Makassar, Sulawesi Selatan – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui POKJA AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) memberikan anugerah Saoraja AMPL Award 2018 kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa yang dinilai berjasa dalam pembangunan AMPL di wilayah Sulawesi Selatan.

Event Penganugerahan SAORAJA AMPL AWARD 2018 dengan tajuk SATU SUARA SULSEL (Sanitasi dan Air minum TUntas di SelurUh DAeRAh di SULawesi SELatan), yang berlangsung cukup meriah digelar di Hotel Claro, Kota Makkasar, Rabu (14/11).

Anugerah Saoraja AMPL adalah penghargaan tertinggi sektor AMPL yang diberikan oleh Pemerintah Sulawesi Selatan. Penghargaan diperuntukan bagi Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa serta perorangan penggiat AMPL di wilayah Sulawesi Selatan yang memiliki komitmen tinggi dan terbaik dalam peningkatan layanan di sektor air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Sekda Provinsi Sulawesi Selatan DR Ashari Fakhsirie Radjamilo, MSi didampingi oleh Kabid Infrastruktur, SDA dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Sulsel Ir H Andi Muhammad Arifin, MSi serta Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas Tri Dewi Virgiyanti, ST MEM.  Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kadis dan Pokja AMPL Kabupaten dari 24 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Provinsi Sulsel mengatakan, Pemerintah Sulawesi Selatan memiliki sejumlah komitmen, diantaranya [i] menjamin ketersediaan air bersih di seluruh wilayah termasuk daerah terisolir dan pulau-pulau, [ii] Pencapaian provinsi ODF, PHBS oleh seluruh masyarakat, [iii] Peningkatan layanan air minum, air limbah domestik dan persampahan, [iv]peningkatan sumber pendanaan air minum dan sanitasi, [v] kolaborasi penanganan permukiman kumuh dan rumah tidak layak huni, serta [vi] penguatan kelembagaan, koordinasi, regulasi dan operasional pelaksana.

Ada empat kategori penganugerahan AMPL. Kategori terbaik dalam pembangunan dan layanan sanitasi diberikan kepada Kabupaten/Kota Makassar, Palopo, Pare-pare dan Bantaeng. Untuk kategori inovasi pembangunan dan layanan AMPL diberikan kepada Kabupaten Soppeng, Sidrap dan Takalar, sedang kategori pengelolaan informasi/data AMPL dalam aplikasi NAWASIS (National Water and Sanitation Services) diraih oleh Kabupaten Sidrap. Untuk kategori percepatan pencapaian ODF diberikan kepada Kabupaten Pinrang. Dan empat kategori penganugerahan kategori terbaik bagi Pemerintahan Desa diberikan kepada Kades Buhun Bundang (Kabupaten Bulukumba), Kelompok pengelola AMPL “KPP Sehati” (Kabupaten Gowa), Kategori CSR, Swasta dan BUMN adalah Kabupaten Wajo (Energy quity Epic) serta kategori perseorangan/individu penggiat AMPL diberikan kepada Muhammad Sinar (Kabupaten Barru).

Saoraja AMPL Award 2018 dirintis bersama POKJA AMPL Provinsi Sulawesi Selatan bersama mitra seperti UNICEF, Yayasan BaKTI, USDP (Urban Sanitation Development Program), PPSP, IUWASH PLUS-USAID, PAMSIMAS, KOTAKU, STBM, LEMINA, AKSANSI dan FJS (Forum Jurnalis Sanitasi).  Untuk pertama kalinya Saoraja AMPL Award diadakan tahun 2018.

Sekretaris Pokja AMPL Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan, penghargaan Saoraja AMPL diselenggarakan sebagai bentuk dukungan, apresiasi, evaluasi atas gerak roda pembangunan sector AMPL di Kabupaten/Kota. Ia menambahkan, event tersebut menjadi tonggak kesiapan Sulawesi Selatan atas pencapaian target Akses Universal 100-0-100 di tahun 2019.

Semangat antusias kabupaten dalam mengikuti ajang penganugerahan tersebut menjadi salah satu media dalam mendorong pencapaian akses universal. Pemerintah Daerah yang sudah mendapatkan penghargaan akan lebih meningkatkan pencapaiannya, sedangkan bagi yang belum mendapatkan penghargaan setidaknya menjadi motivasi ke depannya untuk berkomitmen dalam mengawal pencapaian target tersebut. Diharapkan kesiapan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, swasta dan masyarakat untuk bersinergi melalui kegiatan lain dalam mendukung universal akses 2019 (NurnaningsihPC Sulsel/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp).