Program Pamsimas I (tahun 2008 – 2012) dan Pamsimas II (tahun 2013 – 2015) telah berhasil meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota, serta meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat di lebih dari 12.000 desa yang tersebar di 233 kabupaten/kota. Program Pamsimas III yang dimulai sejak tahun 2016 dan akan berakhir pada tahun 2019 direncanakan akan meningkatkan akses air minum dan sanitasi layak menjadi lebih dari 27.000 desa yang tersebar di 396 kabupaten dan 11 kota.

Sebagai program yang menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, Pamsimas adalah program andalan pemerintah di dalam penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat bagi masyarakat miskin di pedesaan. Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus sebagai penanggung jawab pelaksanaan kegiatan. Untuk membantu penyelenggaraan program agar dapat memiliki akuntabilitas yang memadai dan berjalan efektif dan transparan selama pelaksanaan, maka diperlukan acuan berupa Panduan Operasional Baku (POB).

Panduan Operasional Baku (POB) ini merupakan salah satu panduan untuk kegiatan terkait dengan pengendalian mutu pengelolaan administrasi keuangan dalam pelaksanaan konstruksi Sarana Air Minum dan Sanitasi khususnya di tingkat masyarakat.(KKM). Diharapkan dengan adanya POB ini pengelolaan keuangan di tingkat masyarakat (KKM) dalam pembangunan sarana air minum dan sanitasi dapat lebih baik, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.