Penerbit: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
ISBN: 978-623-6614-80-8
Halaman: 100 Halaman

Berdasarkan studi yang dilakukan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahwa ada korelasi signifikan antara dinamika (peningkatan) akses air dan sanitasi dengan Index Pembangunan Manusia (IPM). Sehingga tidak ada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya tanpa  pembangunan sarana air dan sanitasi. Bappenas memperkirakan membutuhkan inestasi sebesar 398 trilyun rupiah. Namun kemampuan Negara untuk mengalokasikan biaya peningkatan dan perbaikan akses air bersih dan sanitasi dalam infrastruktur APBN ataupun APBD masih belum  mencukupi.

Menyadari atas permasalahan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) ingin ikut berperan dalam mencarikan solusi dan jalan keluarnya. Maka pada Musyawarah Nasional MUI di Surabaya tahun 2015 telah dibahas dan ditetapkan Fatwa MUI no. 001/MUNAS-IX/MUI/2015 Tentang Pendayagunaan Harta Zakat, Infaq, Sedekah & Wakaf Untuk Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Bagi Masyarakat. Diharapkan dana sosial keagamaan ini dapat membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana untuk pembangunan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin.

Download Panduan