Bekasi, Jawa Barat – Desa Mangunjaya terletak di Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.   Desa ini berjarak ± 3 Km dari Kecamatan Tambun Selatan, ± 16 Km dari Ibukota Kabupaten, dan ± 120 Km dari Kota Bandung yang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat, serta ± 35 Km dari Ibukota Negara Republik Indonesia.   Mangunjaya merupakan hasil pemekaran dari Desa Busilen yang menjadi desa induk menjadi tiga desa yaitu Desa Sumber Jaya, Tridaya Sakti, dan Desa Mangunjaya sendiri dengan nama desa induk tidak digunakan lagi.

Tingkat pendidikan di Desa Mangunjaya tergolong bagus untuk ukuran desa dimana tidak ditemukan lagi anak-anak usia sekolah  yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi. Rata-rata warga desa telah mengikuti program wajib belajar 9 tahun dan terus ditingkatkan agar berkembang menjadi wajib belajar 12 tahun.

Di Desa Mangunjaya terdapat seorang sosok perempuan yang aktif, lincah, dan cekatan dalam mengelola program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau Pamsimas.  Dia adalah Endah Widhiastuti, seorang ibu rumah tangga yang menjadi Koordinator KKM kegiatan Pamsimas III, yang merupakan kelembagaan masyarakat pengelola kegiatan Pamsimas tahun 2019 di desanya.  Endah, begitu ia disapa, tidak hanya mengelola program Pamsimas saja, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan  seperti menjadi Ketua Penyelenggara SPS Kartini, Ketua Posyandu, Ketua Pokja 2 PKK Desa, dan Kader Desa Siaga, serta Sekretaris PKK RW.  Endah merupakan sosok perempuan yang sangat terbuka kepada siapapun baik kepada masyarakat, LSM, dan wartawan menyangkut kegiatan Pamsimas di desanya.

Kegiatan Pamsimas  tahun 2019 di Desa Mangunjaya didominasi kelompok perempuan.  Selain sang Koordinator KKM yang merupakan seorang perempuan, Bendahara Satlak Pamsimas juga dipegang seorang perempuan (Noviyanti), dan bahkan dua orang anggota pengurus KPSPAMS juga merupakan perempuan, yaitu Karsiti dan Maryati.

Sarana air minum yang dibangun melalui program Pamsimas di Desa Mangunjaya diresmikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Muhammad Nuh, Lc pada tanggal 16 Januari 2019, yang juga dihadiri Camat Tambun Selatan Junaefi dan Kepala Desa Mangun Jaya Idi Rohadi.  Saat ini sudah ada sambungan rumah (SR) sebanyak 146 unit yang melayani 146 KK atau 584 jiwa.

Ke depannya, warga desa berkeinginan untuk mendirikan bank sampah untuk membantu menangani pengolahan sampah yang ada di sekitar perumahan warga.  Kegiatan ini diumaksudkan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih.  Pendirian bank sampak dimaksudkan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi masyarakat, seperti untuk kerajinan dan pupuk, sehingga lebih memiliki nilai ekonomis. Gagasan tersebut dimunculkan sebagai bagian dari konsep penerapan iuran air yang dibayar dengan sampah.  Melalui kegiatan pengumpulan sampah, selain  untuk kerajian dan pembuatan pupuk sekaligus pengumpulan iuran air untuk mendukung operasional dan pemeliharaan sarana air minum yang telah dibangun melalui program Pamsinmas.

Usaha mewujudkan bank sampah di desa diharapkan dapat menambah penghasilan masyarakat melalui konversi sampah menjadi imbalan uang yang tersimpan di rekening bank sampah.  Uang yang tersimpan di bank sampah bila sudah terkumpul cukup sewaktu-waktu dapat diambil masyarakat jika diperlukan, tentunya setelah dipotong dengan kewajiban membayar iuran air sesuai penggunaan.  Gagasan ini patut didukung dan dapat dijadikan contoh bagi desa lokasi Pamsimas lainnya (MS Eka Hadi – DC Kab Bekasi/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).