Mataram-NTB – Bertempat di Hotel Lombok Raya Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat berkenan memberikan penghargaan kepada Program Pamsimas, penganugerahan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2019 pada tanggal 16 April 2018. Pada tahun 2018 ini terdapat lima belas (15) mitra pembangunan daerah yang menerima penghargaan meliputi:

Pertama- Penghargaan  diberikan kepada PKK Provinsi NTB karena dukungan dan partisipasi dalam mewujudkan GEN NTB.

Kedua- Penghargaan  diberikan kepada Dewan Riset Daerah karena partisipasi dalam penelitian, proses perencanaan dan pengawalan pelaksanaan Pembangunan Daerah.

Ketiga- Penghargaan  diberikan kepada KOMPAK karena partisipasi dalam peningkatan akses layanan dasar.

Keempat- Penghargaan diberikan kepada Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) karena partisipasi dalam percepatan akses terhadap air bersih/air minum, sanitasi dan penyehatan lingkungan.

Kelima- Penghargaan diberikan kepada Pamsimas karena partisipasi dalam peningkatan kualitas sanitasi dan air bersih di pedesaan.

Keenam- Penghargaan diberikan  kepada Prisma karena partisipasi membangun pertanian dan perkebunan wilayah pedesaan.

Ketujuh- Penghargaan diberikan  kepada WWF Nusa Tenggara karena partisipasi pemanfaatan dan pengendalian tataruang wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota, rehabilitasi hutan dan mobilisasi kemitraan sector swasta untuk mewujudkan Pembangunan NTB hijau.

Kedelapan- Penghargaan diberikan  kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB karena penguatan implementasi system pendekatan integrative dan holistic dalam perlindungan dan pencegahan anak dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak di NTB.

Kesembilan- Penghargaan  diberikan kepada Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTB karena partisipasi dalam menjaga lingkungan hidup.

Kesepuluh- Penghargaan diberikan  kepada Plan Internasional karena partisipasi dalam kemitraan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kesebelas- Penghargaan diberikan  kepada Inovasi karena pemitraan dalam meningkatkan mutu Pendidikan.

Keduabelas- Penghargaan diberikan kepada Islamic Relief karena partisipasi dalam mengentaskan kemiskinan dan kebencanaan.

Ketiga belas- Penghargaan diberikan  kepada GIZ – ISED karena partisipasi dalam mendorong dan pengembangan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Keempat Belas- Penghargaan diberikan  kepada UNICEF karena partisipasi dalam mendukung program BASNO dan,

Kelima Belas- Penghargaan diberikan  kepada Baznas NTB karena partisipasi aktif dalam mendukung Gerakan BASNO dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di NTB.

Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri atas dua (2) pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa serta 280 pulau-pulau kecil dengan luas wilayah  mencapai 49.312,19km2 terdiri dari daratan seluas 20.153,15 Km2 (40,87%) dan perairan laut seluas 29.159,04 Km2 (59,13%) dengan panjang garis pantai 2.333 km. Luas Pulau Sumbawa mencapai 15.448 km2 sedangkan luas pulau Lombok 4.725 Km2, terdiri dari delapan (8) kabupaten dan dua (kota) yaitu; Kabupaten Bima, Kota Bima, kabupaten Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara dan kota Mataram. Sebagian besar penduduk Lombok adalah Suku Sasak dan sebagian lainnya suku Bali, China dan Jawa, Sementara Mbojo yang menetap di kabupaten dan Kota Bima serta Kabupaten Dompu dan Suku Samawa yang menetap di Kabupaten Sumbawa dan Saumbawa Barat merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%), selebihnya Hindu, Kristen, Katolik dan Budha.

Berdasarkan Data Badan Pusat Stastik Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan bahwa jumlah penduduk NTB pada tahun 2016 adalah sebesar 4.896.162 jiwa dengan akses air bersih 69,25%. dimana 748.162 jiwa atau 15,3% adalah penduduk miskin yang sebagian besar bertempat tinggal di pedesaan. Sementara persediaan sumber air baku di NTB tidak merata, Pulau Lombok yang luasnya 1/3 dari Pulau Sumbawa memiliki cadangan air baku yang cukup banyak sedangkan di pulau Sumbawa sangat terbatas, karena tidak meratanya potensi air baku di NTB maka Pemerintah Provinsi berupaya melakukan pemerataan akses air bersih, salah satunya upaya yang dilakukan dengan menyusun Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pemerataan Akses air Bersih.

Upaya penyediaan dan pemerataan akses bersih  dengan pembangunan sarana air bersih dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Swasta, dan Mitra. Pamsimas merupakan Program Pemerintah yang telah melakukan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di pedesaan sejak tahun 2014 pada delapan (8) kabupaten di NTB, salah satu mitra Pemerintah daerah dan Pamsimas di Kabupaten Lombok Timur dalam pembangunan sarana air minum dan pemicuan CLTS adalah Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) yang pada tahun ini juga mendapatkan Piagam Penghargaan dari Gubernur NTB. “Penganugerahan Piagam Pengahargaan kepada Pamsimas saat ini adalah yang kedua kalinya dimana penghargaan yang pertama diterima Pamsimas pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ke-56 pada 17 Desember 2014 di lapangan terbang Selaparang Mataram”, penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan yang tinggi dan menjadi motivasi tim Pamsimas provinsi dan kabupaten. Dalam rangka untuk pencapaian Universal Akses Air Minum dan Sanitasi pada tahun 2019, Pamsimas NTB melalui Pokja AMPL akan melakukan kolaborasi dengan seluruh mitra, LSM dan NGO maupun Program Pemerintah lainnya yang bergerak dibidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan termasuk didalamnya adalah upaya terhadap perlindungan anak yang berkebutuhan khusus dan pencegahan anak stunting.

Dalam sambutannya Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. M. Zainul Majdi menyampaikan bahwa banyak organisasi yang bergerak dalam proses pembangunan di NTB tetapi yang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi berupa piagam penghargaan hanyalah sebagian kecil.  Akumulasi kerja keras yang dilaksanakan bersama dan hasil keseluruhan perjuangan mulai dari Walikota, Bupati, Leglisatif, dunia usaha, swasta, masyarakat dan mitra telah merubah wajah NTB seperti yang dilihat saat ini. Sebagai akhir kata Gubernur mengulangi lagi ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak, seluruh sahabat dan rekan dari dalam maupun luar provinsi bahkan dari luar negeri yang telah berpartisipasi dalam pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang kami cintai (Mulyatno-PC NTB).Mataram-NTB – Bertempat di Hotel Lombok Raya Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat berkenan memberikan penghargaan kepada Program Pamsimas, penganugerahan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2019 pada tanggal 16 April 2018. Pada tahun 2018 ini terdapat lima belas (15) mitra pembangunan daerah yang menerima penghargaan meliputi:

Pertama- Penghargaan  diberikan kepada PKK Provinsi NTB karena dukungan dan partisipasi dalam mewujudkan GEN NTB.

Kedua- Penghargaan  diberikan kepada Dewan Riset Daerah karena partisipasi dalam penelitian, proses perencanaan dan pengawalan pelaksanaan Pembangunan Daerah

Ketiga- Penghargaan  diberikan kepada KOMPAK karena partisipasi dalam peningkatan akses layanan dasar.

Keempat- Penghargaan diberikan kepada Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) karena partisipasi dalam percepatan akses terhadap air bersih/air minum, sanitasi dan penyehatan lingkungan.

Kelima- Penghargaan diberikan kepada Pamsimas karena partisipasi dalam peningkatan kualitas sanitasi dan air bersih di pedesaan.

Keenam- Penghargaan diberikan  kepada Prisma karena partisipasi membangun pertanian dan perkebunan wilayah pedesaan.

Ketujuh- Penghargaan diberikan  kepada WWF Nusa Tenggara karena partisipasi pemanfaatan dan pengendalian tataruang wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota, rehabilitasi hutan dan mobilisasi kemitraan sector swasta untuk mewujudkan Pembangunan NTB hijau.

Kedelapan- Penghargaan diberikan  kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB karena penguatan implementasi system pendekatan integrative dan holistic dalam perlindungan dan pencegahan anak dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak di NTB.

Kesembilan- Penghargaan  diberikan kepada Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTB karena partisipasi dalam menjaga lingkungan hidup.

Kesepuluh- Penghargaan diberikan  kepada Plan Internasional karena partisipasi dalam kemitraan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kesebelas- Penghargaan diberikan  kepada Inovasi karena pemitraan dalam meningkatkan mutu Pendidikan.

Keduabelas- Penghargaan diberikan kepada Islamic Relief karena partisipasi dalam mengentaskan kemiskinan dan kebencanaan.

Ketiga belas- Penghargaan diberikan  kepada GIZ – ISED karena partisipasi dalam mendorong dan pengembangan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Keempat Belas- Penghargaan diberikan  kepada UNICEF karena partisipasi dalam mendukung program BASNO dan,

Kelima Belas- Penghargaan diberikan  kepada Baznas NTB karena partisipasi aktif dalam mendukung Gerakan BASNO dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di NTB.

Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri atas dua (2) pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa serta 280 pulau-pulau kecil dengan luas wilayah  mencapai 49.312,19km2 terdiri dari daratan seluas 20.153,15 Km2 (40,87%) dan perairan laut seluas 29.159,04 Km2 (59,13%) dengan panjang garis pantai 2.333 km. Luas Pulau Sumbawa mencapai 15.448 km2 sedangkan luas pulau Lombok 4.725 Km2, terdiri dari delapan (8) kabupaten dan dua (kota) yaitu; Kabupaten Bima, Kota Bima, kabupaten Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara dan kota Mataram. Sebagian besar penduduk Lombok adalah Suku Sasak dan sebagian lainnya suku Bali, China dan Jawa, Sementara Mbojo yang menetap di kabupaten dan Kota Bima serta Kabupaten Dompu dan Suku Samawa yang menetap di Kabupaten Sumbawa dan Saumbawa Barat merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%), selebihnya Hindu, Kristen, Katolik dan Budha.

Berdasarkan Data Badan Pusat Stastik Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan bahwa jumlah penduduk NTB pada tahun 2016 adalah sebesar 4.896.162 jiwa dengan akses air bersih 69,25%. dimana 748.162 jiwa atau 15,3% adalah penduduk miskin yang sebagian besar bertempat tinggal di pedesaan. Sementara persediaan sumber air baku di NTB tidak merata, Pulau Lombok yang luasnya 1/3 dari Pulau Sumbawa memiliki cadangan air baku yang cukup banyak sedangkan di pulau Sumbawa sangat terbatas, karena tidak meratanya potensi air baku di NTB maka Pemerintah Provinsi berupaya melakukan pemerataan akses air bersih, salah satunya upaya yang dilakukan dengan menyusun Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pemerataan Akses air Bersih.

Upaya penyediaan dan pemerataan akses bersih  dengan pembangunan sarana air bersih dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Swasta, dan Mitra. Pamsimas merupakan Program Pemerintah yang telah melakukan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di pedesaan sejak tahun 2014 pada delapan (8) kabupaten di NTB, salah satu mitra Pemerintah daerah dan Pamsimas di Kabupaten Lombok Timur dalam pembangunan sarana air minum dan pemicuan CLTS adalah Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) yang pada tahun ini juga mendapatkan Piagam Penghargaan dari Gubernur NTB. “Penganugerahan Piagam Pengahargaan kepada Pamsimas saat ini adalah yang kedua kalinya dimana penghargaan yang pertama diterima Pamsimas pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ke-56 pada 17 Desember 2014 di lapangan terbang Selaparang Mataram”, penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan yang tinggi dan menjadi motivasi tim Pamsimas provinsi dan kabupaten. Dalam rangka untuk pencapaian Universal Akses Air Minum dan Sanitasi pada tahun 2019, Pamsimas NTB melalui Pokja AMPL akan melakukan kolaborasi dengan seluruh mitra, LSM dan NGO maupun Program Pemerintah lainnya yang bergerak dibidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan termasuk didalamnya adalah upaya terhadap perlindungan anak yang berkebutuhan khusus dan pencegahan anak stunting.

Dalam sambutannya Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. M. Zainul Majdi menyampaikan bahwa banyak organisasi yang bergerak dalam proses pembangunan di NTB tetapi yang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi berupa piagam penghargaan hanyalah sebagian kecil.  Akumulasi kerja keras yang dilaksanakan bersama dan hasil keseluruhan perjuangan mulai dari Walikota, Bupati, Leglisatif, dunia usaha, swasta, masyarakat dan mitra telah merubah wajah NTB seperti yang dilihat saat ini. Sebagai akhir kata Gubernur mengulangi lagi ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak, seluruh sahabat dan rekan dari dalam maupun luar provinsi bahkan dari luar negeri yang telah berpartisipasi dalam pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang kami cintai (Mulyatno-PC NTB:Deddy S-WDZ NMC).