Minahasa Selatan, Sulawesi Utara – Desa Karimbow Talikuran berada di Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Secara definitive desa ini disahkan pada tahun 1997.  Desa seluas  ± 1,98 KM2 dengan jumlah penduduk 890 jiwa – laki-laki 428 jiwa dan  perempuan 462 jiwa yang terbagi dalam 324 KK (174 KK kategori miskin, 102 KK kategori menengah, dan 48 KK kategori kaya).  Desa terbagi kedalam 6 Dusun atau Jaga.  Sebagian besar warganya merupakan petani.

Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari masyarakat menggunakan sumber air dari sungai yang jaraknya + 2 km dari permukiman warga.  Selain memanfaatkan air sungai, warga juga menggunakan sumber air lewat sumber air tadah hujan yang digunakan untuk kegiatan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Harapan masyarakat selama 20 tahun akan ketersediaan air bersih yang layak hanya tinggal kenangan.  Dikisahkan oleh Hukum Tua atau Kepala Desa, Max Umboh, tahun 2016 ada kegiatan pekerjaan IKK SPAMS dengan anggaran + 4 Milyar yang akan masuk ke desa.  Harapan mendapatkan air bersih sirna karena pada proses pelaksanaan pihak kontraktor melarikan diri sehingga proyek tidak selesai.  Masyarakat sangat kecewa.  Harapan untuk mendapatkan air bersih berubah menjadi air mata.  Masyarakat sangat kecewa.  Hukum Tua/ Kepala Desa tidak tinggal diam, terus berjuang untuk memenuhi hasrat warganya.

Hingga kemudian program Pamsimas III masuk ke desa ini pada tahun 2016.  Pemerintah Desa bersama segenap komponen masyarakat aktif mengikuti kegiatan sosialisasi dan tahapan kegiatan Pamsimas, hingga kemudian Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR menetapkan desa ini sebagai lokasi program Pamsimas Tahun Anggaran 2017.

Karena medan cukup berat dengan lokasi sumber air baku berada ± 7 KM dari permukiman warga dan  melewati beberapa titik rawan longsor, diperlukan dana cukup besar.  Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) melalui program Pamsimas tidak cukup untuk membangun  SPAMS perdesaan tersebut.  Berkat Dana Desa sebesar Rp 554.164.000, Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dapat diwujudkan.  Melalui kolaborasi pendanaan yaitu sumber dana Pamsimas III  sebesar Rp. 380.500.000,- (BLM, Incash, Inkind dan APBDes), ditambah dengan Dana Desa sebesar di atas.

Total dana hampir satu miliyar tersebut  diwujudkan untuk membangun PMA dan jaringan perpipaan ± 6.640 Meter dengan sumber Dana Desa, sedangkan Dana Pamsimas (BLM, kontribusi masyarakat dan APBDes) digunakan untuk membangun 1 unit bak reservoar ukurab 4×4, jaringan pipa distribusi sepanjang 2.200 Meter, 1 unit CTPS, 1 unit WC dengan 2 pintu, pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan, dan kegiatan pelatihan KKM/Satlak dan KP-SPMAS, serta biaya operasional.

Awalnya masyarakat pesimistik akan keberhasilan program tersebut mengingat dana yang terkumpul tidak sampai satu miliyar (934,6 juta).  Hal tersebut berkaca pada pengalaman sebelumnya dengan dana proyek sebesar 4 miliyar, kegiatan tidak selesai atau proyek terhenti, meski karena alasan lain (Kontraktor kabur).  Tetapi lewat komitmen dan tekad penuh semangat Hukum Tua/Kepala Desa bersama masyarakat yang sudah lama merindukan akan ketersediaan air bersih yang layak, pekerjaan dapat diselesaikan akhir Januari 2018.  SPAMS perdesaan tersebut telah dilakukan uji-fungsi pada tanggal 7 Februari 2018 dan sarana telah diserah-terimakan pemanfaatannya pada tanggal 23 Februari 2018.

Semua lapisan masyarakat sangat bersyukur pada saat uji-fungsi dimana air bersih yang layak sudah sampai di kampung dan menjangkau 5 dusun/jaga.  Tinggal tersisa 1 dusun dengan 50 KK yang belum teraliri karena dana tidak mencukupi.  Max Umboh selaku Hukum Tua/Kepala Desa rela merogoh kocek pribadinya untuk menambah jaringan pipa distribusi sehingga ke enam dusun tersambungkan jaringan pipa ditribusi program Pamsimas.

Masyarakat Desa Karimbow Talikuran tahunya yang bantu mereka mendapatkan air bersih yang aman adalah Program Pamsimas.  Untuk itu masyarakat menyampaikan terima kasih (Jemmy Rotinsulu-DC Kab. Minahasa Selatan/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)