J ambi Pemerintah Daerah Provinsi Jambi bekerjasama dengan pihak terkait selalu berusaha untuk meningkatkan layanan penyediaan air minum dan sanitasi kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Drs HM Dianto, MSi, saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Penyusunan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) bagi Kabupaten se-Provinsi Jambi, Selasa (23/10).

Lebih lanjut Sekda menegaskan, pertemuan ini merupakan momentum penting dalam pembangunan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, sebagai upaya mempercepat pencapaian akses universal 100% akses air minum yang aman dan 100% akses sanitasi yang layak pada tahun 2019.

“Kita menyadari bahwa penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum dan sanitasi yang berada di wilayah kabupaten merupakan wewenang dan tanggung jawab pemerintah kabupaten. Karenanya pemerintah kabupaten perlu memiliki kebijakan strategi program kegiatan dan investasi atau standar pelayanan minimal (SPM) guna mencapai target RPJMN tahun 2019,” ujar Sekda.

Dianto menambahkan, RAD-AMPL merupakan rencana daerah dalam penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 tahun. RAD-AMPL juga berperan sebagai rencana pengembangan kapasitas daerah untuk perluasan program air minum berbasis masyarakat.

Sekda mengharapkan hasil rumusan dan penyusunan RAD-AMPL Se-Provinsi Jambi dapat digunakan dalam penyelenggaraan pengembangan air minum dan sanitasi di daerah. Sehingga kebijakan dan strategi daerah mengenai pengembangan sistem yang berbasis masyarakat dapat didorong oleh pemerintah kabupaten dengan mengakomodir kebijakan .

“Pengembangan kapasitas kelembagaan RAD AMPL dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat menjadi penting dalam mengelola pembangunan SPAMS perdesaan. Penganggaran, pengendalian sampai dengan evaluasi hasil pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat,” jelas Dianto

Kegiatan pelatihan bagi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang ada di kabupaten menjadi pembelajaran untuk membuat rencana aksi daerah khusus untuk kegiatan air minum dan penyehatan lingkungan.

“Kita berharap kegiatan hari ini walaupun namanya pelatihan, bisa dilakukan sharing dan saran pendapat urun rembuk dari kawan-kawan yang selama ini sudah terlibat dalam pengurusan air minum. Memikirkan langkah-langkah kedepan bagaimana kita memberikan dan menyalurkan air minum kepada masyarakat. Masyarakat harus diyakinkan bahwa air minum yang mereka terima itu atau air bersih yang mereka terima itu tidak tercemar,” tegas Sekda.

Pemerintah Daerah Jambi mengharapkan peran KP-SPAMS untuk memikirkan air yang keluar dari pipa yang diterima tiap-tiap rumah bisa langsung diminum seperti di negara-negara maju.

“Saya berharap dari Pamsimas dapat menyalurkan air bersih kepada masyarakat, secara berkala terus melakukan pengujian terhadap air bersih yang disalurkan. Karena saya melihat air baku yang diambil itu kalau tidak diolah dengan upaya yang dibuat dengan berbagai tambahan atau pembersihan melalui obat, dalam kondisi yang sangat tidak layak. Kita harus meyakinkan masyarakat bawah ini harus ada penelitian. Harus ada uji-lab bahwa air yang disampaikan kepada masyarakat itu bebas dari kandungan merkuri, dan betul-betul tidak tercemar dengan berbagai bakteri,” pungkas Dianto.

Acara pembukaan pelatihan Penyusunan RAD-AMPL diawali dengan penayangan rekaman proses dan tahapan Pamsimas yang sudah dilakukan oleh masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, dipandu Muhammad Ridho, sekaligus Ketua pelaksana. Ridho memberikan ulasan dari tayangan tersebut mulai dari proses perencanaan, pembangunan dan termasuk testimoni dari masyarakat manfaat dari Pamsimas tersebut.

Ridho yang merupakan Kasubbid Perumahan dan Pemukiman Bappeda Provinsi Jambi menyampaikan tujuan kegiatan pelatihan dan hasil yang diharapkan. Kegiatan pelatihan yang berlangsung dari tanggal 22-26 Oktober 2018, diikuti perwakilan Dinas PU, Bappeda, Dinkes dan PMD dari 9 kabupaten plaksana Program Pamsimas di Provinsi Jambi, dan dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi-Kabid Cipta Karya, sekaligus Ketua PPMU Pogram Pamsimas III Provinsi Jambi, Ir. Tambat Yulis

Setelah acara pembukaan, Koordinator Pamsimas Provinsi Jambi Meding Mahadana yang dikerumuni wartawan untuk wawancara mengatakan, saat ini hampir seluruh desa mendapatkan air bersih.

“Kegiatan ini sudah berlangsung di 9 kabupaten, sedangkan untuk kota dilayani oleh PDAM. Target kami pada 2019 program ini sudah terlasaksana 70 persen. Kendala yang dihadapi selama di lapangan adalah sulitnya sumber air terutama di daerah pantai seperti Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat. Masyarakat sangat antusias melaksanakan program ini. Sumber dana 80 persen dari APBN dan 20 persen dari APBD,” jelas Meding.

Deddy Eka Putra selaku LGS ROMS 3 Provinsi Jambi merasa senang dan puas dengan terlaksananya kegiatan pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Penyusuna RAD-AMPL. “Ini momentum yang baik dalam pelatihan ini dibuka oleh Bapak Sekda dan Bapak Sekda mengapresiasi pelaksanaan pembukaannya bisa dilaksanakan tepat waktu,” ucap Deddy. (Humas & Rahmat Tk Sulaiman-TA CD CB Jambi/Hartono Karyatin_Adv & Media Sp.)