Bengkulu – Keberhasilan sebuah program pemberdayaan termasuk program Pamsimas tidak ditentukan oleh seseorang atau sekelompok orang, tetapi merupakan kerjasama semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, konsultan dan fasilitatornya begitu juga masyarakat sebagai pelaksana dan pelaku utamanya. Hal yang terpenting untuk mendukung kesuksesan dan keberhasilan program Pamsimas itu adalah sinergisitas dan kerjasama. Untuk terbangunnya sinergi dan kerjasama, maka dibutuhkan silaturahmi, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak.

Demikian diskusi yang berkembang ketika Wakil Bupati Rejang Lebong, H. Iqbal Bastari, S.Pd, MM menerima kunjungan silaturahmi dan perkenalan diri District Coordinator (DC) Pamsimas baru Kabupaten Rejang Lebong, Rahmat Tk Sulaiman pada jumat, 16/08/2017 di ruangan kerjanya. Rahmat Tk Sulaiman diterima dan disambut dengan hangat dan mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja dan bekerjasama untuk mewujudkan target Universal Acces di Kabupaten Rejang Lebong.

Diawali dengan memperkenalkan diri, kemudian Rahmat memaparkan prinsip program Pamsimas, proses pemilihan lokasi atau seleksi desa, model pelaksanaan, sumber pendanaan termasuk perbedaan program Pamsimas dengan program lain, yaitu adanya kontribusi masyarakat sebesar 20% yaitu In Cash (sumbangan uang tunai) sebesar 4% dan In Kind (sumbangan tenaga) sebesar 16% serta adanya aspek keberlanjutan melalui badan pengelola.

Selanjutnya DC Rejang Lebong baru ini juga menyampaikan jumlah lokasi program Pamsimas di Kabupaten Rejang Lebong yang dimulai sejak tahun 2014 yaitu sebanyak 20 lokasi pasca dari tahun 2014 dan 2015. Kemudian untuk lokasi tahun 2017 yang sedang melakukan proses pengerjaan berjumlah sebanyak 16 lokasi. Sedangkan untuk lokasi tahun 2018 sudah dilakukan sosialisasi di tingkat kabupaten dan sekarang di lapangan sedang dilakukan sosialisasi di tingkat desa.

Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari mengatakan bahwa Pamsimas merupakan strategi program yang mewadahi dan mengkolaborasikan program-program air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dari berbagai sumber pendanaan dari pusat, kabupaten dan desa dalam rangka pencapaian akses 100 persen air minum dan sanitasi. Dukungan dan koordinasi lintas sektor merupakan upaya pemerintah untuk mencapai target pemenuhan akses 100 % layanan air bersih.

“Diharapkan manfaat Program Pamsimas tidak hanya berwujud fisik, tetapi berdampak pada perubahan paradigma dan cara pandang masyarakat terhadap program pemberdayaan, jangan disamakan dengan proyek yang berorientasi kepada keuntungan profit, diharapkan juga terbangunnya pola dan perilaku hidup bersih dan  sehat” harapan Wakil Bupati Rejang Lebong yang suka senyum ini.

Lebih lanjut Wakil Bupati menambahkan bahwa Pamsimas akan berhasil dan berkelanjutan jika proses pelaksanaannya melibatkan semua anggota masyarakat desa yang menjadi target program, melalui permintaan responsif. Apalagi program ini menyediakan instrument dan kegiatan yang mendorong rasa kepemilikan masyarakat, kemauan untuk berkontribusi pada pengelolaan, pembiayaan dan pemeliharaan fasilitas selama dan di luar pelaksanaan program. Iqbal Bastari juga menuturkan bahwa menjadi penting bagi program untuk memberdayakan masyarakat  sehingga secara aktif ikut berpartisipasi dalam persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan fasilitas dan melanjutkan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan masyarakat.

“Pengalaman kita, banyak bantuan yang diberikan oleh pemerintah baik itu program fisik, program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,sering ditafsirkan keliru dan tidak berlangsung lama, akhirnya bangunan fisik menjadi monument sedangkan bantuan pemberdayaan ekonomi tidak berkembang, bahkan dinilai gagal” sebut Wakil Bupati.

Kemudian Wakil Bupati mengatakan bahwa fasilitator masyarakat dan  program dan demikian juga pengembangan kapasitas aparat pemerintah daerah. Sebab Pamsimas sebagai program pendukung kinerja pemerintahan daerah dalam bidang air minum dan sanitasi.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, DC Pamsimas Kabupaten Rejang Lebong, Rahmat Tk Sulaiman minta kesediaan Bapak Wakil Bupati untuk berpartisipasi membuka acara Workshop Review RAD AMPL Kabupaten Rejang Lebong yang direncanakanakan dilakukan dalam waktu dekat dan juga minta kesediaannya untuk menyampaikan prinsip-prinsip pelaksanaan Program Pamsimas ke masyarakat jika melakukan kunjungan ke desa-desa, terutama desa yang ada program Pamsimasnya.

Beberapa hari sebelumnya Rahmat Tk Sulaiman selaku DC baru Kabupaten Rejang Lebong sudah bersilaturahim dan diterima langsung oleh Ketua DPMU Kabupaten Rejang Lebong, Hamsapari, ST, MT didampingi PPK Program Pamsimas, Luhur Budi Santoso, ST. Kemudian juga sudah melakukan koordinasi dengan Ketua PAKEM Program Pamsimas yang juga Kepala Bidang Sosial Pelayanan Dasar Bappeda Kabupaten Rejang Lebong dan didampingi Kasubbid Sosial Budaya.

Di samping itu Rahmat Tk Sulaiman setelah serah terima dari DC lama Nofrizen, ST, juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rejang Lebong, yang diterima sekretarisnya yang didampingi Kepala Bidang Perekonomian Desa, SDA, TTG dan Pembangunan Kawasan Daerah Tertinggal serta Kasubbid Sumber Daya Alam, Prasarana Desa dan Teknologi Tepat Guna Dinas Sosial PMD.Tak kalah pentingnya koordinasi juga sudah dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. (Rahmat Tk Sulaiman, DC Kab. Rejang Lebong; Deddy S Asst.MIS/Web Admin CMAC)