PALI, SumselLapangan Gelora Pramuka Komplek Pertamina Pendopo Kabupaten PALI menjadi saksi sejarah baru bagi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, atau biasa disebut PALI. Tanggal 20 Desember 2018, PALI yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Muara Enim (2013) mendeklarasikan diri 100% ODF (Open Defecation Free) atau terbebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Deklarasi 100% ODF disaksikan secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr Imran Agus Nurali, Sp.KO, yang ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati PALI serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten PALI.

Gubernur Sumatera Selatan dalam arahannya berpesan agar “Program Stop Meseng Sembarangan” yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten PALI merupakan ide kreatif yang patut dicontoh dan dikembangkan. “Kabupaten PALI merupakan kabupaten yang baru terbentuk empat tahun lalu sehingga dibutuhkan inovasi untuk melakukan percepatan pembangunan terutama dibidang kesehatan, karena kesehatan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat”, tambah Herman Deru.

“Saya berharap agar apa yang telah dicapai oleh Kabupaten PALI  dapat menjadi trendsetter (panutan, RED) sehingga menjadi contoh daerah lainya khususnya di Sumatera Selatan dan menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan pembangunan di Kabupaten PALI”, imbuhnya.

Sementara itu, Imran Agus Nurali mewakili Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapai Kabupaten PALI sebagai kabupaten pertama di Provinsi Sumatera Selatan yang mampu mewujudkan 100% Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Sesuai dengan kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam RPJMN 2015-2019 yang mengamanatkan target Universal Acces 2019, yaitu 100% air minum aman, 0% permukiman kumuh, dan 100% sanitasi layak pada tahun 2019. Dengan deklarasi ODF Kabupaten sebagai bentuk pencapaian target 100% layanan sanitasi layak bagi masyarakat di Kabupaten PALI, mudah-mudahan segera diikuti pencapaian 100% akses air minum aman sehingga terwujud Universal Acces di tahun 2019”, tegasnya.

“Terkait dengan permasalahan penyakit, saat ini pemerintah juga memperhatikan isu stunting, yaitu kondisi dimana tinggi badan tidak sesuai dengan usia yang dapat menggangu pertumbuhan manusia. Gangguan tersebut tidak hanya secara fisik tapi juga gangguang mental yaitu gangguan intelektual/gangguan kognitif yang pada akhirnya akan menggangu produktivitas dan pembangunan secara luas. Permasalahan stunting ini agar sama-sama menjadi perhatian pemerintah dan semua pihak agar dapat mencegahnya”, imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati PALI Heri Amalindo menyampaikan rasa syukur dengan hadirnya Gubernur dan utusan Kementerian Kesehatan dalam acara Deklarasi ODF Kabupaten PALI, yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional Kabupaten.

“Kami berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian lebih kepada Kabupaten PALI, dan membantu mendorong pemerintah pusat untuk turut berkontribusi dalam percepatan pembangunan di Kabupaten PALI baik pembangunan bidang infrastruktur maupun pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat”, tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sri Kustina, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten PALI sekaligus tokoh perempuan yang menjadi pelopor gerakan “Stop Meseng Sembarangan” (Stop Buang Air Besar Sembarangan).

“Program Stop Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free kami adopsi menggunakan bahasa lokal yaitu “Stop Meseng Sembarangan” agar mudah dicerna masyarakat sehingga mudah disampaikan. Dengan keberhasilan ODF kabupaten ini kami sebagai Ketua Tim Penggerak PKK berharap agar dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mensukseskan pembangunan di Kabupaten PALI melalui aspek pemberdayaan keluarga”, tambah Sri Kustina.

Acara deklarasi “Stop Meseng Sembarangan” turut dihadiri anggota DPR RI Bertu Melas, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Duta Literasi Sumatera Selatan Percha Leanpuri, jajaran Pemerinah Kabupaten PALI, Tim Penggerak PKK PALI, Persit dan Bhayangkari PALI, dan Kejaksaan. Hadir pula jajaran Koramil PALI, Kapolsek, jajaran Puskemas, Camat, Lurah dan Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat. Kepala sekolah se-Kabupaten PALI, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Se-Sumatera Selatan dan Tim Pamsimas Sumatera Selatan dan Kabupaten PALI serta Fasilitator Kabupaten STBM PALI.

Prosesi Deklarasi diawali dengan menyanyikan lagu PHBS oleh siswa SMA YKPP PALI, Penandatanganan prasasti, penyerahan Sertifikat ODF dari Gubernur ke Bupati PALI, dan pemberian plakat dari Kementerian Kesehatan RI Kepada Ketua TP PKK PALI.

PALI merupakan salah satu Kabupaten penerima Program Pamsimas III, dengan jumlah desa sasaran sebanyak 65 Desa dan 6 Kelurahan tersebar di 5 Kecamatan. Untuk tahun 2019 diusulkan sebanyak 16 desa sebagai penerima program Pamsimas reguler.

Prestasi ODF Kabupaten PALI tidak dapat dipisahkan dengan Deklarasi Komitmen ODF oleh 26 Desa di Lapangan Ampera Koramil Talang Ubi, tanggal 1 Agustus 2017. Komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan Deklarasi ODF oleh 26 Desa pada tanggal 18 Nopember 2017, dilaksanakan bertepatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 Kabupten PALI, sekaligus menyepakati kembali komitmen daerah untuk mewujudkan ODF tingkat Kabupaten pada tahun 2018 (Suloyono-DC PALI/Hartono Karyatin-Adv & Media PAMSIMAS).