Probolinggo, Jatim – Masa reses masa persidangan III 2018–2019 dimanfaatkan sejumlah anggota Komisi V DPR RI dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, tepatnya ke Desa Ngadas di Kecamatan Sukapura, pada Kamis (14/02).

Rombongan Komisi V DPR RI yang dipimpin H. Anton Sukartono Suratto, M.Si beserta 26 orang lainnya termasuk staf sekretariat, diterima oleh Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari, SE di pendopo Kabupaten Probolinggo. Anggota Komisi VIII DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin, MSi ikut menyambut koleganya dari komisi lain tersebut.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Drs HA Timbul Prihanjoko, Sekretaris Daerah H Soeparwiyono, Kepala Dinas  Perumahan  Kawasan Permukiman dan Pertanahan Ir Donny Adianto, MSc, perwakilan Dinas PMD Puja Kurniawan, S STP, MSi, dan segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Camat Sukapura Yulius Chistian, SSos, MSi, Co PC ROMS Pamsimas Jawa Timur Sujoko Trisno dan ROMS Kabupaten Probolinggo serta pengurus KPSPAMS setempat. Pertemuan juga dihadiri pejabat provinsi Jawa Timur, antara lain Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Dardjat Edjunarso, ST, MSi dan Ir Teguh P Budiono, MT.

Komisi V DPR RI yang membidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, mengunjungi Desa Ngadas yang merupakan lokasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas tahun anggaran 2015. KPSPAMS desa tersebut selaku pengelola sarana pasca Pamsimas, pada tahun 2017 dinobatkan sebagai Juara Nasional Pengelolaan SPAMS Perdesaan mewakili wilayah Jawa-Kalimantan oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Kepala Bappeda Kab. Probolinggo, H Tutug Edi Utomo pada kesempatan tersebut menyanpaikan paparan seputar program pembangunan di daerah. Sementara itu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur,  Dardjat  Widjunarso, ST MSi menyampaikan, pada tahun anggaran 2019 ini pemerintah Kab. Problolinggo mencanangkan program Pamsimas di 13 desa, dengan rincian 10 desa didanai APBN dan 3 desa didanai APBD, serta mengelola keberlanjutan program di 57 desa lokasi Pamsimas sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Probolinggo menyerahkan tiga buah proposal kepada pimpinan rombongan Komisi V DPR RI H Anton Sukartono Suratto, MSi, satu proposal diantaranya usulan kegiatan sarana-prasarana air minum untuk perluasan dan peningkatan pelayanan di 13 desa pasca menuju akses 100%, dengan total kebutuhan biaya 5,15 M.

Desa Ngadas masuk program Pamsimas II tahun anggaran 2015 dengan sumber pendanaan BLM – APBD sebesar  Rp 267,5 Juta. Untuk mewujudkan pelayanan air minum bagi seluruh warga dilakukan kolaborasi pendanaan. Untuk itu KKM “Sumber Rezeki” membuat perencanaan 100% akses air minum dengan mengintegrasikan PJM Pro-Aksi ke  dalam  RPJM Desa, dan selanjutnya meingintegrasikan perencanaan kedalam penganggaran desa. Perlu investasi cukup besar untuk menyalurkan air dari sumber air di lereng gunung Bromo melewati hamparan savana yang luas. Sebagai langkah percepatan menuju akses 100% telah dianggarkan APBDes sebesar Rp 306,9 Juta.

KPSPAMS Desa Ngadas mengelola sambungan rumah (SR) sebanyak 252 unit, 209 SR berada di Desa Ngadas yang melayani 234 KK atau 667 jiwa, dan 43 SR berada di luar desa yang melayani 60 KK atau 120 jiwa. Sebelum ada Pamsimas masyarakat mengambil air di “jurang”, sedang bagi keluarga mampu membeli air seharga Rp 70.000/M3.

KPSPAMS Sumber Rejeki menerapkan tarif air secara progresif dengan biaya beban Rp. 1000. Penggunaan air sampai dengan 10 M3, pelanggan dikenakan biaya Rp 3.000/M3 dan di atas 10 M3  dikenakan biaya Rp 6.000/M3. Bagi yang terlambat membayar akan dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp 2.500/bulan. Untuk industri dikenakan tarif lebih mahal Rp 1.000,-/M3 dibandingkan tarif rumah tangga.

Pendapatan KPSPAMS rata-rata per bulan berkisar antara Rp 8-12 juta, dengan biaya oprasional sekitar Rp 6-8 juta per bulan. Kepada Pengelola diberikan honor Rp 500.000/orang/bulan dengan jumlah pengurus 5 orang, bahkan diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji. KPSPAMS juga mengeluarkan dana kas sebesar Rp 10 Juta pada setiap perayaan Unan-Unan. Tahun 2019 ini KPSPAMS akan melakukan perluasan pelayanan air minum ke lingkup industri untuk meningkatkan pendapatan maupun untuk perbaikan sarana perpipaan.

Pengurus KPSPAMS bersama Kepala Desa mencanangkan program kesejahteraan bagi pengurus dengan mendaftarkan ke BPJS Kesehatan. Hal tersebut dilakukan mengingat resiko kecelakaan kerja tinggi karena lokasi desa yang terjal dan curam di wilayah gunung Bromo. Sumber mata air berada di lereng bukit dan harus menggunakan tampar sebagai pengaman saat perbaikan jaringan perpipaan yang mengalami kebocoran (Devi Ratna Handini-Co DC Probolinggo & Sujoko Trisno-Co PC Jatim/Hartono Karyatin-Sdv & Media Sp Pamsimas).