Temanggung, Jateng – Kabupaten Temanggung_di Jawa Tengah optimis untuk mewujudkan ODF (Open Defecation Free) pada tahun 2019. Hal tersebut didukung dengan kondisi sanitasi yang semakin membaik dari tahun ke tahun. Sesuai data web STBM, saat ini masyarakat Kabupaten Temanggung yang mengakses jamban sehat telah mencapai 87,33%. Adapun keluarga yang masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menurun menjadi 12,67%.

Kabupaten Temanggung menduduki peringkat 24 dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah terkait akses sanitasi.  Sudah ada 5 Kecamatan yang telah mendeklarasikan Stop BABS atau menyatakan diri sebagai daerah ODF dengan 87 desa ODF. Kelima Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Tretep, Kecamatan Bejen, dan Kecamatan Kaloran yang baru menyatakan ODF.

Senin (5/03) merupakan hari yang luar biasa bagi warga Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Pada hari itu seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kaloran bersama Camat dan segenap perwakilan anggota masyarakat membacakan “Ikrar Stop Buang Air Besar Sembarangan” atau Stop BABS.  Acara berlangsung meriah dan dihadiri Bupati Temanggung, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Kepala Bapermasdes, Camat Kaloran, Kepala Puskesmas dan kader kesehatan. Diperkirakan sekitar 350 orang peserta melakukan ikrar bersama Stop BABS.

Kecamatan Kaloran merupakan basis wilayah Program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Kabupaten Temanggung. Di Kecamatan ini terdapat 9 Desa lokasi PAMSIMAS dan telah membentuk KPSPAMS (Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi). Dari kelompok inilah titik awal pergerakan dan pemicuan untuk mewujudkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Kecamatan Kaloran, yang semula masyarakat masih BABS di sungai didorong untuk beralih ke jamban sehat.  Peran dan dukungan stakeholder OPD di Kecamatan Kaloran terhadap percepatan STBM sangat baik, didukung Camat dan Bupati Temanggung, sehingga warga secara bersama-sama sanggup mewujudkan Kecamatan yang ke lima terbebas dari buang air besar sembarangan.

Acara Deklarasi ODF dimeriahkan dengan tarian gambyong, drama seni promosi kesehatan, tarian Germas/senam CTPS, dan senam peregangan yang diperagakan oleh karyawan Puskesmas Kaloran dan Pringsurat. Bupati Temanggung HM Al Khadziq yang hadir di tengah-tengah acara terlihat sumringah. Dalam sambutannya Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia dalam acara deklarasi. “Baru kali ini acara deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan bisa membuat wow efek, acara yang luar biasa”, ucap Bupati. Bupati berkeyakinan dan optimistik pada bulan Agustus tahun 2019 Kabupaten Temanggung sudah terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) melalui dukungan ‘Dana Tematik’.

Dana Tematik adalah dana yang dimiliki Kecamatan yang berasal dari Pemerindah Daerah, dialokasikan untuk mendukung atau menyelesaikan permasalahan di Kecamatan masing-masing. Dana Tematik hanya dapat dipergunakan untuk satu tema saja. Pada tahun 2019 telah dianggaran Rp 3,2 M untuk mendorong percepatan ODF yang ditargetkan terwujud pada tahun 2019. Untuk tahun 2020 Dana Tematik tersebut akan dinaikkan menjadi Rp 7,2 M untuk percepatan STBM di 12 Kecamatan. Di 12 Kecamatan tersebut terdapat 5.000 jamban dan kurang lebih 500 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) Berjamban akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk mendukung program STBM.

Puncak acara Deklarasi ODF ditandai dengan Penandantanganan Komitmen  Kepala Desa se-Kecamatan Kalaron dan Camat untuk mewujutkan Kecamatan berbasis STBM. (Aprilia Nugraheni Setyosari,SKM-Faskab STBM Temanggung/Edi Subagiyo,SKM-TA STBM Jateng/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp Pamsimas)