M agelang, Jawa Tengah – Water.org bekerjasama dengan Pamsimas menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas bagi Staf KSPPS BMT BUS untuk pembiayaan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) di Magelang (3/11).  KP-SPAMS sendiri merupakan kelembagaan masyarakat untuk mengelola keberlanjutan sarana air minum yang dibangun melalui program Pamsimas.   Saat ini ada lebih dari 16.800 KP-SPAMS yang tersebar di 365 Kabupaten di 33 Provinsi di seluruh Indonesia.

Melalui pelatihan ini diharapkan para manajer pengelola KSPPS BMT BUS lebih memahami dan terampil dalam pengelolaan pembiayaan air dan sanitasi, atau “ANITA – Air dan Sanitasi” bagi pengembangan KP-SPAMS di wilayah kerja masing-masing.

Pelatihan diikuti para  Manajer BMT BUS dari enam Kabupaten, yaitu Kabupaten Rembang, Kudus, Pati, Magelang, Sukoharjo, dan Semarang.  BMT BUS  yang berkantor pusat di Rembang Jawa Tengah, memiliki aset lebih dari Rp 860 M, dan memiliki 116 Kantor Cabang yang tersear di 7 Provinsi di seluruh Indonesia.

Melalui produk pembiayaan “ANITA-Air dan Sanitasi” bekerjasama dengan Water.org, BMT BUS dapat mengucurkan kredit air dengan pagu maksimal 2 juta rupiah untuk individu, dan 100 juta rupiah untuk kelompok/lembaga seperti KP-SPAMS, dengan tenor (masa pengembalian) paling lama 36 bulan.  Bagi KP-SPAMS fasilitas pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan jaringan perpipaan sehingga dapat memperluas pelayanan, pembelian pompa baru, membuat sumur bor, dll.  Sedangkan bagi individu dapat dimanfaatkan untuk pemasangan sambungan rumah, pengadaan meteran air, dll.

Produk pembiayaan air minum dan sanitasi merupakan salah satu alternatif pembiayaan di bidang air minum bekerja sama dengan program Pamsimas untuk percepatan pencapaian 100% akses air minum pada tahun 2019.

Pelatihan Penguatan Kapasitas bagi Staf KSPPS BMT BUS merupakan tidak lanjut atas perjanjian kerjasama (PKS) yang ditandatangani Ir Tanozisochi Lase, MSc selaku Ketua CPMU program Pamsimas dengan Mr Richard Eugene Thorsten, Chief Program Water.org, yang ditandatangani di Jakarta (17/07/2018).  Perjanjian Kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut atas kesepakatan bersama (MoU) yang ditandatangani setahun sebelumnya (04/08/2017) antara Ir Muhammad Sundoro, M.Eng, Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kementerian PUPR dengan Ir Gusril Bahar,MES, Country Director Water.org Indonesia.

Menindaklanjuti kerjasama tersebut, maka dibentuklah pilot project di 3 provinsi prioritas lokasi program Pamsimas, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.  Untuk tahun 2018 pihak Water.org akan memfasilitasi 900 KP-SPAMS di provinsi prioritas untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan mikro, dan untuk tahun 2019 target ditingkatkan menjadi 3.000 KP-SPAMS.  Salah satu strategi untuk mencapai target tersebut dengan memberikan pelatihan mekanisme pembiayaan dan penyiapan KP-SPAMS dalam mengakses pembiayaan lembaga keuangan mikro kepada Staf dan Manajer BMT BUS.

Seorang peserta pelatihan dari BMT BUS Kabupaten Rembang memberikan tanggapan positip atas terselenggaranya pelatihan ini.   Ia mengapresiasi pelatihan ini, bukan diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja tetapi diadakan dan dibiayai oleh pihak lain, dan bahkan difasilitasi dipertemukan dengan market (calon nasabah).

Untuk pengembangan KP-SPAMS dapat menggunakan sumber pendanaan regular dan sumber pendanaan lainnya berdasarkan tipologi KP-SPAMS.  KP-SPAMS kategori berfungsi baik dapat  mengakses pendanaan dari HAMP, DAK Air Minum (untuk perluasan), CSR, kredit mikro, APBD dan  APBDes.   Bagi KP-SPAMS yang berfungsi sebagian ada opsi peningkatan melalui sumber dana HKP, HAMP pemanfaat dari (MBR), DAK Air Minum, CSR, kredit mikro, APBD, dan APBDes.  Sedangkan untuk KP-SPAMS yang masuk kategori tidak berfungsi  dapat mengakses dana untuk meningkatkan keberfungsian melalui sumber dana HKP, CSR, APBD, dan APBDes.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperkenalkan potensi dan peluang pembiayaan untuk KP-SPAMS.  Dengan adanya pembiayaan dari lembaga keuangan mikro diharapkan KP-SPAMS dapat lebih meningkatkan pelayanan akses air bersih bagi warga perdesaan. “BMT BUS melalui produk ANITA-Air dan Sanitasi siap memberikan kucuran dana kepada KP-SPAMS,” tutur Zul Akmal, Direktur Bisnis BMT BUS. (Sri Yuliati-Asisten Local Institutional Strengthening/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp)