Makassar, Sulsel – Pamsimas Sulawesi Selatan adakan Rapat Koordinasi (Rakor) tindaklanjuti pertemuan EGM (Expert Grup Meeting) TA LGS dan DMA terkait peningkatan kualitas  pemanfaatan data SIM dan penanganan Data pasca program Pamsimas  melalui kegiatan HKP, HAMP serta integrasi dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) air minum program Pamsimas tahun 2019, di Makassar (16-18/04/2018).  Kegiatan Rapat Koordinasi diikuti peserta dari 20  Kabupaten lokasi program Pamsimas se-Sulawesi Selatan yang terdiri dari unsur-unsur DC, Co-DC/FMA, dan DEAO.

Rapat Koordinasi dibuka secara resmi oleh Ketua Provincial Project Management Unit (PPMU) Sulawesi Selatan Andi Taufiq Saleh AsapaDalam sambutan dan arahannya, Ketua PPMU mengingatkan perlunya pemahaman interelasi yang utuh antara Tim Provinsi, Tim Kabupaten dan seluruh Fasilitator Masyarakat (TFM) dalam mengimplementasikan capaian peningkatan kualitas dan pemanfaatan data SIM, serta validasi seluruh data SIM seluruh desa Pamsimas tahun 2016-2018.  “Jika interelasi ini sudah dipahami, maka akan lebih mudah dalam pelaksanaan Program Pamsimas di wilayah Sulawesi Selatan  sesuai dengan target capaian pemutakhiran kelengkapan data SIM,” jelas Andi Taufiq Saleh Asapa memberi penekanan.

Peserta Rapat Koordinasi terbagi dalam tujuh desk membahas tuntas tercapainya pemutakhiran dan validasi data SIM Kabupaten modul 1,2,3,4,6 dan 7,  klarifikasi kelengkapan usulan HKP dan verifikasi RKM HKP (tercapai Desa usulan dan kelengkapan data dukung pengusulan kegiatan HKP 2017 yang akan dilaksanakan TA. 2018 dan tercapai kelengkapan dokumen usulan HAMP TA 2019), memastikan Data MBR pada RKM HKP, identifikasi desa-desa pasca Program Pamsimas yang diintergrasikan ke DAK air minum 2019 dan penyepakatan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL).

Rakor yang berlangsung selama tiga hari tersebut ditutup secara resmi Satker PS-PAM Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Hamdan HM selaku staf Penyusun Monev dan Pelaporan.  Dalam kata sambutan penutupannya, ia menghimbau dan menegaskan kepada peserta Rakor, setelah selesai  kegiatan Rapat Koordinasi ROMS 15 Provinsi Sulawesi Selatan, untuk segera melaksanakan tugas pendampingan sesuai dengan RKTL yang telah disepakati sepulang dari kegiatan Rapat Koordinasi.   Ia menyampaikan pesan, dalam sebuah tim dibutuhkan kekompakan, satu pemahaman, satu tujuan dan satu tindakan.  Setiap persoalan hendaknya dipecahkan bersama tim.  Oleh sebab itu koordinasi dan komunikasi diantara pelaku program secara intensif harus dilakukan. Inisiatif untuk melakukan komunikasi dan koordinasi memang ada pada District Coordinator (DC), dan juga harus proaktif jika melihat ada kebutuhan dan kemungkinan permasalahan yang harus segera diselesaikan. (TA CB-CD ROMS 15 Provinsi Sulawesi Selatan/Hartono Karyatin-Advocacy & Media Sp. NMC)