biaya pelatihan 2x lipat; 6). Yang dimaksud FM WSS adalah berasal dari S-1  tehnik sipil  dan S-1 tehnik lingkungan; 7). Yang dimaksud FM CD adalah berasal dari semua kesarjanaan (S-1)

Pelaksanaan kegiatan rekrutment sebagai berikut: 1). Panitia terdiri dari; Bappeda, Dinas PUPR, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Satker PSPAM dan Tim Roms provinsi; 2). Tim asesor sebanyak 17 orang terdiri dari; Bappeda 2 orang, Dinas PUPR 2 orang, Dinas PMD 2 orang, Dinas Kesehatan 3 orang, Satker 2 orang dan 6 orang dari tim Roms provinsi; 3). Pendaftaran: a). Gelombang pertama tanggal 4 – 7 Mei 2018; b). Gelombang kedua (khusus bidang tehnik) tanggal 11 – 14 Mei 2018; 4). Seleksi Pasif dilaksanakan pada hari senin-selasa tanggal 14 – 15 Mei 2018 di kantor Roms provinsi, yaitu menyeleksi pelamar sebanyak 144 berkas yang masuk; 5). Rapat panitia penetapan kelulusan dilaksanakan pada hari rabu tanggal 16 Mei 2018; 6). Pengumuman hasil seleksi pasif dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2018 dimana yang lulus seleksi pasif sebanyak 64 pelamar terdiri dari; 28 orang bidang tehnik dan 36 orang bidang pemberdayaan; 7). Seleksi aktif/test tulis dan wawancara dilaksanakan pada hari rabu tanggal 16 Mei 2018 di aula Satker PSPAM NTB; 8). Rapat panitia penetapan kelulusan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 17 Mei 2018 memutuskan dua (2) kategori sebagi berikut: a). LULUS FM Reguler sebanyak 21 orang meliputi 14 orang FM WSS dan 7 orang FM CD; b). Cadangan untuk FM Stunting sebanyak 16 orang meliputi 9 orang calon FM WSS dan 7 orang calon FM CD; 9). Pengumuman hasil seleksi aktif dilaksanakan pada hari kamis tanggal 17 Mei 2018.

Dua puluh satu (21) orang fasilitator masyarakat regular yang dinyatakan lulus pada tanggal 20 – 25 Mei 2018 diundang oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum Berbasis Masyarakat (Satker PAMBM) mengikuti pelatihan fasilitator yang dilaksanakan  di Hotel Aston Kota Mataram provinsi Nusa Tenggara Barat sedang calon Fasilitator Stunting kelulusannya akan diumumkan kemudian hari.  (Mulyatno-PC NTB;Deddy S-WDA NMC)