Mesuji, Lampung – Berkaitan dengan Perencanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (PAMSIMAS) III Tahun 2017 di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, telah diselenggarakan Sosialisasi Kabupaten Program Pamsimas III Tahun 2017 Kabupaten  Mesuji Pada hari Selasa tanggal 8 Agustus 2017, peserta terdiri dari Kepala Desa  dan perangkat pemerintah desa se-Kabupaten Mesuji, Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), Badan Pengelola Sarana Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) dan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), Camat dan perangkat pemerintah kecamatan, Puskesmas, sanitarian, serta tenaga pendamping desa.

Andre (Kabid Praswil) Bappeda Mesuji, selaku Penyelenggara Kegiatan Soskab ini menjelaskan bahwa Kegiatan Sosialisasi Kabupaten Pamsimas III ini diselenggarakan di Aula Pemda Kabupaten Mesuji yang bertujuan antara lain : (1). Menginformasikan pelaksanaan program pamsimas dan program air minum dan sanitasi lainnya yang dikelola atau dilaksanakan di wilayah kabupaten yang dapat mendukung pencapaian akses universal air minum dan sanitasi (2). Menjaring peminatan tentang kebutuhan bantuan program air minum dan sanitasi meliputi jumlah dan target pemanfaat untuk desa baru, desa peningkatan dan desa perluasan. (3). Menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencapaian akses universal air minum dan sanitasi merupakan program bersama yang membutuhkan kerjasama antara pemerintah (pusat sampai dengan desa), pelaku lainnya dan masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Mesuji yang diwakili oleh Kepala Bappeda Kabupaten Mesuji , Sukarman , S.H, menyampaikan, bahwa sanitasi yang meliputi pelayanan air minum, kesehatan dan kebersihan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus tersedia dan telah menjadi tanggung jawab kita bersama. Permasalahan sanitasi permukiman umumnya dapat terlihat dari masih rendahnya kualitas dan tingkat pelayanan sanitasi, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Menurut Bupati, beberapa faktor yang menjadi penyebab utamanya adalah masih rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sanitasi serta kurangnya koordinasi antar pihak-pihak yang berkepentingan sehingga menyebabkan kurang efisien dan efektifnya pembangunan sanitasi permukiman.

Bupati menambahkan, bahwa untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya terobosan di sektor sanitasi, melalui strategi dan program pembangunan yang komprehensif, terintegrasi dan melibatkan semua pihak. Strategi ini juga harus diikuti oleh komitmen dan kerja keras semua pihak, baik di bidang pendanaan, penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia serta peningkatan partisipasi dunia usaha dan masyarakat. Salah satu terobosan yang dimaksud adalah program Pamsimas yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki pelayanan air minum dan sanitasi di Indonesia dengan mengutamakan percepatan pembangunan sanitasi dan peningkatan pelayanan air minum sehat bagi masyarakat.

Bupati menyampaikan bahwa Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi payung bagi berbagai aktivitas terkait dengan pembangunan sanitasi yang sedang dan akan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Mengingat pentingnya kegiatan ini, saya berharap kepada OPD terkait dan unsur penyelenggara program ini agar dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mesuji.

Sebagai Pemateri, Ir.Robert Irwan Natakusuma, selaku Provincial Coordinator Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa yang menjadi materi pada soskab ini antara lain : (1). Penjelasan tentang program pamsimas serta bantuan penyediaan infrastruktur dan pendampingan untuk air minum dan sanitasi, Program 100-0-100, yaitu pemenuhan target 100% akses air minum aman, 0% kawasan permukiman kumuh dan 100% akses sanitasi layak (termasuk di dalamnya adalah target akses air minum aman dan sanitasi layak tingkat kabupaten pada tahun 2019. (2). Pemetaan wilayah kabupaten berdasarkan capaian akses air minum dan sanitasi, gambaran umum mengenai program Pamsimas dan program lain yang akan disinkronkan dengan Pamsimas dalam pelaksanaannya (DAK PAM STBM/DAK Kesehatan dan Hibah Air Minum Perdesaan atau lainnya). (3). Gambaran umum mengenai program air minum dan sanitasi lainnya yang beroperasi di wilayah kabupaten, yang dapat dimanfaatkan oleh desa-desa untuk memperoleh bantuan air minum dan sanitasi (misalnya DAK Kesehatan, DAK Infrastruktur Air MInum dan Sanitasi, danprogram APBD reguler). (4). Target jumlah pemanfaat dan jumlah desa sasaran untuk pencapaian air minum dan sanitasi untuk program Pamsimas, DAK PAM STBM/DAK Kesehatan dan Hibah Air Minum Perdesaan. (5). Prosedur, persyaratan atau kriteria, jenis bantuan (bantuan infrastruktur dan/atau bantuan pendampingan), penyusunan proposal termasuk parameter penilaian proposal, kriteria evaluasi RKM, dan jadwal pemilihan desa serta Peran Pokja AMPL, Pakem dan pelaku lainnya di tingkat kabupaten dan desa dalam proses pemilihan desa serta dukungan teknis.

Selain itu, menurut Andi Armi, Selaku District Coordinator Kabupaten Mesuji Program Pamsimas bahwa hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pernyataan minat dari pemerintah desa untuk mendapatkan bantuan program: desa baru, desa peningkatan kinerja dan desa perluasan. Dukungan dari pemerintah kecamatan untuk pendampingan pengajuan usulan atau minat dari pemerintah desa dan masyarakat untuk mendapatkan bantuan program air minum dan sanitasi serta adanya kebutuhan pendampingan dan pembinaan untuk pemerintah desa dan kecamatan serta masyarakat untuk proses selanjutnya, misalnya penyusunan proposal dan sosialisasi tingkat desa atau kecamatan. (Andi Armi-DC Kab.Mesuji; Deddy S-Asst.MIS/Web Admin CMAC)