Bengkulu – Rapat ini dilaksanakan di Hotel Madeline, Bengkulu pada tanggal 20 Mei 2017. Adapun pesertanya adalah pelaku program di Kabupaten dalam hal ini Pokja AMPL Kabupaten, Sanimas, PPSP, STBM dan Konsultan Kabupaten Pamsimas (DC). Maksud diadakannya pertemuan ini adalah untuk duduk bersama membahas permasalahan yang ada di setiap Kabupaten guna merumuskan strategi yang akan dilakukan dalam mengejar target Universal Access.

Dengan adanya target Universal Access tadi untuk bidang air minum dan sanitasi, sangat tidak mungkin tercapai apabila pelaku program berjalan sendiri-sendiri, maka dibutuhkan satu visi dan satu langkah bersama untuk mencapai target Universal Access tersebut. Melalui Rakor antar lintas SKPD dan lintas Program diharapkan adanya Kolaborasi dari semua Program, Pelaku dan sumber pendanaannnya. Rakor ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Bapak Taupip Adun, SE, M.SI.

Program Pamsimas, Sanimas dan PPSP adalah suatu program andalan Pemerintah dalam penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat perdesaan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Program ini telah berhasil meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan peri-urban yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat ini telah meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menyediakan dan meningkatkan kualitas pelayanan air minum dan sanitasi.

Sebagaimana diketahui, sanitasi yang meliputi pelayanan air limbah, persampahan, drainase, kesehatan dan kebersihan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus tersedia dan merupakan tanggung jawab kita semua. Akses terhadap air minum dan sanitasi juga berpengaruh langsung pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama terkait angka harapan hidup. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Pemerintah melihat pembangunan sanitasi dan air minum membawa dampak yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta produktivitas bangsa Indonesia.

Dengan adanya Rakor Lintas Program Air Minum dan Sanitasi tingkat Provinsi ini diharapakan terciptanya komunikasi dan koordinasi antara Provinsi dan Kab/Kota serta pemangku kepentingan lain sehingga pelaksanaan program dan kegiatan bisa lebih efektif dan efisien, adanya pemahaman yang terstruktur dan komprehensif tentang Implementasi dan target universal access dalam pelaksanaan dan pembangunan air minum dan sanitasi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut tertuang dalam RPJMD Provinsi 2016 – 2021, dengan menetapkan 5 (Lima) Program Prioritas pembangunan sebagai berikut: 1.)Pengentasan Kemiskinan dan Peretasan Ketertinggalan.Prioritas ini diimplementasikan mulai dari meretaskan desa-desa dari ketertinggalan,mengembangkan kawasan kampung nelayan sejahtera yang berada pada 7 (Tujuh) kawasan pesisir, pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan yang merata, Pembangunan Sarana Sanitasi dan Air Bersih serta infrastruktur Kelistrikan; 2.)Penguatan Komoditas Unggulan Agro-Maritim Hilirisasi; 3.)Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Industrialisasi; 4.)Transformasi Biro krasi dan Tata Kelola Pemerintahan Berbasisi IT; 5.) Visit 2020 Wonderful Bengkulu, program prioritas ini dilakukan melalui penataan ruang. (Tim ROMS 6 Prov Bengkulu; Deddy S Asst.MIS/Web Admin CMAC )