Batubara, Sumatera Utara – Desa Ujung Kubu merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Prov. Sumatera Utara. Desa ini terdiri dari 9 (sembilan) dusun dengan jumlah penduduk sebanyak 7.200 jiwa atau 1.730 kk. Sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, karena letak Desa Ujung Kubu berdekatan dengan wilayah kelautan. Sebelum adanya Program Pamsimas, untuk memenuhi kebutuhan air minum, masyarakat desa biasanya akan membeli dari warga di desanya yang memiliki sumur bor dengan biaya Rp10.000,00 sampai dengan Rp15.000,00 per Drum. Setiap bulan, rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh setiap rumah tangga untuk membeli air minum sebesar Rp150.000,00 s.d Rp.200.000,00 sesuai kebutuhan pemakaian air. Dengan mata pencaharian dan penghasilan yang tidak menetap, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk kebutuhan air minum terasa sangat memberatkan. Masyarakat yang tidak mampu membeli air minum, menggunakan air dari sumur gali terbuka milik masyarakat desa setempat. Sumur gali ini berada di belakang rumah penduduk dan dibangun seadanya tanpa memperhatikan resapan/genangan air buangan yang yang ada di sekitar rumah penduduk sehingga kualitas air untuk layak minum diragukan.

Permasalahan yang terjadi di Desa Ujung Kubu menjadi PR bagi pemerintah desa dan Kabupaten Batubara untuk merealisasikan pelayanan sosial dasar masyarakat terhadap kebutuhan air minum. Pucuk dicinta ulam pun tiba, pada Tahun 2015 Desa Ujung Kubu menjadi salah satu desa sasaran Program Pamsimas II dan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp220.000.000,00 yang bersumber dari dana APBN. Kegiatan Sarana Air Minum yang dibangun di desa Ujung Kubu dapat melayani 4 (empat) dusun, 536 KK, 1810 Jiwa dan 283 unit Sambungan Rumah (SR). Masyarakat pun tidak keberatan untuk membayar iuran yang dikenakan sesuai dengan meteran yang tersedia disetiap pemanfaat air minum (pelanggan) sebesar Rp1.800,00/M3 atau + Rp50.000,00/bulan sesuai pemakaian konsumen.

Bentuk dukungan dari Pemerintah Desa, Tahun 2016 melalui Dana Desa telah dianggarkan pembiayaan pembangunan sarana air minum sebanyak 5 (lima) unit sumur bor dengan kedalaman ±100 m yang berlokasi di 5 (lima) dusun dan direncanakan 4 (empat) unit sumur bor pada Tahun 2019 untuk 5 (lima) dusun lainya. Hal ini telah dituangkan dalam RPJMDesa Tahun 2014-2019.

Pada Tahun 2017, Desa Ujung Kubu mendapatkan dana Pamsimas yang dialokasikan melalui dana APBD sebesar Rp245.000.000,00 dan ditambah konstribusi masyarakat dan APBDesa Tahun 2017 sebesar Rp105.565.000,00 total pendanaan yang diperoleh menjadi Rp350.565.000,00. Dana yang tersedia tersebut digunakan untuk melayani 3 (tiga) dusun lain yang belum akses SAM dengan jumlah pemanfaat 284 KK, 2117 Jiwa dan 213 unit SR. Sampai dengan saat ini, sarana air minum yang dibangun Tahun 2017 sudah dapat melayani 7 (tujuh) dusun. Untuk layanan sanitasi, Desa Ujung Kubu telah akses 92,95%. Program Dinas Kesehatan Kab. Batubara telah merencanakan pada Tahun 2019, akses sanitasi dapat tercapai 100% sejalan dengan ketersediaan air minum. Pencapaian layanan air minum dan sanitasi saat ini merupakan hasil kerjasama dan partisipasi dari seluruh masyarakat, pemerintah desa dan kabupaten. Diharapkan pelayanan yang masih belum maksimal dapat ditingkatkan lagi untuk mencapai target sampai Tahun 2019. Air sebagai sumber keberlangsungan makhluk hidup akan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Ketika tidak dipelihara akan menjadi langka dan akan semakin sulit untuk diperoleh. Untuk itu, sarana air minum yang sudah terbangun saat ini diharapkan dapat tetap terpelihara, baik sarana dan sumber mata air yang tersedia.( Abdullah Hadely Hasibuan-Koordinator Prov. Sumut;Deddy S-WDA NMC)