Jakarta, 11 Jui 2017 – Bertempat di kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba Jakarta,  Ketua CPMU Program Pamsimas Agus Ahyar menyampaikan paparan Program Pamsimas dalam acara Workshop Capacity Development Training for WASSIP Staff on Management and Administrationof Community Based Water Supply and Sanitation in Indonesia (10 Juli).  Seluruh peserta workshop sebanyak 30 orang adalah  utusan/delegasi dari negara Sri Lanka yang tengah melakukan studi banding ke Indonesia.  Mereka melakukan studi banding ke Indonesia untuk menimba ilmu dan pengalaman dalam pengelolaan proyek sejenis berbasis masyarakat di Indonesia.   Utusan dari negara Sri Lanka tersebut merupakan pengelola program Water Supply and Sanitation Improvement Project (WaSSIP) – Kementerian Perencanaan Kota Sri Lanka, sejenis program Pamsimas di Indonesia.

Selain mendapatkan penjelasan dari Kementerian PUPR yang disampaikan oleh Ketua CPMU Program Pamsimas, peserta workshop yang merupakan warga Sri Lanka tersebut mendapatkan penjelasan tentang Water Supply and Sanitation in Environmental Health and Community Based in Indonesia dari Kementerian Kesehatan dan kebijakan AMPL yang disampaikan oleh Bappenas, serta materi Integrated Seaways Development (ISD) dari Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia.

Dalam paparan berbahasa Inggris sekitar dua jam tersebut, Agus Ahyar menjelaskan secara rinci tentang program Pamsimas di Indonesia;  mulai dari latar belakang program, tujuan, sasaran program dan sasaran lokasi, strategi dan pendekatan program, komponen program, pendanaan program, dan pengelolaan program yang merupakan kolaborasi dari beberapa kementerian.  Suasana di ruangan workshop menjadi semakin semarak dan lebih hidup ketika sejumlah utusan/delegasi melakukan tanya-jawab seputar pelaksanaan program Pamsimas di Indonesia.

WaSSIP merupakan Proyek Peningkatan Air Bersih & Sanitasi di negara Sri Lanka.  Proyek tersebut dilaksanakan mulai bulan November 2015 dan akan berakhir pada tahun 2020.  Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan air minum dan memperbaiki sanitasi di 7 kabupaten di Sri Lanka.  Komponen proyek terdiri dari :  (1) Penyediaan infrastruktur air bersih dan sanitasi, (2) Penguatan pelayanan perdesaan,  (3) Pengembangan kapasitas sektoral, dan (4) Manajemen proyek.  Melalui proyek ini diharapkan dapat menyediakan air minum untuk 400.000 penduduk di perdesaan yang tersebar di distrik Mullaithivu, Kilinochchi, Monaragala, Badulla, Rathnapura, Kegalle & Nuwara Eliya.  Selain itu, juga menyediakan 40.000 fasilitas jamban bagi masyarakat penerima program.  Proyeknya sendiri didanai dari International Development Fund. Diharapkan dari pelaksanaan proyek ini akan meningkatkan cakupan pasokan air sebesar 8% -10%.

Selama beberapa hari mengunjungi Indonesia, delegasi dari Sri Lanka tersebut akan mengunjungi Jakarta, Bogor dan wilayah lainnya termasuk melakukan studi banding dan kunjungan ke Program Pamsimas dan Sanimas yang ada di kabupaten Tabanan, Bali.  Beberapa lokasi yang akan dikunjungi selama di Bali antara lain :  Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga untuk program Pamsimas dan Desa Peken Belayu  Kecamatan Marga dan Desa Daud Peken Kecamatan Tabanan untuk program Sanimas. (Hartono Karyatin/SosMed Sp-CMAC).