Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya adalah salah satu desa penerima manfaat Program Pamsimas III di Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2017 dengan total biaya RKM sebesar Rp. 370.000.000,- yang terdiri dari bantuan BLM sebesar Rp. 259.000.000,- serta bantuan swadaya masyarakat incash maupun inkind sebesar Rp. 74.000.000,- dan APBDes sebesar Rp. 37.000.000,- . Hingga saat ini kegiatan yang tersisa berupa kegiatan pelatihan bagi pengelola BPSPAMS yang rencananya akan dilaksanakan di akhir Bulan November 2017.

Pembangunan bidang air minum dan sanitasi ini memang menjadi salah satu prioritas utama kegiatan pemerintahan Desa Gunungsari. Hal ini disebabkan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar masyarakat Desa Gunungsari saja tapi juga bertekad untuk turut mendukung program universal akses air minum dan sanitasi di tahun 2019 sehingga pemanfaatan seluruh kegiatan dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh kalangan masayarakat dalam hal ini tidak terkecuali juga untuk kaum difable (termasuk di dalamnya kaum jompo dan wanita hamil).

Dalam Program PAMSIMAS III di Provinsi Jawa Barat ternyata baru terdapat 5 Desa di 5 Kabupaten yang sudah mengadopsi desain Universal Akses dalam pembangunan sarana dan prasarananya,  salah satunya adalah Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis ini. Desain universal akses di Program Pamismas III merupakan desain yang memungkinkan semua orang, termasuk kaum difable untuk dapat mengakses sarana air minum maupun sanitasi dengan mudah dikarenakan desain bangunan telah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat diakses semua kalangan. Hal inilah yang dijadikan acuan dalam penerapan desain universal di Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya.Jika selama ini desain sarana prasarana biasanya tidak memperhatikan kemudahan akses bagi kaum difable, maka tidak demikian halnya dengan desain universal akses sarana prasarana yang diterapkan di Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya.

Salah satu contoh pembangunan universal akses di Desa Gunungsari adalah pembangunan jamban SD/ MI serta bangunan kran umum. Dalam bangunan jamban di sekolah SD/ MI menyediakan pegangan tangan (hand railing) di sekeliling kamar mandi (wc) untuk membantu siswa yang mengalami lumpuh kaki agar mudah buang air, dsbnya. Contoh pembangunan dengan konsep universal akses lain adalah menyediakan rel pegangan pada kran umum sehingga rel pegangan ini dapat sangat membantu kaum difable, termasuk orang tua jompo dan ibu hamil untuk pengambilan air dari kran umum tsb.

Dengan terbangunnya fasilitas umum yang mengadopsi desain universal akses di Desa Gunungsari telah menunjukkan bahwa semua warga masyarakat dengan segala keterbatasan kondisinya memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan fasilitas umum secara maksimal, sehingga diharapkan dapat meminimalisir diskriminasi diskriminasi yang selama ini terjadi terhadap kaum difable. Hal ini juga diharapkan untuk tidak hanya dapat terjadi di Desa Gunungsari saja, tapi ke depan desa lainnya pun mampu mengadopsi desain universal akses ini dalam pembangunan fasilitas umum lainnya. (Tim DC Kab Ciamis : Jabar)