Buleleng, Bali – Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih merupakan Sarana Dasar yang mutlak harus dipenuhi dan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Buleleng dengan tingkat pelayanan  78,58%. Dari 148 desa dan kelurahan, 67 desa/kelurahan dengan sistem PDAM dengan prosentase 32,61% dan 81 desa sistem swakelola masyarakat melalui Unit Pengelola Sarana  (UPS) dengan prosentase 45,97%, Bukan jaringan perpipaan (BPJ) 21%. Melihat Cakupan tersebut masih terdapat wilayah yang belum terlayani Air Minum untuk mendukung program 100-0-100 pemerintah pusat meluncurkan program Pamsimas. Pamsimas III merupakan pelaksanaan dua agenda nasional, meliputi peningkatan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak dan berkelanjutan. Yaitu air bersih untuk rakyat dan sanitasi total berbasis masyarakat.

Pada 2016-2017, Program Pamsimas di Kabupaten Buleleng mencapai 15 desa dan akan diajukan desa susulan sebanyak 5 desa, 4 desa merupakan desa APBN dan 1 desa akan didanani oleh APBD. Diharapkan mampu meningkatkan target capaian air minum dan sanitasi masyarakat, sehingga dapat mencapai dan mendukung pencapaian akses Universal Nasional. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut.

Demikian disampaikan oleh ketua  POKJA AMPL Kabupaten Buleleng Nengah Sudiarta dalam sambutan dan pembukaan pada Acara Sosialisasi Pamsimas III yang di gelar di ruang rapat Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Rabu (24/5/2017).

Kegiatan Sosialisasi Program Pamsimas Kabupaten Buleleng ini dilaksanakan oleh POKJA AMPL. Nengah Sudiarta, menyebut program Pamsimas III pada 2016-2017, Kabupaten Buleleng mengikuti program ini, bersama-sama dengan empat kabupaten lainnya di Bali. Kini seleksi dan verifikasi proposal dan rencana kerja masyarakat (RKM) pada 2016, dan pelaksanaan fisik pada 2017. “Jumlah desa penerima program ada 15 desa di lima kecamatan. Jumlah dana Rp 3.670.800.000, terdiri dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari APBN, dana APBD Kabupaten Buleleng, APBDDes, In cash dan in kind masyarakat,” jelasnya.

Sosialisasi Program Pamsimas III tahun 2018 dilaksanakan untuk penjaringan desa sasaran untuk program Pamsimas 2018. Sesuai dengan arahan dan target pusat, diharapkan tahapan penyusunan RKM adalah pada Oktober 2017. “Kabupaten Buleleng diharapkan sudah melakukan sosialisasi pada Mei 2017,” imbuhnya.

Hadir pada acara sosialisasi ini, Tim ROMS-10 Bali dan District Coordinator Buleleng, serta Tim Fasilitator Kabupaten Buleleng. Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab. (Tri Manto/DC Kab. Buleleng; Deddy S-Asst.MIS/Web Admin)